Connect with us

TIRAS

Sidang Pleno Istimewa Laporan Tahunan Mahkamah Agung

Published

on


Kepala Negara menyebut bahwa pemerintah memberikan apresiasi yang setingi-tingginya pada upaya-upaya yang telah dilakukan Mahkamah Agung.

MA telah memperluasan implementasi e-Court dan e-Litigation pada perkara-perkara pidana, pidana militer, dan jinayat, serta peningkatan versi direktori putusan.

“Saya juga gembira karena penyelesaian perkara melalui aplikasi e-Court mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat pencari keadilan. Jika dibandingkan tahun 2019, jumlah perkara yang didaftarkan melalui e-Court pada tahun 2020 meningkat 295 persen dan 8.560 perkara telah disidangkan secara e-Litigation,” imbuhnya.

Krisis kesehatan global akibat pandemi Covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan secara drastis dan mendorong penerapan cara-cara baru termasuk penyelenggaraan peradilan. Penyelenggara peradilan dipaksa bertransformasi lebih cepat dan bekerja dengan cara-cara baru untuk mematuhi protokol kesehatan, mengurangi pertemuan tatap muka, dan mencegah kerumunan.

Presiden menyebut pandemi mengakselerasi transformasi di lingkungan peradilan.

Tahun 2020 secara virtual,menyebut bahwa cara kerja baru telah dilakukan pada Mahkamah Agung dengan mengakselerasi penggunaan teknologi informasi, baik dalam bentuk e-Court maupun e-Litigation sehingga pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan tidak terganggu dan kualitas putusan juga tetap terjaga.

” Datangnya pandemi oleh Mahkamah Agung sebagai momentum,  dibajak untuk melakukan transformasi yang fundamental dengan cara-cara fundamental,” ujar Presiden dari Istana Negara, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021.

Profesor H Muhammad Syarifuddin  dalam laporannya menyampaikan bahwa penanganan perkara di masa pandemi telah menimbulkan ancaman besar bagi keselamatan warga peradilan dan pencari keadilan.

Untuk itu Mahkamah Agung telah mengambil langkah cepat dan berinovasi untuk melindungi aparatur peradilan dan para pencari keadilan.

“Di tengah pandemi Mahkamah Agung mengambil langkah cepat dengan mengubah mekanisme persidangan konvensional menjadi elektronik,” kata Ketua MA yang menyampaikan laporan dari Gedung Mahkamah Agung.

Terobosan-terobosan oleh penyelenggara peradilan demikian penting. Membuktikan bahwa sistem peradilan Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat sehingga dapat terus berinovasi agar mampu melayani masyarakat lebih cepat dan lebih baik.

Memang akselerasi penggunaan teknologi bukanlah tujuan akhir. Percepatan penggunaan teknologi adalah pintu masuk untuk transformasi yang lebih luas, transformasi yang lebih besar dalam penyelenggaraan peradilan untuk mempercepat terwujudnya peradilan modern.

Penerapan teknologi informasi dalam sistem peradilan di Mahkamah Agung juga terbukti mampu meningkatkan kinerja penyelenggara peradilan secara signifikan. Jumlah perkara yang diterima merupakan yang terbanyak dalam sejarah. Perkara yang diputus juga terbanyak sepanjang sejarah.

Syarifuddin yang dikenal dengan terobosan Heuristika Hukum ini memaparkan, semua bisa dilakukan tanpa mengurangi kualitas putusan.

Mahkamah Agung terus meningkatkan kualitas aplikasi e-Court, termasuk standarisasi kewajiban para pihak, pemeriksaan saksi dan ahli secara daring, salinan putusan atau e-Verdict, juga perluasan aplikasi e-Court untuk perkara-perkara perdata yang bersifat khusus.

Prof Syarifuddin mengakui, upaya-upaya untuk melakukan reformasi peradilan melalui penerapan sistem peradilan yang modern adalah keharusan.

Sebagai benteng keadilan, Mahkamah Agung dapat mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor melalui keputusan-keputusan yang mengurangi disparitas pemidanaan.

Dengan kinerja dan reputasi yang semakin baik, Mahkamah Agung dapat menghasilkan putusan-putusan ‘Landmark Decisions’ dalam menggali nilai-nilai dan rasa keadilan masyarakat sehingga lembaga peradilan menjadi lembaga yang makin terpercaya.

Turut mendampingi Presiden di Istana Negara yaitu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TIRAS

Kini Kelihatan Wujud Masyarakat Berjiwa Pancasila

Published

on

By


“Masyarakat taat menjalankan protokol kesehatan dan mau menerima vaksinasi, itu Pancasila banget,” ujar Karjono,  Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) .

Karjono mengatakan bahwa melaksanakan atau menaati sebuah regulasi demi kebaikan bersama, meskipun di dalam regulasi itu tidak tercantum kata Pancasila, tetap merupakan tindakan yang sejalan dengan nilai Pancasila.

“Kita tunduk dan taat pada protokol itu wajib,” katanya.

Di sisi lain, kata dia, langkah pemerintah menerbitkan regulasi atau peraturan pada saat keadaan darurat seperti pandemi, juga menandakan pemerintah sudah sejalan dengan Pancasila.

Dia memandang penanganan pandemi saat ini sudah komplit secara regulasi. Presiden selaku Kepala Negara juga telah menggunakan kewenangannya untuk mengambil keputusan saat kondisi darurat.

Pada tahap ini, kata dia, seluruh kepala daerah juga harus menundukkan diri dan satu komando dengan keputusan Presiden tersebut.

“Dalam arti kondisi emergency, misalnya menyatakan perang saja diambil alih Presiden, menghentikan perkara saja diambil alih Presiden. Jadi terkait kesehatan juga ada hal-hal yang diambil alih Presiden. Itu terkait kewenangan,” katanya.



Sumber Berita

Continue Reading

TIRAS

Zona Ekonomi Chengdu-Chongqing

Published

on

By


Dua kota setingkat provinsi dan provinsi yang letaknya berdekatan di China, yakni Chongqing dan Sichuan, bersaing menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade 2032. Kedua daerah tersebut sangat terkenal dengan kuliner pedasnya di China. “Ini pengumuman sepihak Pemerintah Provinsi Sichuan. Saya baru membacanya di internet kemarin siang,” kata seorang karyawan otoritas olahraga Pemerintah Kota Chongqing dikutip media […]

The post Zona Ekonomi Chengdu-Chongqing first appeared on TIRAS.id.



Sumber Berita

Continue Reading

TIRAS

Cara Membiasakan Anak Pakai Masker

Published

on

By


Catatannya adalah ada rasa ketidaknyamanan saat memakai masker pada anak. Untuk itu orangtua ditantang untuk mengajari buah hatinya untuk disiplin menggunakan masker.

Kunci pengajaran terletak pada contoh dari orang dewasa yang berada serumah dengan anak. Orangtua harus menggunakan masker secara benar saat ke luar rumah, atau di dalam rumah saat berada dalam kondisi sakit.

“Kuncinya itu orang dewasa yang satu atap harus mencontohkan menggunakan masker terutama beritahu mereka tentang kondisi sekarang.”

Jelaskan kepada anak bahwa sekarang terjadi pandemi virus corona yang penyebarannya lewat percikan dari batuk serta bersin. Berdasarkan beberapa penelitian, bahkan percikan dapat bertahan di benda-benda yang terkena, lalu menempel ketika disentuh dan akhirnya jadi menular.

Dia mengingatkan, pada prinsipnya anak tidak direkomendasikan untuk keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak seperti imunisasi, berobat atau kontrol rutin yang wajib.

Selain itu, dianjurkan menerapkan pola hidup dengan protokol kesehatan 3M selain memakai masker yakni rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

Penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi COVID-19 bukan cuma untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak.

Seorang dokter Anak Indonesia merekomendasikan masker dipakai oleh anak di atas usia dua tahun.

“Kalau anak itu lebih dari 2 tahun, direkomendasikan penggunaan masker dan face shield,” kata sang dokter.

Mengingat kondisi krisis masker, masker kain juga diperbolehkan untuk dipakai selama terdiri dari tiga lapis. Masker kain bisa dipakai oleh anak-anak dengan kondisi imunokompeten, daya tahan tubuh baik.

Buah hati yang tidak memiliki penyakit kronis, tidak menderita kanker atau menjalani pengobatan dengan kemoterapi diperbolehkan memakai masker kain.

“Ukuran maskernya juga harus benar. Hidung, mulut dan dagu harus tertutup,” jelas dia.

Sementara itu, anak yang punya sistem kekebalan tubuh lemah (immunocompromised) direkomendasikan untuk melindungi diri dengan memakai masker bedah.

Setelah memakai masker, anak juga direkomendasikan menambah perlindungan dengan pelindung wajah (face shield). Dia mengingatkan, penggunaan pelindung wajah juga harus benar agar fungsinya bisa berjalan.

“Sama seperti masker, harus menutupi sampai dagu. Kadang ada beberapa face shield yang hanya tertutup sampai mulut. Face shield yang benar itu harus sampai di bawah dagu.”

Alternatif perlindungan untuk anak usia di bawah dua tahun adalah pelindung wajah, atau pelindung yang dipasang pada kereta dorong.

“Tapi harus dengan syarat pengawasan ketat oleh orang tua atau pengasuh selama penggunaan shield atau penutup tersebut,” jelas dia.

WHO Merekomendasi:

1. Anak 12 Tahun ke Atas

Bagi anak-anak berusia 12 tahun ke atas, anjuran pakai masker untuk anak yaitu Si Kecil harus pakai masker yang sama dengan yang dipakai oleh orang dewasa.

Khususnya ketika anak tersebut masih belum menjamin untuk menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter dan berada di area yang rentan penularan  covid-19.

2. Anak 6-11 Tahun

Sedangkan bagi anak-anak yang berusia antara 6-11 tahun,  WHO menyarankan untuk mempertimbangkan seberapa luas penularan virus.

Apakah anak tersebut berinteraksi dengan orang yang berisiko tinggi menularkan  covid-19 seperti orang tua.

Sehingga hal ini perlu pengawasan orang tua atau orang dewasa dalam membantu anak-anak menggunakan, memakai, dan melepas  masker dengan baik dan benar.

3. Anak di Bawah 5 Tahun

Anak yang berusia di bawah lima tahun dan dalam kondisi sehat serta normal tidak boleh memakai masker.

Sementara itu, bagi para tenaga pendidik atau guru yang berada di wilayah zona merah atau tingkat penularan tinggi, meskipun dalam keadaan sehat, dan berusia di bawah 60 tahun, harus memakai masker kain.

Terlebih ketika tidak mampu menjamin dalam setiap aktivitas mampu menjaga jarak dengan orang lain terutama anak-anak.

“Ini sangat penting untuk orang dewasa yang bekerja dengan anak-anak yang mungkin memiliki kontak dekat dengan anak-anak dan satu sama lain” tulis WHO dalam situs resminya.***

 

Editor: Tiara Sayusti

Sumber: Orami Magazine


TAGS

Menghilangkan papiloma. Dengan bahan bahan alami tanpa obat medis!!!

Kekuatan pria meningkat 1

 



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
  • Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Trending