#  

Dua Brand Scottish Single Malt Tiba di Indonesia: Glengoyne and Tamdhu

Foto 1: (ki-ka) Jessica Chen, APAC Business Development Manager of Glengoyne & Tamdhu; Edhi Sumadi, Chief Principal of Glengoyne & Tamdhu in Indonesia; dan Gordon Dundas, Brand Development & Advocacy Director of Glengoyne & Tamdhu, dalam acara Unveiling The Cask, peluncuran resmi Glengoyne & Tamdhu di Indonesia yang diselenggarakan di Cohiba Atmosphere Jakarta.

TEMPOSIANA.com ––  Dua Whisky Legendaris Skotlandia Resmi Masuk Indonesia, Harganya Bikin Kolektor Langsung Berburu!

Pasar whisky premium Indonesia kembali kedatangan pemain besar. Dua nama yang selama ini menjadi incaran para kolektor dan pecinta single malt dunia, Glengoyne dan Tamdhu, akhirnya resmi hadir di Indonesia melalui peluncuran eksklusif bertajuk Unveiling The Cask di Cohiba Atmosphere Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Acara yang hanya dihadiri sekitar 60 tamu undangan pilihan itu menjadi penanda masuknya dua distileri legendaris asal Skotlandia ke pasar Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh semakin pesat. Para pelaku industri, kolektor, whisky enthusiast, hingga public figure berkumpul menikmati pengalaman mencicipi whisky yang tidak sekadar menawarkan rasa, tetapi juga sejarah dan filosofi di balik setiap tetesnya.

Peluncuran ini datang di saat tren menikmati premium single malt mulai bergeser. Konsumen kini tak lagi hanya mengejar nama besar sebuah merek, tetapi juga mencari cerita mengenai asal-usul distileri, jenis cask yang digunakan, hingga proses produksi yang membentuk karakter whisky.

Glengoyne menjadi salah satu bintang malam itu. Distileri yang berdiri sejak 1833 ini dikenal memiliki proses distilasi paling lambat di Skotlandia. Filosofi “unhurried” atau tidak tergesa-gesa menghasilkan karakter whisky yang lembut, kompleks, dengan lapisan rasa madu, buah-buahan, rempah halus, hingga sentuhan kayu oak yang elegan.

Sebaliknya, Tamdhu menawarkan karakter yang jauh lebih berani. Berdiri sejak 1897, seluruh proses maturasinya menggunakan Oloroso sherry casks sehingga menghasilkan profil rasa buah kering, dark chocolate, rempah hangat, dan tekstur yang kaya serta mendalam.

Empat varian premium menjadi sajian utama malam itu, yakni Glengoyne 15 Year Old, Glengoyne 18 Year Old, Tamdhu 15 Year Old, dan Tamdhu 18 Year Old. Keempatnya dipadukan dengan menu makan malam empat hidangan yang dikurasi khusus oleh Cohiba Atmosphere Jakarta, mulai dari Caesar Salad, Mushroom Soup, Tenderloin hingga Tiramisu.

Tidak hanya menikmati whisky, para tamu juga diajak mengeksplorasi bagaimana karakter setiap single malt berubah ketika dipadukan dengan hidangan tertentu. Diskusi mengenai pengaruh sherry cask, karakter fruity Glengoyne, hingga kekayaan rasa Tamdhu menjadi bagian dari pengalaman sepanjang malam.

Suasana semakin semarak ketika Glengoyne 12 Year Old disajikan dalam bentuk bespoke cocktail yang memberikan interpretasi modern terhadap single malt klasik tersebut. Penampilan live DJ dan saxophonist membuat acara bertransformasi dari fine dining menjadi nightlife experience yang elegan.

Perwakilan Ian Macleod Distillers, Gordon Dundas, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar whisky paling menjanjikan di Asia Tenggara.

“Dengan menggabungkan karakter Glengoyne yang mengutamakan proses tanpa terburu-buru dan kompleksitas rasa, serta dedikasi Tamdhu terhadap maturasi menggunakan sherry cask, kami yakin koleksi single malt ini akan mendapat tempat di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Edhi Sumadi, yang memimpin kehadiran kedua merek tersebut di Indonesia, menilai konsumen Indonesia kini semakin dewasa dalam menikmati whisky.

“Whisky enthusiast sekarang tidak lagi hanya melihat nama sebuah brand. Mereka ingin mengetahui craftsmanship, asal-usul, hingga cerita di balik setiap dram yang mereka nikmati. Itulah yang membuat Glengoyne dan Tamdhu begitu istimewa,” katanya.

Masuknya dua distileri premium ini sekaligus memperlihatkan perubahan budaya menikmati whisky di Indonesia. Kini whisky bukan lagi sekadar minuman premium, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, eksplorasi rasa, dan apresiasi terhadap seni pembuatan yang membutuhkan waktu puluhan tahun.

Setelah peluncuran resminya, Glengoyne dan Tamdhu akan mulai tersedia di berbagai premium venue serta destinasi whisky pilihan di Indonesia, memberikan kesempatan bagi para penikmat single malt untuk merasakan langsung dua karakter whisky Skotlandia yang selama ini hanya dikenal di kalangan kolektor internasional.