Connect with us

MEDIA TERKEMUKA

Waspada Jejak Digital untuk Karier Masa Depan

Published

on


BuzzFeed – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan seminar online Literasi Digital. Tema yang diangkat dalam seminar ini “Waspada Jejak Digital untuk Karier Masa Depan”.

Seminar ini diiisi oleh empat pembicara antara lain, Anggota DPR RI Komisi I Fadhlullah, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jendral Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI serta Samsul Rizal, dosen di Fakultas Teknik-USK dan Zainal Arifin pemimpin redaksi harian Serambi Indonesia Group Banda Aceh.

Dalam kesempatan ini Fadhlullah juga menyinggung soal “Anggaran aceh terjadi silva yang sangat besar sedangkan opsus akan berakhir”.

Advertisement

Sementara itu, Semuel Abrijani menerangkan bahwa perlunya bekerja sama dalam mewujudkan dan menyukseskan transformasi digital di Indonesia. Dimana salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya transformasi digital adalah terbentuknya masyarakat digital yang mempunyai kemampuan literasi diigital yang memadai. Literasi digital menurut Dirjen APTIKA ini merupakan hal yang paling krusial saat ini dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Dalam kesempatan seminar ini Dosen Fakultas Teknik Samsul Rizal menjelaskan perihal potensi sering munculnya konflik horisontal antar pengguna media sosial.

“Era digital di Indonesia sering sekali terjadi konflik horizontal antar pengguna ruang digital dimana informasi yang tersaji di ruang digital sering tak berwajah, minim interaksi mimik maupun ekspresi. Hal ini perlu adanya penguatan karakter bagi setiap individu agar ruang digital lebih banyak manfaat dari mudharatnya”, terangnya.

Hal lain terkait masyarakat digital disampaikan Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Group Banda Aceh Zainal Arifin, M.Nur. Ia menjelaskan bahwa berkaitan dengan jejak digital.

“Jejak digital membuat bias antara batas privasi dan pribadi. Terkadang, jejak digital ini membuat kita merasa keren, karena hanya dengan mengecek nama lengkap di mesin pencari, kitsa sudah bisa menemukan nama dan identitas kita di sana. Memang terlihat keren, tapi ini juga bisa berdampak tidak baik, karena data kita bisa saja dijual atau menjadi target dari orang yang berniat buruk. Untuk itulah penting menghapus jejak digital di internet” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement. Scroll to continue reading.





Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.