Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MEDIA TERKEMUKA

Jalan Sutra Bakmi Pasar Baru dan Makan Enak, Repost: Beritasenator.com

Published

on


Tulisan kuliner ini, menjadi tulisan Terpopuler dalam dua hari belakangan ini online  Beritasenator.com. Untuk itu,  Merry Srifatmadewi dan Ludi Hasibuan mengajak pembaca temposiana.com untuk mencoba, sekaligus bernostalgia.

1. Sin Moy Kong, samping Metro Pasar Baru. Lindung cah fumak, bakmi goreng kucai, saklon/kodok batu cah sayur asin, babat jarit, menu favorit keluarga inti saya.

Advertisement

2. Chinese food Lie Hua, dekat jalan Lautze, letak rumah makan tusuk sate, letak di huk, sebelum masuk ke arah Karang Anyar. Dengan capcai, fuyunghai, dll.

3. Toge Goreng Sin Hwa, jalan Lautze. Toge, oncom, kucai, bakmi dengan siraman bumbu tauco ditambah sambal. Ngeces kan bayanginnya….

4. Medan Baru dengan gulai kepala ikan, sambal asam ganja dan masakan Padangnya. Btw, sambal ganja itu bukan ganja beneran ya.

5. Rujak Serut samping kanan Metro Pasar Baru. Antrian mengular, lebih baik pesan dulu.

6. Baso Loncat di pertokoan Metro Atom dengan macam-macam pilihan mirip Yong Tofu Singapur, gurame tahu tausi, kwetiau goreng seafoodnya uenakk, dll.

Advertisement

7. Saung Bamboe, jalan Pasar Baru no.48-50, seberang toko Sepatu Bata. Dengan masakan Indonesia dan Chinese serta dessert seperti pisang goreng madu, pisang goreng keju dengan suasana tempat makannya yang nyaman dengan anyaman bambu dan lampu dari anyaman rotan.

8. Soto Padang H. St. Mangkuto dan kue-kue khas Padang.

9. Soto Madura Pak Hadi, jalan Pintu Air, dengan tambahan paru, kerupuk kulit, telur asin. Mantap Betul!

10. Haka Chinese Restaurant, jalan Pintu Air.

11. Sari Bundo, jalan Ir. H. Juanda. Tempat terkenal para pejabat makan nasi padang.

Advertisement

12. Warung Nasi Semarang dengan sambal ati goreng, sayur sop, dendeng, empal, dll. Dulu berjualan di jalan Gereja Ayam dan samping SD Negeri, kini berada di gang Kelinci III.

13. Pasar Baru Permai, jalan Pasar Baru no.78 di lantai 2 di atas toko emas, toko yang diapit toko Galeria Matahari. Sempat beberapa kali ganti manajemen. Pada zamannya resto ini menjadi tempat makan artis terkenal.

14. Soen Joe, gang Kelinci III/gang Sutek.

15. Sui Sen, Metro Atom.

16. Aboen, gang Kelinci.

Advertisement

17. Hau-Hau, jalan Gereja Ayam.

18. Ikati, basement Metro Atom.

19. Akui, basement Metro Atom.

20. Bakmi Ayam Garam A6, di jalan H. Samanhudi.

21. Bakso Rusuk Samanhudi 24 jam.

Advertisement

22. Masakan India di jalan Pasar Baru, Pintu Air dan belakang Pasar Baru.

23. Parisienne (Pandan Wangi) sebelah toko Lie Ie Seng dengan kue Marmer Cake, Ontbijtkoek, katetong (lidah kucing), nastar, susisbrood babi/ayam, kue dengan resep Belanda otentik djaman baheula.

24. Somai abang-abang dekat Sekolah Karunia.

25. Kue ape/kue T*t*, jalan Pintu Air.

26. Comro, misro mini di Pintu Air.

Advertisement

27. Buah lontar, kadang ada kadang enggak. ????????.

28. Kerak Telur, makanan khas Jakarta Fair yang kini dapat dibeli kapan waktu di jalan Pintu Air.

29. Kue Rangi kadang mangkal depan Bakmi Soen Joe.

30. Mon Ami. Kue jongkong/pipis kopyor dengan tepung beras, kelapa diguyur kuah bersantan dimakan dalam keadaan dingin, risoles ragout dengan saus kuningnya, clorot, kue lumpur, cente manis, dll.

31. Mie goreng dengan siraman saus kacang, lontong sayur, lopis, getuk, cenil. Basement Metro Atom, belakang penjual pisang, sebelah tukang toge dan oncom.

Advertisement

32. Ketupat Gloria, cabang ketupat di Gloria, Glodok di Metro Atom.

33. Shantung, jalan Antara. Chinese Restaurant yang menjadi tempat makan favorit orang India.

32. Nasi Uduk Kota Intan yang berjualan di depan GKI Samanhudi di malam hari. Nasi uduk, ayam goreng, sambal gandaria, sayur asem, saya menulis sambil ngiler membayangkan, begitu juga dengan yang membaca nahanin air liur jangan sampai menetes berjatuhan.

33. Tropic dengan ice cream serta makanan seperti Lontong Cap Gomeh.

34. Soto Betawi di jembatan Metro.

Advertisement

Dulu di jalan Antara ada Restoran Ho Ping tutup karena tidak ada penerusnya, Aliong ala kaki lima yang hingga kini masih berjualan di Pecenongan.

Ayam goreng Mardun dekat Krekot pindah ke jalan Mangga Besar.

Ditambah daerah Wisata kuliner lainnya mencakup Pecenongan, Karang Anyar, Batu Ceper, Batu Tulis, Taman Sari, Mangga Besar, jalan Veteran dengan es Itali, es RAGUSA dengan bangku rotan, pengamen dari karyawannya sendiri.

Bakmi di Pasar Baru yang hingga kini masih eksis di antaranya adalah: Bakmi Aboen, Bakmi Gang Kelinci, Bakmi Sui Sen, Bakmi Soen Joe.

Ada juga bakmi di sekitar daerah Pasar Baru seperti Bakmi Karet Krekot, langganan keluarga kami.

Advertisement

Dulu juga ada Bakmi Permata dan sudah beberapa tahun ini tutup. Sangat disayangkan. Bakmi dengan topping babi merah/ayam. Ketika makan hampir selesai, selalu ada dessert sepiring kecil ketan hitam, sagu mutiara dan areh disajikan gratis.

Di luar nama Bakmi tersebut masih ada Bakmi Hau-Hau, Bakmi Encek di gg. Kelinci Dalam (Umat GKI Kelinci tahu bakmi ini, jualannya dekat pinggir got),

Ada bakmi abang-abang belakang Toko Europa, setelah kebakaran dan sejak tahun 1989 menjadi Toko Galeria Matahari, Bakmi Ayam Jamur Poseng oleh anak buah/tukang masak bakmi di Bakmi Aboen, Bakmi dekat Apotik di Gereja Ayam milik Tante/Ibu dari salah satu murid Sekolah Karunia, Willy Apriyanto, Bakmi Ikati dan Engko pendek yang berada di basement Metro Atom.

Ada tukang bakmi yang menurut saya tak bisa dilupakan dalam sejarah perbakmian di Pasar Baru adalah bakmi di pinggir jalan Antara. Bakmi ini paling terenak di zaman itu, hingga kini masih terbayang kenikmatannya. Jualannya malam hari, jualan ala kaki lima. Apa yang membedakan Bakmi ini dengan Bakmi lainnya?

Bakminya dengan sambal kacang!

Advertisement

Hingga saat ini saya belum ketemu lagi bakmi seperti itu. Bakminya dibuat sendiri pula. Very exciting!

Bakminya dibuat di dalam rumah di jalan gang Poseng III. Masih dalam ingatan, bakmi yang sudah dibuat diletakkan dalam tampah bambu. Penjualnya masih ada hubungan keluarga dengan saya.

Apa nama bakmi tersebut? Sayangnya tidak pakai nama. Saya hanya tahu makan enak, pergi beli di tempat itu, menikmati makanannya sekaligus bawa pulang.

Sudah itu saja, tak peduli tentang nama bakmi. Berhubung tidak ada generasi penerus, usaha bakmi dilanjutkan oleh saudara yang masih ada hubungan dengan keluarga. Terakhir dikelola oleh Papa/Om dari Stefany Pricilia.

Selain bakmi tersebut, masih ada lagi Bakmi Akit, Papa saya memanggilnya Akit Suk. Jualannya juga mulai malam hari, letaknya pinggir jalan eks depan toko buku atau showroom mobil sebelum Metro Pasar Baru atau seberang pertokoan Globe (yang terkenal dengan penjualan uang dollar dan buku komik).

Advertisement

Gerobak bakminya bersebelahan dengan tukang kue dan kacang rebus. Pemilik bakmi tersebut tinggal di sekitar Gang Brijo/Gang Kaca-Kaca, masih daerah Pasar Baru. Lagi-lagi sayang seribu sayang, usaha bakmi tersebut tidak ada yang melanjutkan.

Bakmi Sepakat kini menjadi Bakmi Big Boss bisa dibeli via go food. Selain Bakmi Sepakat, ada Bakmi Asia, pemiliknya orangtua Tjin Lung teman SD-ku.

Rumah Makan Bakmi Asia menjadi tempat jualan Bakmi Gang Kelinci sekarang, dulu Bakmi Gang Kelinci berjualan di tengah-tengah, depan tukang Cakwe, Atek.

Letak Bakmi Sepakat dan Bakmi Asia satu jejeran di jalan Kelinci Raya. Plus Bakmi Mido, seberang Bakmi Sepakat.

Oh masih ada lagi Bakmi ‘engko Pantat Gede’ dulu jualan di Gereja Ayam paling ujung. Sempat tutup dan terakhir berjualan kembali di samping Metro Pasar Baru dekat tukang rujak serut yang ramai banget.

Advertisement

Masih ada lagi Baso Chuan-Chuan dengan bakmi kepiting ala Pontianak di Metro Atom, lalu buka cabang di foodcourt Metro seberang.

Sempat buka cabang juga di daerah Alam Sutera. Dan di Pasar Baru akhirnya tutup. Untuk lebih detail bisa tanyakan ke Yuliana Ng atau generasi kedua yaitu Vony Meilinda atau Joe Henry Suseno (Achuan).

Saat ini daerah sekitar Pasar Baru masih ada Bakmi Mikado di jalan Krekot dengan Lomienya yang terkenal dan awalnya berjualan di jalan Kelinci Raya dekat “Sumber Ria”.

Lalu ada Bakmi gerobak abang-abang “Sam” atau bakmi karet “Iwan” depan Gereja Kristen Indonesia, Jalan Samanhudi no.28-30, bakmi kangkung “Berkat” di Metro Atom yang sudah mendapat approved Tirta Lie, ada juga bakmi goreng kucai dekat jalan Lautze, dan lain-lain.

Adik penulis, Imelda Gumilar dan Anton Norman ada buka Sotomie di Gang Poseng, berpindah haluan dan berjualan bakmi W3 di jalan Cipinang Elok II blok W3 Toko Europa.

Advertisement

Selamat menikmati jalan sutera perbakmian. Selamat bernostalgia. Selamat berbahagia. Selamat menikmati.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *