Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MEDIA TERKEMUKA

Fitur Keamanan Aplikasi di Medsos

Published

on


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Kepopuleran media sosial menarik minat para penjahat siber untuk melakukan aksinya. Di media sosial sering ditemukan penipuan dengan berbagai modus. Beberapa diantaranya, pinjam uang dari medsos, akun medsos di-hack, iklan phishing, hingga SMS berhadiah.

Agar tidak terkena serangan siber dengan modus sejenis. Kita bisa menghindarinya dengan memanfaatkan fitur proteksi pada perangkat digital baik itu melalui hardware atau software.

“Di perangkat keras kita bisa menggunakan PIN/Password untuk melindungi gadget kita. Berkembang lagi fingerprint dan face authenticator agar lebih aman,” jelas Asfan Muqtadir, Dosen Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa timur, Selasa (19/10/2021).

Advertisement

Ia mengatakan, untuk media sosial dan aplikasi sejenis, fitur keamanan penting untuk menjadikan akun-akun kita lebih privat. Pada aplikasi seperti media sosial, fitur keamanan biasanya berada pada privacy setting. Contohnya, pada aplikasi WhatsApp kita dapat mengatur agar akun kita lebih privat, seperti foto profil dan status hanya untuk kontak.

Selain itu, agar tidak ada orang yang sembarang login atau mencoba meretas akun Whatsapp, kita bisa menggunakan fitur two factor authentication untuk keamanan ekstra. Sistem keamanan ini merupakan sebuah sistem yang membutuhkan dua jenis autentikasi oleh penggunanya. 2FA memerlukan dua faktor yaitu something you have (handphone) dan something you know (password/PIN).

“Dengan 2FA saat login kita akan dikirimkan sebuah kode yang bisa digunakan di waktu tertentu sebagai bantuan verifikasi,” ungkapnya.

Sebagai pengguna aplikasi, upaya lain yang bisa kita lakukan ialah menggunakan jaringan pribadi bukan Wi-Fi publik, waspadai modus phishing dan jangan klik sembarangan, tingkatkan keamanan akun dengan password yang sulit serta menyalakan 2FA, dan lindungi ponsel dengan selalu memperbarui aplikasi pada ponsel.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Stephanie Olivia (Tenaga Ahli DPR RI), Emalia Iragiliati Sukarni (Ahli Pragmatic Linguistik Antropologi), Valencia Vergie Pramono (Marcomm Managert at IMS Indonesia), dan Untsaa Nabilla sebagai Key Opinion Leader.

Advertisement

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Sumber Berita

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *