[ad_1]
Azlan menuturkan bahwa Polri merupakan lembaga negara yang harus menjalankan tugas pengabdian dengan dasar undangan-undang. Sertai bukan lembaga dakwah yang dimiliki satu golongan. Karena itu pimpinan Polri haruslah warga bangsa yang dapat diterima semua golongan dan bekerja untuk mengabdi pada Negara. Sosok sahabat semua golongan tersebut dapat dilihat dalam diri Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Institusi Polri bukanlah lembaga dakwah agama tertentu tetapi sebagai lembaga penegak hukum yang harus siap menjunjung tinggi visi misi presiden karena nanti akan menjadi pengawas dalam pelaksanaan program presiden. Karena itu selama sesuai dengan ketentuan undangan undang maka tidak ada masalah dan tidak perlu dipermasalahkan. Kita dukung saja, karena itu yang lebih tepat, ” terang Azlan Hasibuan
Azlan Hasibuan selaku alumni pesantren ini juga berharap Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo agar alumni pondok pesantren (PP) menjadi prioritas untuk masuk baik Akademi Kepolisian dan perekrutan anggota kepolisian dari jalur umum. Alumni PP juga mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang luar biasa apalagi sudah dibekali modal agama sejak dari dini di pesantren.
Pada 20 Januari 2021 telah selesai dilaksanakan fit and proper test calon tunggal Kapolri yang diusulkan presiden Jokowi. Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjadi calon tunggal Kapolri menyampaikan dalam fit and proper test tersebut bahwa POLRI harus berbenah nantinya dibawah kepemimpinannya dengan menerapkan POLRI yang Presisi (prediktif, Resposibilitas, dan transparansi) 20/01/2021
Calon Tunggal Kapolri tersebut juga di dampingi senior dan juniornya dalam mengikuti fit and proper test bersama komisi III DPR RI di gedung senayan jakarta. Pada pelaksanaan kegiatan tersebut sigit juga menyampaikan akan menuntaskan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik dalam 100 hari kerjanya sehingga tidak ada fraksi-fraksi yang menolak atas pengusulan Listyo Sigit Prabowo.
Reporter: Baringin Lumban Gaol
Editor: Rohmat Haryadi
[ad_2]
Sumber Berita


















