Sosial Media Marketing Jadi Strategi Promosi Industri Pertunjukan di Masa Pandemi

  • Bagikan


JAKARTA,– Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Purwakarta pada Kamis (10/6/2021). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat agar menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

Membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk seminar dan diskusi secara online, target perserta kegiatan literasi digital adalah penduduk di kabupaten/kota khususnya ASN, TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, Ibu Rumah Tangga, petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Digital mengungkapkan, pemerintah telah menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan akan berulang setiap tahunnya, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024. Oleh karena itu, dibutuhkan penyelenggaraan kegiatan literasi digital yang massif di 514 kabupaten/kota, di 34 provinsi, di Indonesia.

“Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program Literasi Digital Nasional.

Salah satu nara sumber yang membagikan wawasannya pada webinar literasi digital kali ini adalah Whisnu Bakker dari Digital Marketers yang membagikan pemahaman dasar digital skills secara khusus untuk pelaku industri kreatif.

“Banyak banget perubahan di era pandemi, kita semua semakin dipaksa untuk belajar menggunakan dan mengasah digital skills,” kata Whisnu memulai pemaparan.

Digital skills di sini dibagi menjadi 6 bagian mulai dari kemampuan menggunakan dan mengakses internet, lalu berkomunikasi menggunakan teknologi seperti menggunakan email. Sisi baiknya dari peningkatan adaptasi penggunaan digital skills ini yaitu setiap orang jadi bisa belajar untuk semakin produktif. Selanjutnya digital skills yang cukup penting adalah kemampuan untuk menghandle informasi dan konten, di mana seseorang harus paham kalau tidak semua hal yang ada di internet itu benar. Lalu ada pula digital skills tentang cara transaksi online yang berkaitan dengan transaksi keuangan dan pembayaran.

Nah, dari digital skills tersebut para pelaku di industry kreatif akhirnya secara cepat harus beradaptasi. Memanfaatkan sarana yang ada agar bisa bertahan di tengah pandemi covid-19 yang tidak lagi memperbolehkan adanya kerumunan. Salah satunya untuk sarana promosi industri kreatif bisa menggunakan sosial media. Diketahui jumlah pengguna internet di Indonesia yang saat ini berkisar 170 juta jiwa, rata-rata orang menghabiskan waktu selama 3 jam 14 menit di sosial media.

“Hampir semua orang punya sosial media, jadi kita bisa fokuskan ke sana,” ujarnya lagi.
Cara memulai sosial media marketing yang sekarang dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif memiliki tahapan. Pertama mencari marketnya dulu, setelah tahu target market lalu pilih platformnya.
Apakah Instagram atau YouTube, serta channel lainnya. Dari pemilihan promosi di sebuah platform, berdasarkan market pelaku industri juga bisa menentukannya dari kategori usia. Kalau ingin audiens lebih tua akan lebih cocok di Facebook, sementara klasifikasi video berdasarkan formatnya kalau video panjang sebaiknya di YouTube.

“Cara sosial media marketing di masa pandemi jadi sebuah upaya marketing yang murah, karena bisa sesuai target,” ujarnya lagi.

Whisnu mengatakan, di masa pandemi digital skills tentu saja harus dimiliki hampir semua bidang apalagi industri kreatif. Bahkan artis seperti Justin Beiber saja membuat konser di rumah. Ketika awal pandemi terjadi, kalangan kreatif masih meraba-raba, namun belakangan semua sudah berjalan digital mulai dari konser hingga film.

Tidak aneh rasanya bila kalau di industri film ada beberapa yang berubah yaitu cara mendistribusikan. Di mana orang tidak lagi harus ke bioskop untuk menonton film, tapi sudah terbiasa menikmatinya lewat platform seperti Netflix atau Disney.

Webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Purwakarta kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Bhakti Santana dari TIK Indonesia dan Rachel Octavia CEO The F People, serta Andika Zakiy dari SEJIWA. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 15 kali dilihat,  15 kali dilihat hari ini



Sumber Berita

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *