Connect with us

HEALTHNEWS

15 Artis Berdarah Jawa, Punya Wajah Blasteran yang Memesona

Published

on


Dunia hiburan Tanah Air diisi oleh para selebriti dari berbagai daerah. Tak terkecuali para artis yang berdarah Jawa ini. 

Punya wajah blasteran yang memesona, banyak yang menyangka bahwa para selebriti ini berasal dari luar Indonesia. Padahal, darah keturunan suku Jawa Tengah mengalir kental juga dalam diri mereka. 

Penasaran siapa saja jajaran selebriti yang punya darah Jawa? Melansir berbagai sumber, yuk, simak daftar selengkapnya sebagai berikut!

Artikel terkait: 5 Artis Indonesia Ini Ternyata Keturunan Jepang, Cantiknya Oriental!

Artis Indonesia Berdarah Jawa, Punya Wajah Blasteran yang Memesona

1. Dian Sastrowardoyo

Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa aktris berbakat satu ini berasal dari Jawa, ya, Parents. Meski begitu, tak jarang juga ia disebut punya darah blasteran karena memiliki garis wajah khas.

Seleb yang terkenal lewat film AADC (Ada Apa dengan Cinta) ini ternyata merupakan putri tunggal dari Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo. Tak lain adalah tokoh masyarakat yang dihormati di Yogyakarta. 

2. Cassandra Lee

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Wajah pesinetron mudah yang satu ini ternyata campuran Prancis, Irlandia, Jepang, dan Jawa. Ia mewarisi darah Jawa dari sang ibu, Mia Arrijani. 

3. Yuki Kato

Artis berdarah jawa

Selain keturunan Jepang, ternyata Yuki Kato juga punya darah Jawa dalam dirinya, lho. Paras ayu khas Jawa Tengah yang dimiliki Yuki diwarisi dari sang ibu, Twinawati, seorang perempuan asli Malang. 

4. Tyas Mirasih

Artis berdarah jawa

Lahir dan besar di Ibu Kota, ternyata pemain FTV populer Tyas Mirasih juga merupakan selebriti berdarah blasteran sekaligus keturunan Jawa Tengah. Ayahnya, Surman Widiatmo, merupakan lelaki asal Jawa. Sedangkan sang ibu, Hedy Elias, memiliki darah Belanda. 

5. Paula Verhoeven

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Sama seperti Tyas Mirasih, Paula Verhoeven juga merupakan blasteran Belanda-Jawa. Bedanya, darah Jawa diwarisi Paula dari sang ibu yang bernama Herlina, perempuan asli Semarang. Sedangkan ayahnya yang bernama Eddy Verhoeven, merupakan keturunan Belanda. 

Tak heran jika istri Baim Wong tersebut terkesan punya wajah blasteran yang khas, ya!

6. Dahlia Poland

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Parasnya yang seperti bule membuat orang-orang tak banyak tahu bahwa ternyata Dahlia Poland sebenarnya berdarah Jawa. Istri Fandy Christian ini mewarisi darah Jawa dari sang ibu, Sri Mulyati. Di sisi lain, ayahnya yang bernama James Russel Poland berasal dari Amerika Serikat. 

7. Jessica Mila

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Pesinetron sekaligus pemain FTV Jessica Mila juga merupakan keturunan Jawa, yang ia warisi dari sang ayah. Tak hanya itu, ia juga ternyata memiliki darah Belanda dan Minahasa yang ia dapatkan dari ibunya. 

8. Rianti Cartwright

Artis berdarah jawa

Punya wajah khas, ternyata Rianti Carywright merupakan blasteran dari berbagai suku dan bangsa. Ia memiliki darah Sunda, Banten, Jawa, dan Eropa. Darah Jawa diwarisi Rianti dari sang ibu, Srie Sutrisnawati. 

Artikel terkait: 18 Artis Indonesia Keturunan Belanda, Sosoknya Menawan dan Berbakat

9. Giorgino Abraham

Artis berdarah jawa

Lahir di Belanda, aktor Giorgino Abraham ternyata merupakan keturunan Jawa. Selain berdarah Manado, aktor yang terkenal lewat film Bumi Manusia ini juga mewarisi darah Jawa dari sang ibu, Febbe Anggraeni. Sementara itu, darah Belanda ia dapatkan dari sang ayah yang bernama Geoffrey Abraham. 

10. Mariana Renata

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Aktris sekaligus model ini merupakan keturunan Jawa, Tionghoa, Italia, dan Prancis. Lahir di Paris, Mariana Renata mewarisi darah Jawa, Tionghoa, dan Italia dari sang ibu yang bernama Anita Kirana. Sedangkan ayahnya yang bernama Andre Dantec, merupakan orang suku Breton dari Prancis. 

11. Alexa Key

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Merupakan penyanyi berkebangsaan Indonesia dan Jerman. Pelantun ‘Aku Kangen, Aku Rindu’ itu mewarisi darah Jawa dari sang ibu, Nur Indah Anjrah. Sedangkan ayahnya yang bernama Thorsten D’heureuse merupakan asli Jerman. 

12. Kinaryosih

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Merupakan aktris yang punya pesona khas Indonesia. Pemain FTV sekaligus model tersebut merupakan selebriti dengan darah Jawa yang kental. 

Memulai karier pada 1997, Kinaryosih masih aktif di dunia hiburan sekaligus sudah membangun rumah tangga bersama seorang lelaki bernama Brett Money. 

13. Luna Maya

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Garis wajahnya yang tegas membuat Luna Maya selalu disangka seorang bule. Namun faktanya, presenter sekaligus pesinetron senior tersebut ternyata keturunan blasteran. Ia punya darah Australia dan Jawa dalam dirinya. 

14. Nora Alexandra

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Dikenal sebagai aktris keturunan Swiss, ternyata istri dari Jerinx SID ini juga memiliki darah Jawa. Punya paras memesona, Nora sering didapuk menjadi brand ambassador dari beragam merk produk terkenal. 

15. Rebecca Klopper

Punya Wajah Blasteran yang Memesona, 15 Artis Ini Ternyata Keturunan Jawa

Merupakan artis muda yang berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia. Lahir di Malang, Rebecca Klopper merupakan keturunan Jawa-Australia. Ia mewarisi darah Jawa dari sang ibu, sedangkan ayahnya yang bernama James Klopper berasal dari Australia. 

Artikel terkait: 10 Artis Keturunan Tionghoa yang Merayakan Imlek

Nah, itulah jajaran artis Indonesia berdarah Jawa yang punya wajah khas dan memesona. Jadi, adakah artis kesukaan Parents dalam daftar? 

***

Baca juga: 

Punya Paras Menawan, 8 Artis Indonesia Ini Ternyata Keturunan India

Tak Banyak yang Tahu, 11 Artis Indonesia Ini Ternyata Keturunan Pahlawan Nasional

Tak Hanya Menawan, 8 Artis Korea Ini Ternyata Keturunan Bangsawan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HEALTHNEWS

Sakit Kepala Tegang – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Published

on

By


Sakit Kepala Tegang – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati | HealthNews.id – HealthNews



Sumber Berita

Continue Reading

HEALTHNEWS

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik

Published

on

By


Diare adalah suatu kondisi di mana buang air besar berlangsung sering dengan konsistensi feses lembek atau cair. Tentunya, kondisi ini bisa mengganggu apabila tidak diobati segera. Untuk mencegahnya, ada beberapa obat diare yang bisa Anda beli di apotik. 

Lalu, jenis obat-obatan seperti apa yang dapat membantu mengatasi masalah ini? Berikut penjelasan selengkapnya, Parents!

Artikel terkait: Penyakit Diare – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Daftar Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik

Umumnya, sebagian besar kasus diare hanya berlangsung beberapa hari dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Namun, penggunaan obat-obatan dapat membuat Anda merasa lebih nyaman. Apalagi, bila diare disertai dengan nyeri atau kram perut.

Obat yang tergolong antidiare memiliki beberapa cara kerja. Ada yang berfungsi untuk memperlambat pergerakan usus sehingga frekuensi diare berkurang, ada pula yang membuat feses menjadi lebih padat. Biasanya, obat-obatan ini digunakan untuk diare akut (kurang dari 1 minggu) yang tidak mengancam nyawa.

Selengkapnya, berikut adalah daftar obat diare yang dijual di apotik dan bisa dibeli secara bebas:

1. Karbon aktif (activated charcoal)

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Sebuah kajian studi di tahun 2017 mendapati bahwa penggunaan karbon aktif untuk diare dapat menangkap racun, bakteri, dan obat-obatan pemicu diare pada permukaan karbon yang berpori dan bertekstur sehingga tidak diserap ke dalam usus. Meski bisa mengurangi diare, penggunaan karbon aktif juga dapat mencegah tubuh menyerap obat-obatan dan zat-zat gizi yang penting.

2. Kaolin pectin

obat diare

Merupakan kombinasi yang berfungsi menangkap dan membawa keluar bakteri, racun, dan zat penyebab diare dari dalam usus. Kaolin pectin juga akan menyerap kelebihan air di usus sehingga konsistensi feses memadat. Obat ini banyak dimanfaatkan untuk mengobati diare akibat kolera.

3. Attapulgite

obat diare

Attapulgite bekerja dengan memperlambat kerja usus besar agar dapat menyerap lebih banyak air. Tujuannya, agar tekstur feses menjadi lebih padat. Obat ini juga biasanya meredakan nyeri perut pada diare. Meski demikian, penggunaannya bisa memicu sembelit setelah diare mereda.

4. Bismuth subsalicylate

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Bismuth subsalicylate bekerja sebagai antidiare dan antiradang. Obat ini menurunkan frekuensi diare dengan mengurangi jumlah air di dalam usus. Efek samping yang sering yakni sembelit, feses menjadi kehitaman dan lidah kehitaman. Penggunaan bismuth subsalicylate dalam dosisi yang berlebih dapat berbahaya, oleh sebab itu hanya gunakan sesuai yang dianjurkan.

5. Loperamide 

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Obat ini mampu menurunkan kecepatan dan jumlah kontraksi usus, sehingga berefek memperlambat atau menjarangkan frekuensi diare. Efek sampingnya yakni nyeri perut, mulut kering, rasa kantuk, melayang, sembelit, mual dan muntah. Individu yang mengalami efek samping loperamide biasanya tidak mampu mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi.

Artikel terkait: Obat Ambroxol – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

6. Oralit

obat diare

Ini merupakan larutan gula garam yang tersedia dalam bentuk serbuk. Oralit sebetulnya bukan obat, tapi dipakai untuk menggantikan kehilangan cairan dan elektrolit akibat diare. 

Sebelum digunakan, larutkan terlebih dulu dengan air matang. Minum oralit atau cairan sejenis yang mengandung elektrolit lebih baik untuk mengatasi diare ketimbang minum air putih saja.

7. Suplemen Zinc

obat diare

Suplemen ini berperan dalam proses penyembuhan usus kala diare dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jenis suplemen ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Dosisnya untuk diare akut adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 10-20 mg sekali sehari
  • Anak-anak usia ≥ 6 bulan: 20 mg per hari
  • Anak-anak usia <6 bulan: 10 mg per hari

Untuk semua kelompok usia ini, durasi penggunaan suplemen zinc selama 10-14 hari.

8. Suplemen probiotik

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Probiotik adalah koloni bakteri baik yang membantu melawan bakteri penyebab diare dan peradangan usus. Probiotik juga berfungsi menyeimbangkan jumlah dan jenis bakteri yang secara alami hidup di dalam usus agar sistem pencernaan kembali lancar.

Suplemen ini kerap digunakan pada individu dewasa maupun anak-anak yang mengalami diare akibat infeksi bakteri. Suplemen probiotik tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk, dan drops

Komposisi probiotik bisa berbeda-beda untuk tiap merek dagang. Untuk itu, diskusikan dengan dokter probiotik mana yang paling baik untuk kasus diare Anda.

Artikel terkait: Perlukah Anak Anda Mengonsumsi Tambahan Suplemen Vitamin?

Obat Antidiare Tidak Mengobati Penyebab

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Secara umum ada beberapa kondisi yang menjadi faktor penyebab diare. Beberapa penyebab yang tersering, yaitu:

  • Keracunan makanan
  • Infeksi virus, bakteri atau parasit
  • Obat-obatan seperti antibiotik
  • Intoleransi laktosa
  • Konsumsi fruktosa atau pemanis buatan
  • Gangguan saluran cerna seperti penyakit Celiac atau sindrom iritasi usus

Nah, perlu diketahui, mengonsumsi obat antidiare yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak akan mengobati penyebab yang mendasarinya. Obat-obat ini hanya mengurangi ketidaknyaman yang terjadi akibat nyeri perut atau sering buang air besar.

Selain itu, hindari penggunaan obat-obatan ini bila diare disertai dengan demam, penyakit berat, nyeri perut hebat, serta bila feses berdarah atau berlendir. Pada kasus-kasus seperti ini, penggunaan obat-obat tersebut justru dapat memperberat diare dan penyakit yang mendasarinya. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami diare yang seperti ini.

Demikian pula, bila frekuensi diare terlalu sering—lebih dari 10 kali per hari—atau berlangsung lebih dari satu minggu. Mungkin saja ada infeksi yang membutuhkan pengobatan dengan antibiotik atau pemeriksaan lanjut untuk mencari penyebab pasti dari diare yang dialami.

Itulah informasi mengenai obat diare yang efektif dan bisa dibeli di apotik. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Garam Himalaya untuk MPASI Bayi, Benarkah Lebih Sehat?

Mungkinkah Terinfeksi COVID-19 Setelah Divaksin? 4 Penyebab Ini Perlu Dipahami

10 Keluhan Ibu Hamil 5 Bulan yang Sering Terjadi, Bunda Mengalaminya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Sumber Berita

Continue Reading

HEALTHNEWS

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik

Published

on

By


Diare adalah suatu kondisi di mana buang air besar berlangsung sering dengan konsistensi feses lembek atau cair. Tentunya, kondisi ini bisa mengganggu apabila tidak diobati segera. Untuk mencegahnya, ada beberapa obat diare yang bisa Anda beli di apotik. 

Lalu, jenis obat-obatan seperti apa yang dapat membantu mengatasi masalah ini? Berikut penjelasan selengkapnya, Parents!

Artikel terkait: Penyakit Diare – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Daftar Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik

Umumnya, sebagian besar kasus diare hanya berlangsung beberapa hari dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Namun, penggunaan obat-obatan dapat membuat Anda merasa lebih nyaman. Apalagi, bila diare disertai dengan nyeri atau kram perut.

Obat yang tergolong antidiare memiliki beberapa cara kerja. Ada yang berfungsi untuk memperlambat pergerakan usus sehingga frekuensi diare berkurang, ada pula yang membuat feses menjadi lebih padat. Biasanya, obat-obatan ini digunakan untuk diare akut (kurang dari 1 minggu) yang tidak mengancam nyawa.

Selengkapnya, berikut adalah daftar obat diare yang dijual di apotik dan bisa dibeli secara bebas:

1. Karbon aktif (activated charcoal)

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Sebuah kajian studi di tahun 2017 mendapati bahwa penggunaan karbon aktif untuk diare dapat menangkap racun, bakteri, dan obat-obatan pemicu diare pada permukaan karbon yang berpori dan bertekstur sehingga tidak diserap ke dalam usus. Meski bisa mengurangi diare, penggunaan karbon aktif juga dapat mencegah tubuh menyerap obat-obatan dan zat-zat gizi yang penting.

2. Kaolin pectin

obat diare

Merupakan kombinasi yang berfungsi menangkap dan membawa keluar bakteri, racun, dan zat penyebab diare dari dalam usus. Kaolin pectin juga akan menyerap kelebihan air di usus sehingga konsistensi feses memadat. Obat ini banyak dimanfaatkan untuk mengobati diare akibat kolera.

3. Attapulgite

obat diare

Attapulgite bekerja dengan memperlambat kerja usus besar agar dapat menyerap lebih banyak air. Tujuannya, agar tekstur feses menjadi lebih padat. Obat ini juga biasanya meredakan nyeri perut pada diare. Meski demikian, penggunaannya bisa memicu sembelit setelah diare mereda.

4. Bismuth subsalicylate

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Bismuth subsalicylate bekerja sebagai antidiare dan antiradang. Obat ini menurunkan frekuensi diare dengan mengurangi jumlah air di dalam usus. Efek samping yang sering yakni sembelit, feses menjadi kehitaman dan lidah kehitaman. Penggunaan bismuth subsalicylate dalam dosisi yang berlebih dapat berbahaya, oleh sebab itu hanya gunakan sesuai yang dianjurkan.

5. Loperamide 

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Obat ini mampu menurunkan kecepatan dan jumlah kontraksi usus, sehingga berefek memperlambat atau menjarangkan frekuensi diare. Efek sampingnya yakni nyeri perut, mulut kering, rasa kantuk, melayang, sembelit, mual dan muntah. Individu yang mengalami efek samping loperamide biasanya tidak mampu mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi.

Artikel terkait: Obat Ambroxol – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

6. Oralit

obat diare

Ini merupakan larutan gula garam yang tersedia dalam bentuk serbuk. Oralit sebetulnya bukan obat, tapi dipakai untuk menggantikan kehilangan cairan dan elektrolit akibat diare. 

Sebelum digunakan, larutkan terlebih dulu dengan air matang. Minum oralit atau cairan sejenis yang mengandung elektrolit lebih baik untuk mengatasi diare ketimbang minum air putih saja.

7. Suplemen Zinc

obat diare

Suplemen ini berperan dalam proses penyembuhan usus kala diare dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jenis suplemen ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Dosisnya untuk diare akut adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 10-20 mg sekali sehari
  • Anak-anak usia ≥ 6 bulan: 20 mg per hari
  • Anak-anak usia <6 bulan: 10 mg per hari

Untuk semua kelompok usia ini, durasi penggunaan suplemen zinc selama 10-14 hari.

8. Suplemen probiotik

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Probiotik adalah koloni bakteri baik yang membantu melawan bakteri penyebab diare dan peradangan usus. Probiotik juga berfungsi menyeimbangkan jumlah dan jenis bakteri yang secara alami hidup di dalam usus agar sistem pencernaan kembali lancar.

Suplemen ini kerap digunakan pada individu dewasa maupun anak-anak yang mengalami diare akibat infeksi bakteri. Suplemen probiotik tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk, dan drops

Komposisi probiotik bisa berbeda-beda untuk tiap merek dagang. Untuk itu, diskusikan dengan dokter probiotik mana yang paling baik untuk kasus diare Anda.

Artikel terkait: Perlukah Anak Anda Mengonsumsi Tambahan Suplemen Vitamin?

Obat Antidiare Tidak Mengobati Penyebab

8 Obat Diare yang Efektif dan Bisa Dibeli di Apotik, Apa Saja?

Secara umum ada beberapa kondisi yang menjadi faktor penyebab diare. Beberapa penyebab yang tersering, yaitu:

  • Keracunan makanan
  • Infeksi virus, bakteri atau parasit
  • Obat-obatan seperti antibiotik
  • Intoleransi laktosa
  • Konsumsi fruktosa atau pemanis buatan
  • Gangguan saluran cerna seperti penyakit Celiac atau sindrom iritasi usus

Nah, perlu diketahui, mengonsumsi obat antidiare yang sudah dijelaskan sebelumnya tidak akan mengobati penyebab yang mendasarinya. Obat-obat ini hanya mengurangi ketidaknyaman yang terjadi akibat nyeri perut atau sering buang air besar.

Selain itu, hindari penggunaan obat-obatan ini bila diare disertai dengan demam, penyakit berat, nyeri perut hebat, serta bila feses berdarah atau berlendir. Pada kasus-kasus seperti ini, penggunaan obat-obat tersebut justru dapat memperberat diare dan penyakit yang mendasarinya. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami diare yang seperti ini.

Demikian pula, bila frekuensi diare terlalu sering—lebih dari 10 kali per hari—atau berlangsung lebih dari satu minggu. Mungkin saja ada infeksi yang membutuhkan pengobatan dengan antibiotik atau pemeriksaan lanjut untuk mencari penyebab pasti dari diare yang dialami.

Itulah informasi mengenai obat diare yang efektif dan bisa dibeli di apotik. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga:

Garam Himalaya untuk MPASI Bayi, Benarkah Lebih Sehat?

Mungkinkah Terinfeksi COVID-19 Setelah Divaksin? 4 Penyebab Ini Perlu Dipahami

10 Keluhan Ibu Hamil 5 Bulan yang Sering Terjadi, Bunda Mengalaminya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
  • Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Trending