64 persen warga Jawa Barat menerima bantuan sosial: gubernur

  • Bagikan


Salah satu langkahnya adalah mengirim surat kepada presiden untuk mendesaknya mempertimbangkan apakah kita masih akan mengadakan Pekan Olahraga Nasional XX dalam situasi seperti itu.

Timika, Papua (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Mimika Provinsi Papua akan mengimbau Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di tengah pandemi COVID-19 yang belakangan ini jumlah kasusnya melonjak.Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengatakan di Timika, Rabu, situasi pandemi COVID-19 di Mimika mengkhawatirkan. Lonjakan kematian yang tinggi telah terjadi dalam dua minggu.

Pertumbuhan jumlah kasus baru cukup signifikan, hunian tempat tidur di ruang isolasi hampir penuh, dan pasokan oksigen hampir habis, katanya.

“Akhir-akhir ini pasokan oksigen di rumah sakit semakin menipis, dan tempat tidur (pasien) penuh. Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah serius untuk memerangi penyakit ini. Salah satu langkahnya adalah mengirim surat kepada presiden untuk mendesaknya agar pertimbangkan apakah kita masih akan mengadakan Pekan Olahraga Nasional XX dalam situasi seperti itu,” urai Omaleng.

Dia mencatat, lonjakan jumlah kasus COVID-19 yang disebabkan varian Delta terjadi di seluruh Papua, termasuk di tempat-tempat yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

PON XX diundur setahun dari tahun 2020, dengan rencana akan diselenggarakan pada 2-15 Oktober 2021.

Sembilan cabang olahraga dan 13 cabang olahraga dijadwalkan digelar di Timika, Kabupaten Mimika.

Menyikapi kondisi saat ini, Gubernur Papua juga akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk mempertimbangkan hal yang sama.

Mulai 7 Agustus hingga 7 September, Pemerintah Daerah Mimika akan memperpanjang pemberlakuan PPKM untuk menekan penyebaran COVID-19.

“Mulai 7 Agustus hingga 7 September, Mimika akan menerapkan lockdown total. Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mulai menyiapkan kebutuhan pokok dan lainnya, karena akan kami terapkan selama sebulan penuh,” tegas Omaleng.

Selama lockdown total, semua penerbangan akan berhenti beroperasi, termasuk dari Jakarta, Makassar, Denpasar, dan Jayapura, serta penerbangan ke daerah terpencil dan kapal pesiar Pelni.

“Hanya yang membawa barang, alat kesehatan, dan kebutuhan darurat lainnya yang boleh terbang dan berlayar. Selain itu, terutama yang membawa penumpang tidak boleh beroperasi,” urai Omaleng.

Menurut Dinas Kesehatan Mimika, jumlah kasus COVID-19 di Mimika mencapai 7.836 kasus, dengan penambahan tujuh kasus per 20 Juli 2021.

Saat ini terdapat 787 pasien isolasi dan rawat inap. Sekitar 67 orang menerima perawatan di rumah sakit, sementara 664 orang menjalani isolasi mandiri dan menjalani isolasi terpusat.

Sebanyak 6.959 orang di Mimika sembuh, dengan 23 dinyatakan sehat hingga Selasa, 20 Juli.

Pada hari yang sama, dua orang meninggal dunia karena COVID-19, sehingga jumlah kematian akibat COVID-19 di Mimika menjadi 90 orang.

Sembilan orang di Mimika meninggal dunia akibat COVID-19 pada Senin, 19 Juli, menjadikannya hari dengan jumlah kematian tertinggi akibat COVID-19.

Saat ini, tingkat hunian tempat tidur pasien COVID-19 mencapai 80 persen untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Mimika) Mimika, 62,07 persen untuk Rumah Sakit Mitra Masyarakat, 50 persen untuk Klinik Kuala Kencana, dan 12,50 persen untuk Rumah Sakit Tembagapura.

Berita Terkait: Pengusaha Papua Ikut PON, Peparnas: Dinas UMKM
Berita Terkait: Mematuhi protokol kesehatan adalah kunci sukses penyelenggaraan PON Papua
Berita Terkait: Widodo ingin semua atlet divaksinasi sebelum PON Papua





Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *