Tips Mencegah Penyebaran Bencana Saat Terserang Ransomware

  • Bagikan


Jakarta, Selular.ID – Di era transformasi digital, kebanyakan perusahaan telah mengandalkan internet untuk melakukan kegiatan operasionalnya. Hal ini merupakan kemajuan yang sangat pesat dari segi teknologi, namun tantangan terbesar yang kerap kali terlupakan adalah kesiapan bisnis dalam menghadapi serangan ransomware.

Menurut data oleh Kaspersky, serangan ransomware meningkat hingga 752% di wilayah Asia Pasifik pada tahun 2020. Angka ini menunjukkan ancaman terhadap keamanan informasi kian melonjak. Dalam beberapa tahun terakhir, jenis ransomware menjadi lebih beragam dan dapat menyerang siapa saja, mulai dari perusahaan skala kecil, menengah, hingga enterprise sekalipun.

Membangun kesadaran akan keamanan data dan sistem

Pertama, perusahaan harus selalu merencanakan tindak pencegahan dan menetapkan mekanisme perlindungan data dari tingkat sistem. Prinsip dasar termasuk menjaga sistem operasi, browser dan program umum lainnya selalu ter-up-to-date serta melakukan pembaruan rutin, patching, dan menginstal alat seperti firewall dan software anti-virus.

Selanjutnya, membangun kesadaran keamanan sangatlah penting. Pengguna harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi dan tidak membuka tautan, lampiran, atau email dari sumber yang tidak dikenal sembarangan.

Dan yang terakhir, perusahaan harus membangun akses data yang aman serta metode pencadangan untuk memastikan keamanan data. Dalam beberapa tahun terakhir, protokol Windows SMB menjadi salah satu target yang diserang oleh ransomware akibat kerentanan sistem. Perusahaan disarankan untuk menghindari penggunaan koneksi SMB pada saat mengakses data penting dan menggunakan terminal web untuk menghindari ransomware mengenkripsi data pada file explorer.

Cegah penyebaran bencana saat terserang ransomware

Apabila perusahaan terserang, proses manajemen krisis harus segera diterapkan. Langkah pertama dengan mencabut kabel jaringan dan melakukan pemeriksaan aset digital. Kemudian hapus semua konten untuk memastikan tidak ada infeksi, dan hentikan berbagi file dan tugas pencadangan untuk mencegah data yang terinfeksi menimpa versi sebelumnya. Lepaskan hard drive dari perangkat dan sambungkan ke komputer offline untuk tindak penyelamatan. Perusahaan juga dapat langsung hubungi vendor hard drive untuk memperbaiki dan melakukan pemulihan data.

Siapkan pencadangan multi-versi dan offsite, serta mekanisme pemulihan

Selain menetapkan tindakan pencegahan keamanan dan manajemen krisis untuk mencegah penyebaran bencana, membangun perlindungan dan pencadangan data merupakan cara terbaik untuk mencegah ransomware. Saat menerapkan solusi pencadangan, perusahaan harus mengadopsi “aturan pencadangan 3-2-1”, yang berarti data penting harus memiliki tiga salinan dan disimpan dalam dua media berbeda. Dengan demikian, perusahaan dapat memulihkan data ke versi yang telah dicadangkan sebelumnya sehingga operasi bisnis dapat berjalan normal walaupun data awal telah dienkripsi oleh ransomware.

Beberapa solusi pencadangan data tersedia di pasaran, seperti dengan Synology NAS di mana perusahaan dapat mencadangkan data dalam NAS ke destinasi lain sesuai dengan kebutuhan mereka. Aplikasi bawaan seperti Snapshot Replication yang mencadangkan data ke penyimpanan offsite setiap lima menit untuk replikasi data dan pemulihan cepat bisa diperlukan, serta Hyper Backup yang mendukung pencadangan ke NAS lokal, penyimpanan eksternal, dan cloud publik. Kedua aplikasi ini dapat memberikan solusi untuk perusahaan dalam membangun strategi pencadangan data yang komprehensif dan menyimpan beberapa versi cadangan tanpa harus memakan ruang penyimpanan yang besar.

Untuk melindungi data penting di PC, server, dan mesin virtual tanpa perlu biaya lisensi tambahan, perusahaan juga dapat memanfaatkan aplikasi Active Backup for Business untuk mengelola semua tugas pencadangan melalui satu portal. Perusahaan juga dapat melakukan pemulihan granular atau bare-metal untuk melindungi data penting sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Perlindungan data sangat penting di era ransomware yang terus berkembang. Synology percaya bahwa mencadangan data secara teratur adalah langkah proaktif untuk melindungi aset bisnis penting. Selain mengikuti aturan pencadangan 3-2-1 dan merancang strategi pencadangan, admin IT juga harus secara teratur memverifikasi status pencadangan serta melakukan latihan pemulihan bencana untuk memperkuat sistem perlindungan data bisnis.



Sumber Berita

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *