Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

KORAN PRIORITAS

Cuci Tangan Atasi Infeksi, Selamatkan Nyawa – KORAN PRIORITAS

Published

on

Seorang anak memakai masker dan faceshield sedang mencuci tangan di wastafel, di pusat penjualan elektronik di Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).


Dalam memperingati Hari Kebersihan Tangan Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya praktik kebersihan tangan yang baik dalam upaya menghentikan penyebaran infeksi yang mematikan. Dikatakan bahwa praktik ini terutama penting sementara dunia sedang berjuang melawan virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19.

COVID-19 telah secara dramatis mengkukuhkan pentingnya mencuci tangan. Kepala pencegahan dan pengendalian infeksi WHO, Benedetta Allegranzi, mengatakan tindakan sederhana ini dapat mencegah risiko penularan infeksi, bila dilakukan sebagai bagian dari paket tindakan kesehatan masyarakat yang komprehensif.

Advertisement

“Kebersihan tangan yang efektif juga mencegah infeksi karena perawatan kesehatan, penyebaran resistensi antimikroba dan ancaman kesehatan lain yang muncul. Kebersihan tangan adalah tindakan sederhana yang berperan sentral dalam berkontribusi pada perawatan berkualitas dan upaya seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran infeksi dan menyelamatkan nyawa.”

Survei WHO di 88 negara mendapati bahwa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah membuat kemajuan yang jauh lebih rendah daripada negara-negara berpenghasilan tinggi dalam melaksanakan program kebersihan tangan dan pencegahan infeksi.

Seorang anak memakai masker dan faceshield sedang mencuci tangan di wastafel, di pusat penjualan elektronik di Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).

Laporan tersebut mencatat satu dari empat fasilitas perawatan kesehatan di negara-negara miskin tidak memiliki layanan dasar air dan satu dari tiga fasilitas tidak memiliki perlengkapan kebersihan tangan.

Allegranzi mengatakan negara-negara miskin kekurangan uang yang dibutuhkan untuk menopang infrastruktur perawatan kesehatan yang hancur. Akibatnya, sebagian besar fasilitas perawatan kesehatan tidak memenuhi persyaratan minimal untuk terobosan signifikan dalam upaya mengurangi infeksi yang seringkali mengancam jiwa.

“Misalnya, di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah, hanya satu dari 10 pekerja yang mempraktikkan kebersihan tangan yang benar ketika mereka merawat pasien yang berisiko tinggi terkena infeksi di unit perawatan intensif. Sementara itu, di negara-negara berpenghasilan tinggi, kepatuhan melakukan praktik kebersihan tangan jarang melebihi 60 hingga 70 persen,” imbuhnya.

Advertisement

WHO melaporkan setiap tahun, infeksi yang menular dari perawatan kesehatan mempengaruhi jutaan pasien dan petugas kesehatan di seluruh dunia. Eropa sendiri, katanya, mencatat hampir sembilan juta infeksi setiap tahun. Badan PBB itu mengatakan bahwa ada berbagai strategi kebersihan tangan yang sangat efektif dan murah yang dapat mengurangi jumlah infeksi itu hingga setengahnya. [lt/ka]



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *