
TEMPOSIANA.com — Dirut ANTARA Bongkar “Rahasia Bertahan” di Era Kacau: Imigrasi Diminta Stop Jadi Humas Pasif!

Di tengah dunia yang makin sulit ditebak, Direktur Utama ANTARA, Benny Siga Butarbutar, melontarkan peringatan keras: cara lama komunikasi pemerintah sudah tidak cukup. Imigrasi diminta berubah—atau tertinggal.
Dalam forum Kopdar Humas Imigrasi 2026 di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026), Benny blak-blakan soal tantangan besar yang dihadapi birokrasi saat ini.
Menurutnya, pemerintah sedang berada dalam “pertarungan” untuk merebut kembali kepercayaan publik yang terus berubah.
“Pelayanan, komunikasi, dan kemudahan harus bergerak cepat. Kalau tidak, kita akan kalah oleh persepsi,” ujar Benny di hadapan jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi.
Ia menegaskan, komunikasi kini bukan lagi sekadar menyampaikan informasi. Lebih dari itu, komunikasi adalah senjata utama membangun kepercayaan. Tanpa itu, legitimasi lembaga bisa runtuh perlahan.
Yang mengejutkan, Benny juga mengungkap perubahan lanskap global yang semakin ekstrem. Dunia, katanya, tak lagi sekadar VUCA (penuh ketidakpastian), tapi telah masuk ke era BANI—rapuh, cemas, tak linier, dan sulit dipahami.
“Kalau masih pakai pola lama, kita akan tertinggal jauh,” katanya.
Sebagai garda depan pelayanan negara, Imigrasi dinilai punya posisi krusial. Setiap interaksi dengan warga negara asing, menurut Benny, bukan hanya soal layanan administratif, tetapi juga menyangkut citra Indonesia di mata dunia.
“Ini soal nation branding. Apa yang dilakukan Imigrasi bisa membentuk persepsi global tentang Indonesia,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong perubahan besar dalam cara kerja humas. Dari yang sebelumnya reaktif dan birokratis, menjadi proaktif, adaptif, dan penuh empati. Humas, katanya, harus menjadi “pusat komando narasi”, bukan sekadar penyampai klarifikasi.
Tak hanya itu, Benny juga menuntut humas berani mengambil peran lebih strategis: membaca situasi, mengelola ekspektasi publik, hingga membangun kepercayaan jangka panjang.
“Humas tidak boleh lagi menunggu. Harus bergerak duluan,” ujarnya.
Forum Kopdar Humas Imigrasi ini sendiri dihadiri ratusan pimpinan kantor imigrasi dari seluruh Indonesia. Agenda tahunan ini menjadi ajang konsolidasi di tengah tekanan perubahan global yang kian tak terduga.
Pesan Benny jelas: di era disrupsi, komunikasi bukan pelengkap—melainkan penentu hidup mati kepercayaan publik. Dan bagi Imigrasi, taruhannya bukan hanya pelayanan, tapi juga wajah Indonesia di mata dunia.


















