[ad_1]
Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, di sela kunjungan kerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Bantul, Senin (1/3).
“Dari 8.800 nakes yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksin, sampai 21 Februari lalu baru 5.820 telah tervaksin. Sisanya, yang didominasi nakes di pelayanan kesehatan swasta, belum divaksin karena keterlambatan vaksin,” kata Oki, panggilan Sri Wahyu.
Ia mengatakan Dinas Kesehatan Bantul sudah menerima vaksin untuk nakes yang belum divaksin. Vaksinasi bakal dikebut dalam satu pekan ini. Jika mangkir atau tidak datang vaksinasi tersebut, nama nakes itu akan dicoret dari daftar nakes penerima vaksin.
“Masak kita nunggu terus. Kami sudah memberi tenggang waktu sejak awal Februari lalu dan ini yang terakhir. Setelah ini kami bakal melaksanakan tahap dua vaksinasi untuk pelayanan publik,” katanya.
Jika seorang nakes tak menjalani vaksinasi untuk nakes, peluangnya untuk divaksin hanya lewat kategori masyarakat umum atau jika ada program vaksinasi mandiri.
Oki menambahkan kemungkinan besar Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo bakal divaksin di tahap kedua saat vaksinasi untuk pekerja publik. Adapun Bupati Bantul Abdul Halim Muslih akan divaksin tiga bulan mendatang karena usai dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Reporter: Kukuh Setyono
Editor: Arif Koes
[ad_2]
Sumber Berita


















