vivo Terus Penuhi Kebutuhan Pasar Smartphone Indonesia

  • Bagikan


Jakarta, Selular.ID – Industri smartphone terus bergerak cepat, semua brand terus menghadirkan inovasi, guna memenuhi kebutuhan pengguna smartphone. Sebelumnya catatan Firma riset IDC kembali merilis laporan lima besar merek smartphone Indonesia untuk kuartal IV-2020 berdasarkan volume pengiriman.

Secara keseluruhan, lima besar penguasa pasar smartphone Indonesia masih sama dengan beberapa kuartal sebelumnya. Dan vivo masih merajai pasar smartphone di Indonesia pada kuartal IV-2020 dengan pangsa pasar 23,3%. Vendor China ini sudah nangkring di urutan teratas daftar lansiran IDC sejak kuartal-I 2020.

Hasil yang diraih vivo tentunya buah dari kerja keras yang terus dilakukan. IDC menyebut keberhasilan mempertahankan posisi itu dikarenakan vivo mengandalkan jaringan distribusi luas, layanan purna jual yang memadai, harga kompetitif dan berinovasi.

Tidak sampai di situ, keseriusan vivo untuk terus menjangkau pasar Indonesia sendiri tidak main-main. Hal yang dilakukan Vivo dengan membangun pabrik di wilayah Cikupa, Tangerang, Banten, 5 tahun lalu, tepatnya Maret 2016. Hal ini sebagai syarat memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI.

TKDN vivo sudah 32%, dengan adanya pabrik sendiri, vivo dapat memenuhi demand yang terus meningkat. Semua produk Vivo diproduksi di Indonesia untuk pasar Indonesia. Semua produk Vivo yang dijual di Indonesia sudah memenuhi TKDN 32%. Dan produksi vivo, bukan hanya perakitan atau kerjasama dengan manufaktur, melainkan pabrik tunggal yang dibangun sendiri.

Proses Produksi vivo

Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Edy Kusuma, Senior Brand Director Vivo Indonesia menyebutkan, vivo terus mengalami peningkatan kapasitas baik dalam skala produksi hingga kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja atau jumlah karyawan. vivo pun menambah target jumlah produksi smartphone hingga mencapai lebih dari 800.000 unit perbulannya pada tahun 2019.

Untuk memenuhi Kapasitas produksi yaitu sebesar ratusan ribu unit per bulan, dengan proyeksi mencapai 1 juta unit per bulan di tahun 2021, pada Agustus 2017, pabrik vivo telah mengalami perluasan lahan hingga lebih dari dua kali lipat. Perluasan pabrik yang awalnya hanya satu gedung telah berkembang menjadi tiga gedung, dan pada tahun 2018 menjadi empat gedung. Hingga saat ini sudah ada dua kompleks area pusat produksi untuk pabrik vivo.

Peningkatan kapasitas dan target produksi di pabrik diikuti dengan penambahan Line Checking di tahun 2018, dimana masing-masing line memiliki beberapa person in charge untuk memastikan smartphone vivo telah dirakit dengan benar. Penambahan line baru ini semakin memastikan kualitas dari smartphone yang dihasilkan dari pabrik vivo di Cikupa sesuai dengan standar vivo Global.

Selain menjaga persentase komponen dalam negeri, kualitas komponen yang digunakan pada setiap unit juga menjadi perhatian bagi vivo. Setiap perakitan unit smartphone vivo telah melalui proses produksi yang diawasi oleh para teknisi ahli. Tidak hanya itu, setiap unit smartphone juga akan melalui uji kualitas ketat yang meliputi keseluruhan komponen misalnya uji kamera, uji performa, dan uji ketahanan smartphone pada berbagai kondisi.

Tahapan-tahapan ini sesuai dengan standar global dengan tujuan untuk menjaga kualitas produk, keamanan dan kepuasan pengguna, juga untuk memenuhi kebutuhan konsumen smartphone di Indonesia.

Tidak hanya itu, struktur perangkat keras dari setiap seri smartphone vivo harus diuji di Lab Kontrol berkualitas (QC Lab) secara intensif sebelum dan di tengah produksi massal. Sampel ponsel cerdas akan melalui seri pengujian ekstensif, seperti memeriksa daya pada penggunaan tinggi (secara bersamaan menjalankan beberapa aplikasi), ketahanan terhadap suhu panas (50 OC -75OC) dan suhu dingin (hingga -20oC), dan uji paparan air.

Selain itu, mensimulasikan kondisi konektor port dan unplug pengisian daya, sampel ponsel cerdas harus pergi melalui ribuan uji pemeriksaan. Uji colokan dan cabut kabel pengisi daya secara manual dan secara otomatis oleh penguji profesional. Selanjutnya di area QC Lab, smartphone juga menjalani uji penurunan menggunakan mesin yang akan memutar unit ratusan kali untuk menguji ketahanan tubuh.

Uji penurunan pada tahap ini bebas atau tanpa mengatur posisi dan letak penurunan nya. Setiap kali berlalu puluhan uji penurunan pemeriksaan kondisi unit dilakukan sebelum pengujian berikutnya Selain penurunan, berbagai jenis mesin uji penurunan juga akan menguji daya tahan setiap sisi desain smartphone yang dijatuhkan ribuan kali di setiap sisi.

Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma mengatakan, “Melalui ekspansi basis produksi serta fasilitas QC Lab Independen, kami ingin memenuhi kebutuhan konsumen setia Vivo di tanah air dengan rangkaian produk berkualitas yang telah melalui uji dengan standarisasi global. ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam memberikan pengalaman produk yang memuaskan bagi konsumen dari tahap produksi hingga purnajual”.

Lolos tahap pos uji pertama berlanjut ke pos uji berikutnya

Serangkaian pengujian dilakukan pada tahap pengujian, termasuk konsumsi arus, audio, MMI kartu SIM, inframerah, sensitivitas, tombol, sensor gravitasi, kompas, diikuti dengan pengujian kamera, komunikasi radio atau pengujian jaringan, pengujian GPS dan Wi-Fi.

Area pengujian lainnya dikhususkan untuk pengujian keandalan smartphone. Ada deretan rak di dalam ruangan dengan ratusan slot yang dilengkapi dengan saluran pengisian untuk menguji masa pakai baterai dari setiap unit smartphone yang dihasilkan dari serangkaian lini produksi.

Setelah itu, smartphone menjalani uji fitur, antara lain uji kamera depan dan belakang, sensor autentikasi sidik jari, dan fitur lain yang disematkan. Uji fitur ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pengujian.

Bagi vivo, tahap pengemasan juga merupakan bagian penting dari proses produksi smartphone. Pengemasan dengan bahan berkualitas adalah sentuhan akhir vivo dalam mengapresiasi inovasi produk yang dibuat melalui serangkaian proses kompleks di pabrik. Setiap smartphone vivo akan diperiksa ulang untuk buku manual tambahan, penimbangan unit, dan terakhir penyegelan produk untuk pengemasan.

vivo perhatikan SDM dalam proses produksi

Seluruh karyawan yang terlibat dalam proses produksi harus dalam keadaan steril dan bersih. Ada baju, topi, dan alas kaki khusus yang digunakan untuk memasuki ruangan produksi, guna memastikan ruang produksi bebas dari debu. Standar keamanan tinggi dengan pengecekan manual dan otomatis yang berlaku mutlak bagi seluruh karyawan.

Seiring dengan perluasan area pabrik, vivo terus meningkatkan kontribusi penyerapan sumber daya manusi (SDM) lokal. Jika dibandingkan pada pertama kali berdiri, pabrik milik vivo mengalami peningkatan signifikan dalam hal jumlah karyawan. Dari awal produksi pada tahun 2016, jumlah karyawan pabrik independen vivo di Cikupa kini telah meningkat hingga hampir 5 kali lipat yang terdistribusi, baik dalam produksi, supervisi, hingga administrasi.

Semua karyawan diwajibkan untuk melepas segala jenis logam dalam barang bawaan seperti ponsel, dompet hingga ikat pinggang, dan menyimpannya di loker yang telah disediakan oleh manajemen pabrik. Pengecekan ini juga sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) keamanan di pabrik vivo Global. Semua yang dilakukan vivo adalah untuk memberikan produk yang berkualitas, yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi penggunanya.



Sumber Berita

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *