#  

Ganjar Bikin Jateng di Rumah Saja, Brebes Ngikut Saja

[ad_1]

Brebes, Gatra.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan program Jateng di Rumah Saja untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih terus meningkat, meski sudah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, pemkab siap menjalankan kebijakan Jateng di Rumah Saja yang dicetuskan Gubernur Ganjar Pranowo. “Kami siap mendukung Pak Gubernur,” kata Djoko, Selasa (2/2).

Terkait pelaksanaannya, Djoko mengatakan akan menunggu terlebih dahulu surat edaran (SE) dari Pemerintah Provinsi Jateng. “Menunggu SE dulu, arahan Pak Gubernur seperti apa. Infonya SE akan dikeluarkan besok,” ujarnya.

Selain siap menjalankan program Jateng di Rumah Saja, Pemkab Brebes saat ini juga masih menerapkan PPKM jilid kedua. Kebijakan ini sudah diterapkan sejak 25 Januari dan berakhir pada 8 Februari.

Berbeda dengan Presiden Joko Widodo, Djoko menilai penerapan PPKM efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Brebes. “Dampaknya positif. Pasien di rumah sakit mulai berkurang. Pasien yang dirawat di RSUD Brebes pada 11 Januari (awal PPKM) ada 44 orang, hari ini tinggal 14 orang,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencetuskan program Jateng di Rumah Saja sebagai respon pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pelaksanaan PPKM tidak efektif mengurangi jumlah kasus Covid-19. Rencananya kebijakan ini akan mulai dilaksanakan pada 6-7 Februari.

“Kebijakan ini sedang kita siapkan, syukur-syukur di weekend ini masyarakat di rumah saja semuanya. Jadi, saya ingin melihat Jawa Tengah sepi, minimal dua hari saja,” kata Ganjar di Semarang, Senin (1/2).

Menurut Ganjar, langkah ini layak dicoba mengingat peningkatan kasus Covid-19 di Jateng masih tetap terjadi meskipun sejumlah kebijakan telah diambil, seperti penerapan PPKM. Dia berharap kebijakannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi mobilitas di luar rumah sehingga bisa menekan penyebaran Covid-19.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan membangun kesadaran bahwa Covid-19 memang benar-benar berbahaya. Sudah banyak orang yang meninggal akibat terpapar virus ini,” ujarnya.


Reporter: Farid Firdaus

Editor: Riana Astuti


[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *