#  

Situasi global membaik, BI dorong pemulihan ekonomi terkoordinasi dan inklusif

arrow daftar

[ad_1]

ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta.

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memandang pentingnya upaya global yang terkoordinasi dengan baik untuk mendorong pemulihan ekonomi serta mendorong inklusivitas dalam pengembangan ekonomi dan sektor keuangan yang berwawasan lingkungan.

Hal ini dikemukakan dalam rangkaian pertemuan musim semi IMF-World Bank yang digelar secara virtual pada 1-8 Maret 2021 yang dihadiri oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut BI, pemulihan ekonomi global menghadapi sejumlah faktor risiko, antara lain, peluang kembali merebaknya pandemi, pengetatan kondisi keuangan global, dampak ekonomi dari pandemi yang berlangsung lama, munculnya permasalahan sosial, meningkatnya bencana alam, serta risiko geopolitik. 

“Dalam menghadapi risiko tersebut, IMF menyarankan agar respons kebijakan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan ekonomi di masing-masing negara. Pada tahap keluar dari krisis, upaya perlu difokuskan pada pengeluaran di sektor kesehatan, dukungan fiskal yang sesuai target, kebijakan moneter akomodatif, dan memantau risiko terhadap stabilitas sektor keuangan,” ujar Perry seperti dikutip dari keterangan tertulis Sabtu (10/4).

Baca Juga: Perry Warjiiyo sentil bank-bank swasta untuk turunkan suku bunga kredit

Selanjutnya, pada tahap menjaga pemulihan upaya perlu difokuskan pada peningkatan kapasitas produktif dan insentif untuk alokasi sumber daya yang efisien. 

Sementara itu, untuk jangka panjang upaya perlu difokuskan pada penguatan kerja sama internasional, reformasi kerangka kebijakan, serta penanganan perubahan iklim.

IMF memproyeksikan perekonomian global tumbuh 6,0% pada 2021, kemudian mengalami moderasi pertumbuhan ke 4,4% pada 2022. 
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kebijakan di beberapa negara maju dan berlangsungnya program vaksinasi di berbagai negara. 

Ke depan, IMF menyatakan bahwa perkembangan ekonomi akan banyak dipengaruhi oleh perkembangan pandemi, respons kebijakan yang diterapkan (policy actions), perkembangan sektor keuangan dan harga komoditas global, serta kapasitas ekonomi untuk melakukan penyesuaian terhadap berbagai tantangan di sektor kesehatan.
 
Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20, secara umum negara G20 berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi global, mengatasi ketimpangan, meningkatkan ketahanan sistem keuangan serta mendorong pemulihan ekonomi yang berwawasan lingkungan. 

Dalam hal ini, Gubernur Bank Indonesia mendukung upaya global untuk memperkuat resiliensi sektor keuangan dengan memperhatikan perbedaan karakteristik di setiap negara serta menyampaikan perlunya kehati-hatian dalam melakukan asesmen penarikan dukungan kebijakan untuk memitigasi risiko penarikan dukungan kebijakan yang terlalu cepat.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *