Connect with us

MEDIA TERKEMUKA

Inilah Perlindungan yang Didapat Bharada E setelah Berstatus Justice Collaborator

Published

on


TEMPO.CO, Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK memutuskan memberikan perlindungan penuh kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E sebagai justice collaborator dalam kasus kematian Brigadir J. Dengan status justice collaborator, apa saja bentuk perlindungan yang diberikan kepada Bharada E tersebut?

1. Perlindungan fisik melekat

Dikutip Koran Tempo edisi Selasa, 16 Agustus 2022, yang paling pertama didapatkan dari justice collaborator ialah perlindungan fisik yang melekat dari LPSK. Menurut Wakil Ketua LPSK, Edwin Partog, perlindungan tersebut bukan ditempatkan dalam safe house LPSK, melainkan ditempatkan di ruang tahanan khas Bareskim selama perlindungan.

Advertisement

Proses perlindungannya pun akan lebih ketat dengan menempatkan penjagaan berlapis. Hal tersebut dilakukan mulai dari luar sel sampai ruang tahanan. Lalu bentuk pengamanan lain dari perlindungan fisik ialah menempatkan polisi tanpa senjata di dalam tahanan Bharada E.

Untuk pengamanannya sendiri dilakukan secara bergantian di luar tahanan sel selama 24 jam. Ditambah dengan memberi CCTV khusus untuk memperkuat bukti pertahanan.

2. Perlindungan hukum

Melansir Indonesia Law Reform Journal yang terbit pada 2021, perlindungan hukum telah dijamin dalam Pasal 28I ayat (4) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Sementara itu, perlindungan hukum diberikan dengan mengayomi kepada Hak Asasi Manusia yang dirugikan orang lain dan perlindungan tersebut.

Hal tersebut dilakukan agar seseorang mendapatkan hak-hak yang diberikan oleh hukum. Dalam upayanya memberikan jaminan hukum, perlindungan akan diberikan oleh penegak hukum untuk memberikan rasa aman, baik secara pikiran maupun fisik dari gangguan dan berbagai ancaman dari pihak manapun.

Advertisement

Selain itu, perlindungan hukum melalui pendekatan keadilan restoratif akan memberikan rangsangan saksi lainnya mengajukan diri menjadi justice collaborator. Hal ini membuat seseorang lebih berani mengungkapkan kebenaran, serta perasaan tidak takut dalam upaya penanggulangan organized crime.

3. Perlindungan keluarga

LPSK juga menjamin keselamatan Bharada E serta kerabat dan keluarganya. Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, mengatakan lembaganya akan memberikan perlindungan kepada keluarga Bharada E dari segala intimidasi dan bujuk rayu.

Dengan kata lain, hal ini menjadi cara agar penegakan seluruh komponen yang melekat pada justice collaborator menjadi lebih efektif dan efisien dalam mengungkap perkara. 

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban secara implisit mengatur hak-hak justice collaborator yang dirumuskan dalam Pasal 5 ayat 1 yang bunyinya sebagai berikut: “Memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga, dan harta bendanya serta bebas dari ancaman kesaksian yang akan, sedang atau telah diberikannya.”

Advertisement

4. Perlindungan bantuan rehabilitasi psikososial dan psikologis.

Masih dalam UU yang sama menyebutkan bahwa seorang justice collaborator akan mendapatkan sebuah bentuk pelayanan psikologis serta sosial. Hal ini bertujuan untuk membantu saksi pelapor memulihkan dan melindungi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritualnya.

Selanjutnya, perlindungan ini mengupayakan agar fungsi sosial seseorang kembali normal secara wajar. Dalam mengupayakan perlindungan ini berjalan, maka akan dilakukan langsung oleh psikolog atau disebut bantuan medis selama proses pengadilan.

FATHUR RACHMAN

Baca juga: LPSK Terima Permohonan Justice Collaborator Bharada Richard Eliezer

Advertisement





Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.