#  

Ganjar Larang Warganya Keluar Rumah, Begini Kata Netizen

[ad_1]

Semarang, Gatra.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuat kebijakan melarang warga Jawa Tengah keluar rumah selama dua hari yakni pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021. Kebijakan tersebut dikeluarkan Ganjar, setelah kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dinilai gagal dalam menekan angka penyebaran Covid-19, sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Jokowi.

Kebijakan tersebut sontak mendapatkan berbagai respon dan tanggapan, dari berbagai pihak khususnya masyarakat kecil. Tak sedikit, masyarakat yang menolak kebijakan tersebut.

Kebijakan larang keluar rumah dianggap hanya kebijakan sia-sia dan tidak populer di tengah pandemi Covid-19 yang masih menggila di Jawa Tengah. Pasalnya masyarakat menganggap, sekarang yang dibutuhkan bukan kebijakan pencegahan, tapi lebih bagaimana kembali meningkatkan perekonomian yang terpuruk akibat penyebaran virus itu.

Sejumlah postingan di media sosial yang mengunggah pemberitaan tentang kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo langsung dibanjir komentar dari netizen.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Pasar dan Wisata di Tegal Tutup 2 Hari

Seperti dalam postingan akun Facebook Agenda Solo, yang mengunggah berita tentang kebijakan tersebut dari salah satu media online, langsung mendapatkan berbagai respon dari netizen. Hanya dalam beberapa jam, postingan tersebut sudah mendapatkan 1900 komentar lebih dan sudah dibagikan 496 kali.

Dari berbagai komentar netizen tidak sedikit yang menolak kebijakan tersebut.

Salah satu pemilik akun Andrianus Heidy Didit berkomentar menolak kebijakan tersebut. “Satu kata. ngga setuju, terapkan protokol kesehatan saja, jalankan new normal, yang ditakuti Ntar 2 hari disebut belum ada hasil diperpanjang lagi jadi 4 hari, trus diperpanjang jadi 8hari, 16 hari, dan seterusnya, ASN mah enak masih gajian, kami yang wirausaha dan sektor informal nasibnya gimana?,” tulisnya.

“Semoga gak chaos hanya utk sekedar nyetok susu anak ato sembako Utk keluarga selama 2 hari bagi yg punya duit Utk bisa nyetok kebutuhan 2 hari itu Kalo selama ini pihak terkait juga disiplin dalam mengedukasi masyarakat sih Lockdown seperti ini gak diperlukan, praktek nya pihak2 tsb juga acuh terhadap peraturan yg mereka buat sendiri

misal nya saja kegiatan pasar tradisional waktu pagi gak ada keliatan petugas yg berjaga dalam pasar Utk mengawasi kegiatan masyarakat sudah sesuai ato belum dengan protokol PSBB jadi jangan apa2 di beban kan lagi ke Masyarakat,” tulis pemilik akun Maruf Riyanto.

“lagi lagi rakyat kecil yg jadi korban… gimana nasib pedagang kecil pak.. iya aparat pemerintah libur tetep dapat gaji,” tulis pemilik akun Ragiel.

Di postingan lain juga mendapatkan reaksi yang sama dari para netizen. Seperti postingan pemilik akun facebook Isetiyo Totok di grub facebook MISS (Media Informasi Semarang dan Sekitarnya). Dalam unggahan link berita salah satu media online itu, langsung mendapatkan komentar penolakan dari netizen.

“Emange nak wes nang omah rong dino coronane minggat? (Memangnya kalau sudah di rumah dua hari Corona pergi?)” tulis komentar pemilik akun Budi

“Rak niat nggawe aturan… Itu kan dah ada UU karantina wilayah kenapa ga dipake ???? Takut ya ga punya duit???? karantina dua hari emang efek e apa pak?,” tulis pemilik akun Prasetyo Adri.

Meski sebagian besar menolak kebijakan tersebut, namun ada juga yang mendukung. seperti dituliskan pemilik akun Lintang Waluku. “Gpp.. klo bersih covid jelas ga mungkin. Klo berkurang mungkin bisa. Ga ada salahnya dicoba,” tulisnya optimis.


 


Reporter: Andik Sismanto

Editor: Rosyid


[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *