Connect with us

MATRA

Aktivis Anti Narkoba Rainier H Daulay Berpulang

Published

on


Di satu momen Reiner komit bantu kegiatan cegah narkoba. Tampak Komjen Ahwil Lutan (BNN pertama Badan Narkotika Nasional) yang juga Pemred HealthNews.

 

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia  (MWA UI) Saleh Husin bersama pengurus Iluni (Ikatan Alumni Universitas Indonesia) menghadiri pemakaman H Ir Reinier Hoesin Daulay.

Tampak juga Ketua (Iluni) UI Andre Rahadian, Ketua Iluni UI 2016-2019 Arif B Hardhono dan Ketua Iluni UI 2011-2014 Chandra Motik pada Minggu (21/2/2021) hadir di pemakaman Jeruk Purut Jakarta Selatan.

“Bapak H Ir Reinier Hoesin Daulay wirausaha fokus di bidang perhotelan. Sosok yang tidak sombong dan mensyukuri nikmat yang ada,” ujar Asri Hadi, sesama alumni UI mengenang Rainier yang humble.

Ayah lima anak ini menurut Asri Hadi adalah sosok punya banyak relasi. Serta orang yang komit dalam pencegahan narkoba.

Menurut Asri Hadi, tokoh yang pengusaha hotel di  Bali serta aktif di Pramuka tingkat Nasional,  adalah sosok  berdarah Medan-Palembang yang kuliah 1977 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Pria kelahiran Medan, 26 April 1956 itu, menurut Asri Hadi pernah sama-sama membuat kegiatan dalam acara Healthnews, dengan tema Seks Sehat Tanpa Narkoba. Dimana kala itu, dengan LSM Ridma Foundation mengedukasi masyarakat, jauhi narkoba.

Reiner merupakan Wakil Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI), Ketua Pelaksana MPI Crisis Center dan    Advisor of Indonesia Tourism Board (GIPI). Almarhum merupakan penasehat Iluni UI dan Waketum PHRI.

“selamat jalan Reiner, Tuhan memberi tempat yang terbaik untuk orang baik seperti Anda,” ujar Asri Hadi atas nama aktifis LSM Bersama anti narkoba dan juga sebagai Bendahara Asosiasi Media Digital Indonesia.

 

 

 16 total views



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MATRA

Rekrutmen Perwira dan Bintara TNI AU?

Published

on

By


Akun resmi milik TNI AU diajurit.tni-au.mil.id Terkait dengan beredarnya informasi rekrutmen Perwira dan Bintara TNI AU tituler melalui pesan berantai WA, dengan ini TNI AU tegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar. Apabila ingin mendapatkan informasi tentang rekrutmen prajurit TNI AU, dapat dilihat akun resmi milik TNI AU diajurit.tni-au.mil.id atau menghubungi kontak Subdisdiajurit (021) 8709390 […]

The post Rekrutmen Perwira dan Bintara TNI AU? appeared first on Konvergensi Majalah MATRA.



Sumber Berita

Continue Reading

MATRA

Gerakan Kelorisasi: Hadapi Guna-Guna dan Covid-19

Published

on

By


MATRANEWS.id — Bisa jadi, ini jalan keluar untuk mengatasi krisis gizi dan ketahanan tubuh di tengah serbuan pandemi Covid 19.

Yuk kita lakukan gerakan “kelorisasi” di seluruh pelosok tanah air.

Situasi saat ini, kita perlu banyak gagasan membangun gerakan untuk mempertahankan diri.

Tak semua warga beruntung dapat membeli makanan bergizi untuk meningkatkan ketahanan tubuh. Karena itu kita perlu banyak akal.

Lahan yang tersedia harus dimanfaatkan maksimal untuk menanam pohon yang daunnya dapat diolah dan dapat kita konsumsi setiap hari.

Ketahanan pangan telah lama dan sering dikumandangkan. Yang jarang dilakukan adalah menjadikan gagasan baik menjadi gerakan yang dilaksanakan.

Nah, kapan lagi gerakan dimulai kalau tidak sekarang.

Prepare for the worst, hope for the best.

Tak satupun orang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan adanya krisis akibat Covid 19 yang nampaknya telah berimbas pada krisis ekonomi.

Tidaklah berlebihan kalau kita lakukan apa saja yang dapat menjadi bagian pertahanan hidup. Ini lebih baik daripada tak melakukan apa apa.

Manfaatnya bisa dicari saja di google. Tapi, sebagai referensi “dunia tak selebar daun kelor”, hal itu karena daun kelor memiliki ukuran yang kecil.

Daun kelor memiliki ukuran yang kecil.  Walau kecil ukurannya, daun kelor memiliki banyak manfaat penting bagi kesehatan tubuh.

Ilmuan menyebutnya sebagai pohon ajaib (Miracle Tree).

Daun kelor berbentuk bulat lonjong, dan ukurannya yang kecil tersusun rapi pada sebuah tangkai, biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan.

Penelitian mengenai khasiat daun kelor telah dimulai sejak 1980, pada bagian daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya.

Pagi itu, tangan Imam Wahyudi tak henti-hentinya memadatkan tanah yang dituang ke dalam pot tanaman berukuran besar. Sebatang tanaman kelor sudah menancap di empat pot berdiameter 50 cm. Pot-pot itu ia letakkan tak jauh dari gazebo yang berada di depan rumahnya.

Tanaman-tanaman kelor setinggi semeter itu ia sirami beberapa kali, sembari terus memadatkan tanah dengan tangan kirinya. Di depan rumahnya, sebenarnya sudah ada beberapa tanaman lain yang ditanam dalam pot. Lelaki ini menempatkan tanaman barunya itu di posisi “strategis” di depan rumahnya, dengan menggeser beberapa tanaman hias yang sudah ada sebelumnya.

Rupanya, bukan hanya Imam yang menanam kelor. Beberapa tetangganya juga melakukan hal yang sama. Parmanti, tak jauh dari rumah Imam Wahyudi juga sudah menanam pohon ini sejak beberapa hari sebelumnya.

Hasil penelusuran Matranews.id, di beberapa kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat, menanam pohon kelor tampaknya sedang menjadi tren. Umumnya mereka menanam dalam pot dan diletakkan di depan rumah.

Apa sebenarnya yang terjdi di balik fenomena ini?

“Katanya sih tanaman ditakuti sama jin atau setan. Orang-orang di sini bilang begitu, makanya saya tanam juga,” tutur Imam kepada Matranews.id.

“Ya katanya memang seperti itu, biar kita nggak digangguin jin atau setan,” ucap Parmanti yang bertenagga dengan Imam.

Sebenarnya “manfaat” tanaman kelor sudah lama diperbicangkan masyarakat. Namun, tren menanam pohon ini kadang pasang surut, tergantung “isu” yang berhembus di tengah masyarakat.

Dipercaya Membuang Ajimat

Di sebagian kalangan masyarakat di Jawa, tanaman kelor juga sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah. Menurut kepercayaan, campuran tersebut dimaksudkan untuk membuang ajimat yang masih melekat pada jasadnya.

Manfaat lain dari tanaman kelor, masih menurut kepercayaan tertentu, bisa sebagai penangkal kekuatan magis, ilmu hitam atau guna-guna, serta ajimat kesaktian.

Caranya, cukup dengan mengibas-ibaskan setangkai daun kelor ke bagian muka korban. Bisa juga air rendaman tanaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Kelor terkadang juga dijuluki “si kayu gaib”, terutama galihnya (inti kayu kelor yang keras, coklat tua hingga hitam). Adakalanya kayu galih kelor yang biasanya langka itu “dipuja-puja” oleh kalangan dukun di Jawa.

Konon, kekuatan magis yang tersimpan di dalamnya mampu menangkis energi (kekuatan) negatif dari ilmu hitam maupun serangan fisik. Namun ada juga yang justru memanfaatkan galih kelor sebagai bahan suvenir yang laku diperdagangkan. Semisal dibuat kerajinan anting-anting dengan bentuk dan ukuran bervariasi.

Konon, bersama bahan-bahan lain, seperti pala, bawang merah, bawang putih, dan lainnya, kelor bisa dibuat bedak pupur untuk sarana mengobati orang kurang waras. Mereka yang suka ngomong sendiri, ngomel-ngomel sendiri, melucu sendiri, dan tertawa sendiri. Begitu pun orang yang kesurupan akan kembali “waras”.

 

Pengobatan Non Medis

Menurut para ahli pengobatan non medis dari Yayasan Healing, di Riau, seperti yang dirilis dalam situsnya, daun kelor terbukti dapat digunakan untuk mengatasi penyakit non medis. Seperti kesurupan, kena santet atau sihir dan lainnya.

Untuk mengobati kesurupan, remaslah daun kelor dibacakan ayat kursi 3 atau 7 kali ditiupkan diremasan daun kelor dan dibalurkan di semua persendian pasien dan dimasukkan kemulut pasien Insya Allah akan menyedot semua kekuatan jin yang menyurupi pasien.

Daun kelor juga dipercaya mampu menetralkan segala macam bentuk susuk, gangguan jiwa, ilmu metafisik/kesaktian, tenaga dalam, santet, tenung, guna-guna.

Daun kelor muda ditumbuk, diberi sedikit air yang sudah diruqyah lalu dibalurkan ditempat susuk berada, atau dibuat mandi dengan menumbuk halus daun kelor lalu dimasukkan kedalam baskom, setelah itu bacakan ayat-ayat pembatal sihir lalu dibuat mandi selama minimal 7 hari berturut-turut.

Baca juga : Ucapan Menteri Kesehatan Zhang Wen Kang, Kontroversial

Tehnik lainnya adalah Didihkan air panas lalu matikan apinya, setelah itu masukkan daun kelor dan tutup  sampai dingin sendiri lalu tiriskan, air sari daun kelor lalu dibacakan ayat-ayat ruqyah lalu diminum setiap pagi,siang dan malam hari.

Tak hanya itu, oleh sebagian masyarakat daun ini juga dipercaya mampu menyembuhkan segala bentuk sakit kulit akibat santet atau sihir. Keampuhan daun ini sudah banyak terpubliksi di berbagai media sosial.

Fenomena di Luar Negeri

Lain Indonesia, lain pula fenomena yang terjadi di negara luar. Di beberapa negara, seperti India, manfaat daun kelor sudah diakui oleh peneliti-peneliti di sana.

Bahkan, di India, buah kelor dimasak kari dan diawetkan dalam kaleng untuk dijual di supermarket. Apalagi kalau menilik nilai gizinya, tanaman kelor tidak bisa dipandang sebelah mata. Soalnya, daun kelor memiliki kadar vitamin A dan C cukup tinggi.

Demikian yang pernah dilaporkan Michael D. Benge, dari Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC, pada tahun 1987. Selain itu, daun kelor juga dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe). Juga sebagai sumber fosfor yang baik.

Begitu pula buah mudanya bersifat sukulen (berkadar air tinggi) dan tinggi kandungan proteinnya. Sementara, biji buahnya yang tua dan kering menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 35 – 40%.

Komposisi asam lemaknya meliputi, asam oleat, asam linoleat, asam eikosanoat, asam palmitat, asam stearat, asam arakhidat, dan lainnya. Kalau daun dan buah mudanya dapat langsung disayur, biji kelor tua bisa untuk bahan baku pembuatan obat dan kosmetika.

Begitu pun minyak pelumas yang biasa digunakan oleh tukang arloji, juga bisa diproduksi dari biji kelor. Pemanfaatannya sebagai tanaman obat pun bukan hal baru. Daun kelor ditumbuk halus bisa ditorehkan pada luka untuk mempercepat penyembuhan.

Jika dua fenomena ini benar adanya, dapat disimpulkan, tanaman kelor memiliki manfaat dua sisi: sisi mistis dan sisi kandungan gizi. Silakan Anda percaya yang mana.

 1 total views



Sumber Berita

Continue Reading

MATRA

BULOG Mulai Serap Beras Prov Paling Barat Indonesia

Published

on

By


 

Perum BULOG melalui Kantor Cabang Meulaboh – Aceh sudah mulai melakukan penyerapan beras medium untuk tahun 2021.

Hal ini ditandai dengan masuknya beras medium ke Gudang Bulog Gampong Darat – Meulaboh sebanyak 500 ton pada hari Senin (22/02) kemarin.

Hasil kerjasama dengan mitra lokal guna mengoptimalkan musim panen raya yang puncaknya akan berlangsung sekitar bulan Maret – April 2021.

Penyerapan Pengadaan ini dalam rangka memperkuat “cadangan”  beras Pemerintah.

Pada tahun ini Perum BULOG akan menjemput bola ke petani dalam proses penyerapan tidak hanya beras tetapi gabah ditingkat petani.

Berdasarkan data prakiraan produksi GKG (Gabah Kering Giling) dari BPS periode bulan Maret – April 2021, Provinsi Aceh mempunyai produksi GKG sebesar 425 ribu ton.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum BULOG Mokhamad Suyamto dalam keterangannya mengatakan ada dua grand master plan kegiatan supply chain dan pelayanan publik BULOG.

Dua itu yaitu menjaga stok beras cadangan Pemerintah, penyediaan stok sesuai kebutuhan penjualan, kualitas standar dan harga kompetitif serta sinergi dengan mitra kerja untuk meningkatkan jaminan pasokan dan efisiensi biaya persediaan.

Tahun ini Perum BULOG akan lebih selektif dalam melakukan penyerapan gabah beras dan memaksimalkan kegiatan jemput bola ke petani guna mendapatkan stok sesuai yang dibutuhkan untuk kegiatan penjualan ataupun penyaluran lainnya.

Maka, dengan tambahan serapan dari Meulaboh – Aceh yang dilakukan,  sebanyak 500 ton. “Total serapan beras BULOG dari Petani tahun 2021 per hari ini sudah sebanyak 30 ribu ton,” kata Suyamto.

Selain itu BULOG juga akan memaksimalkan strategi pengadaan dalam negeri saat puncak panen raya pada bulan Maret – April sebagai upaya memperoleh jaminan pasokan beras PSO dan menjaga stok beras CBP/PSO sesuai penugasan yang diberikan.

Selanjutnya BULOG juga melakukan pengadaan GKG dengan Sistem Kontrak / Perjanjian Terikat dengan Mitra Kerja Pengadaan (MKP).

Hingga kini stok yang dikuasai BULOG hampir mencapai 1 juta ton, dan harapannya saat panen raya nanti BULOG akan dapat menyerap secara maksimal gabah beras dari petani .

“Guna menjaga stabilisasi harga di tingkat petani dan mencukupi kebutuhan stok sesuai penugasan dan kebutuhan penyaluran,” tambah Suyamto.

Intinya, BULOG melakukan pengaplikasian sistem Supply Chain Management yang digunakan dalam mengintegrasikan rencana penjualan dan pasokan dengan tetap.

Tentu saja, dengan memperhatikan rencana bisnis (penyaluran, penjualan, pengolahan, pengadaan, produksi dan keuangan) ke dalam suatu rencana terpadu.

Diharapkan ke depannya BULOG  agar lebih optimal dalam melakukan penyerapan beras/gabah melihat dari peluang pasar di masyarakat.

 

 3 total views



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
  • Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Trending