Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

MEDIA TERKEMUKA

Pahami Aturan Digital pada Anak

Published

on


EKSEKUTIF.COM – Saat ini kita memasuki era digital di mana peranan orang tua dan pendidik sangat penting untuk mengajarkan anak memanfaatkan dunia digital.

“Generasi anak zaman sekarang ini masuk ke generasi Z dan Alfa. Generasi ini merupakan generasi digital native. Di mana mereka diperkenalkan dengan dunia digital dari usia dini,” ujar Mardiana RL, Vice Principal in Kinderhouse School, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang.

Mardiana juga mengungkapkan bahwa generasi ini memiliki pemikiran yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Kemudian, pada device yang digunakan, generasi Z lebih banyak menggunakan smartphone mereka.

Advertisement

Banyak hal yang dikhawatirkan orang tua saat anak menggunakan internet, yaitu keamanan informasi anak, interaksi anak di ruang maya, dan konten yang dikonsumsi oleh anak di ruang maya.

Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam mengawasi anak dalam menggunakan internet. Internet memang memberikan dampak positif karena anak bisa belajar segala hal tanpa batas sekaligus akses informasi yang tak terbatas.

Meski memiliki dampak positif, penggunaan internet pada anak secara tidak bijak justru menimbulkan dampak sebaliknya. Dampak negatif dari penggunaan internet antara lain adiksi terhadap game, rentan terkena serangan siber, dam konten negatif.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua dalam mengajarkan aturan berdigital pada anak ialah membatasi screen time. Batasan waktu screen time ini bervariasi tergantung dengan usia anak. Pada umur 0-2 tahun tidak disarankan untuk memberikan screen time kepada anak. Kemudian, usia 2-3 tahun anak hanya boleh mendapat screen time selama 30 menit.

Lanjutnya, pada umur 3-5 tahun, maksimal anak mendapat screen time selama 1 jam dan boleh memilih aplikasi yang disuka sesuai pengawasan orang tua. Jika lebih dari 5 tahun, anak boleh mendapat screen time selama 2 jam.

Advertisement

Jika anak sudah mengatasi kecanduan, cara mengatasinya dengan komunikasi secara dua arah dan memberitahu anak bahaya menggunakan gawai terlalu lama. Selain itu, orang tua bisa menetapkan wilayah bebas gawai di rumah atau membuat aktivitas menyenangkan tanpa gadget. Apabila anak sudah kecanduan dalam tingkat yang parah, orang tua bisa menghubungi profesional untuk segera ditangani.

“Aktivitas bersama anak bisa meningkat dan mengasah motoriknya, Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah seperti kulit telur yang telah dicuci. Aktivitas ini juga bisa mengajarkan anak soal problem solving,” tuturnya.

Agar anak semakin aman dalam menggunakan gadget dan media digital. Orang tua bisa memanfaatkan fitur atau aplikasi parental control. Dengan menggunakan parental control, orang tua bisa membatasi waktu anak bermain gadget, mengawasi aktivitas anak di media digital, dan menyetujui atau tidak menyetujui aplikasi-aplikasi yang diunduh oleh anak.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Amykamila (CEO @Heysobofficial), Aris Munandar (PP Forum TBM), Eko Prasetyo (Co-Founder Syburst Corporation), dan Ibrahim Hanif sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Advertisement

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Sumber Berita

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *