Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MEDIA TERKEMUKA

Oh! Jadi Begini Trend dan Bisnis Wearable Device di Indonesia

Published

on


Jakarta, temposiana.com – Tak dipungkiri pandemi Covid-19 yang hingga kini masih melanda kehidupan, mendorong masyarakat untuk mengadopsi cara-cara digital tak terkecuali di lingkup bidang kesehatan, salah satunya dengan mengenakan wearable device.

Untuk menunjang kesehatan itu, dua perangkat sangat popular sekaligus diandalan, bahkan sudah menjadi tren smartwatch dan smartband. Kedua perangkat ini secara fungsi cukup bisa memantau kesehatan Anda melalui berbagai fitur yang tersamat di dalamnya, sebut saja seperti monitor detak jantung, SpO2 (oksimeter), mendeteksi kadar glukosa (gula) darah, hingga sajian berbagai mode olahraga dengan pantauan yang detail tentunya.

Baca juga: Bincang temposiana.com: Mengukur Dampak Perang Teknologi AS Vs China

Advertisement

Secara tren tentu tidak terbatas, fitur yang bakal terupdate nantinya menjadi bagian penting dari kemajuan perangkat pintar ini.

Terlebih di era 5G, perangkat health tracker sepertinya bakal masuk dalam sebuah skema besar pemantau kesehatan kedepan, yang ujungnya bakal terhubung ke pusat-pusat kesehatan.

Sementara itu dari sisi permintaan perangkat wearable tumbuh menjadi 153,5 juta pada kuartal terakhir 2020. Angka ini naik 27,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan sepanjang 2020 hampir sama dan pengiriman mencapai 444,7 juta.

Baca juga: Bincang temposiana.com: Sepak Terjang Rudiantara Selama 1 Tahun Menjabat Menkominfo

Dan alat perangkat health tracker mengalami  dua pertiga dari pengiriman. Smartwatch berada di urutan kedua dengan 24,1 persen dan kemudian ada smartband 11,5 persen. Yang menarik dari catatan IDC, pandemic memang tercatat berdampak negatif pada penjualan banyak produk. Namun, sebaliknya pandemi justru malah meningkatkan perangkat yang berhubungan dengan kesehatan.

Advertisement

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya pun mengatakan pada 2022 jumlah perangkat atau sensor IoT yang digunakan di Indonesia mencapai 400 juta sensor dengan nilai pasar sekitar Rp 350 triliun. Dan laju IoT kedepan dinilai bakal menjadi tulang punggung, dalam mendorong transformasi digital di sejumlah sektor selama pandemi Covid-19.

Melihat potensinya yang begitu besar tentu menjadi menarik untuk dibahas secara mendalam, sebenarnya seperti apa trend dan potensi perkembangan teknologi wearable device ini di Tanah Air.

Baca juga: Ririek Adriansyah Bicara Tentang Strategi Telkomsel di Bincang temposiana.com

Untuk mendapat berbagai jawaban dari catatan tersebut, mari ikuti program Bincang temposiana.com live di platform Instagram pada Rabu, 23 September 2021 Pukul 11.00 WIB.

Program talk-show ini akan mengangkat tema ‘Menakar Potensi Bisnis Wearable Device di Tanah Air’  bersama Anjar Maulana Sandi Product Manager PT Ingram Micro Indonesia, dipandu oleh Uday Rayana, selaku Editor in Chief Selular.

Advertisement

Bagi yang tertarik mengikutinya, bisa  langsung kunjungi instagram temposiana.com atau mengklik tautan berikut ini:  Bincang temposiana.com temposiana.com





Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *