TEMPOSIANA – Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memperkuat kesiapsiagaan darurat di tingkat masyarakat, Jasa Raharja Cabang Jakarta Selatan bersinergi dengan Kepolisian, Pemerintah Kecamatan, serta RSU Andhika menyelenggarakan program Sosialisasi Keselamatan Transportasi. Acara yang berlangsung interaktif ini digelar di Kantor Kecamatan Jagakarsa pada Rabu (17/6) dan dihadiri oleh jajaran ketua RT serta RW dari seluruh wilayah Kecamatan Jagakarsa.
Sinergi lintas sektoral ini digagas untuk membekali para pengurus warga sebagai ujung tombak informasi agar mampu mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya budaya tertib berlalu lintas.
Camat Jagakarsa, Muhammad Soleh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini. Beliau menekankan harapan besar agar materi yang didapatkan para peserta dapat ditransformasikan secara langsung kepada warga. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap ada peningkatan edukasi yang masif di tengah masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya, sehingga lingkungan Jagakarsa dapat menjadi wilayah yang aman dan minim insiden kecelakaan,” ujar Muhammad Soleh.
Dari aspek penegakan hukum dan regulasi, Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Maesaroh, memberikan arahan tegas mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan formal di jalan raya. Beliau mengajak seluruh perangkat RT dan RW untuk aktif memberikan teladan nyata. “Masyarakat Jagakarsa harus mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta kelengkapan dokumen berkendara,” tegas AKP Maesaroh.
Mewakili pihak penyelenggara utama, Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Jasa Raharja Jakarta Selatan, Ria Intania, memaparkan fungsi fundamental Jasa Raharja dalam ekosistem keselamatan transportasi. Selain menjelaskan hak dan kewajiban masyarakat terkait perlindungan dasar Jasa Raharja, ia menggarisbawahi bahwa kepedulian harus dimulai dari preventif. “Tujuan utama kami adalah membangun kesadaran kolektif. Selamat di jalan dimulai dari pemahaman regulasi, kepatuhan aturan, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan yang standar,” jelas Ria.
Tidak hanya dibekali edukasi pencegahan, para peserta juga mendapatkan pelatihan taktis penanganan kecelakaan dari RSU Andhika. Manajer Marketing RSU Andhika, Sudiyono, S.Pd.I, bersama tim medis hospital melatih para ketua RT/RW simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Edukasi gawat darurat ini penting agar warga tahu langkah awal yang aman dan benar saat menolong korban kecelakaan di jalan, tanpa memperparah kondisi cedera fisik korban. Materi ini difokuskan pada tata cara penanganan gawat darurat pertama yang aman dan tepat bagi korban kecelakaan sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
“Pengetahuan BHD ini adalah wujud nyata dari kepedulian antarsesama saat terjadi insiden di jalan raya. Langkah awal yang tepat dapat menyelamatkan jiwa,” tutur Sudiyono. Beliau juga menegaskan komitmen institusinya, “RSU Andhika didukung dengan fasilitas medis yang komprehensif serta tenaga medis terbaik, siap sedia 24 jam untuk senantiasa memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Jagakarsa.”
Acara yang berlangsung secara dinamis dan dipenuhi diskusi interaktif ini ditutup dengan aksi simpatik berupa pembagian helm standar kepada para peserta. Penyerahan helm tersebut dilakukan secara simbolis sebagai representasi nyata dan komitmen bersama untuk selalu menegakkan aturan keselamatan saat berkendara di jalan umum.


















