[ad_1]
Pencanangan vaksinasi itu dilakukan di Aula RSUD Brebes. Ada 10 pejabat dan tokoh masyarakat yang sudah dijadwalkan divaksin, namun hanya tiga orang yang memenuhi syarat saat dilakukan screening.
“Ketiganya yakni Wakil Bupati Narjo, anggota DPRD M. Rizky Ubaidillah dan Wakil Ketua PCNU Ahmad Sururi. Sedangkan mereka yang gagal divaksin di antaranya adalah Bupati Idza Priyanti, Kapolres AKBP Gatot Yulianto, Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, dan Kepala Dinas Kesehatan Sartono.
Saat dilakukan screening, mereka rata-rata tidak memenuhi syarat untuk divaksin karena tensi darahnya tinggi. Hal ini diakui Bupati Idza Priyanti.
“Saya memang tensinya 152/98. Padahal yang bisa vaksin itu harus di bawah 140. Biasanya saya itu 120/70 tapi ini tinggi. Apa mungkin kondisi badan saya tidak fit karena saya lagi radang tenggorokan sehingga ini tidak lolos. Nanti setelah saya fit, saya akan mengikuti vaksinasi,” ujarnya.
Idza mengatakan, setelah pencanangan vaksinasi akan dilanjutkan terhadap para tenaga kesehatan. Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan ke masyarakat melalui aparat pemerintah tingkat kecamatan dan ulama.
“Sasaran masyarakat Brebes yang akan dapat vaksin 1,4 juta orang. Ini akan segera, tapi sosialiasi dulu,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Narjo mengaku tidak merasakan sakit saat disuntik vaksin. “Rasanya tidak sakit, hanya kaya digigit semut kecil,” ujarnya.
Narjo meminta masyarakat untuk tidak takut divaksin karena sudah dipastikan aman dan halal. Vaksin juga penting untuk mengakhiri pandemi Covid-19.
“Vaksin ini untuk kesehatan kita bersama,” ucapnya.
Pada vaksinasi tahap pertama, Kabupaten Brebes mendapat vaksin Sinovav sebanyak 11.240 dosis. Vaksin tiba pada Minggu sore (24/1). Adapun sasaran tenaga kesehatan yang akan divaksin berjumlah 5.590 orang.
Reporter: Farid Firdaus
Editor: Riana Astuti
[ad_2]
Sumber Berita


















