#  

Budaya Ilmiah para Pemimpin dan Tokoh Masyarakat – TIRAS.id

REDAKSI

[ad_1]

Oleh : Prof. DR. dr.  Djohansjah Marzuki , Sp.BP (K),

 

Akhir-akhir ini ada semacam penolakan  terhadap keputusan BPOM tentang Vaccin Nusantara.  Mereka yang menolak keputusan itu adalah beberapa   tokoh  masyarakat  beberapa tokoh politik  dan beberapa anggota DPR RI.

Saya melihat ini sebagai tanda masih rendahnya pengetahuan dan pengertian tentang Budaya Ilmiah.

Vaccin adalah suatu produk ilmiah dari ilmu Biologi , ilmu kedokteran, ilmu kefarmasian.  Karena itu  harus disikapi dengan perilaku  mengikuti kaidah-kaidah ilmiah atau nama lainnya  dengan Budaya Ilmiah.

Apa itu Budaya Ilmiah ?

Budaya ilmiah adalah perilaku intelektual yg berdasar pada kaidah-kaidah ilmu.

Pertama, Ilmu natural berfokus  pada  kebenaran. dibuktikan dengan data yang terukur, tanpa bias  oleh karena itu pula  dikembangkan  aturan dan kaidah-kaidah yang baku .

Tentu kejujuran para ilmuwan menjadi mutlak .

Dukungan dlm ilmu itu adalah adanya evidence dengan data yang terukur.  Bukan jumlah orang atau banyaknya pejabat yang berbaris di belakangnya

Kedua.  Ilmiah harus independen tidak memihak kepentingan pribadi, kelompok maupun bangsa.

Hanya berpihak pada kebenaran saja dan prosedur yang baku. Prosedur itupun dibuat oleh ilmuwan bukan oleh pejabat kekuasaan negara.

Ketiga. Kekuasan dan jabatan tidak boleh  punya pengaruh terhadap jalannya penelitian ilmu.

Ilmu natural  tidak mengenal nasionalisme dan politik.  No authority in science.

Keempat. Ketidak jujuran dlm ilmu diangggap perilaku yg sangat tercela. Misconduct.

Tampaknya masih begitu banyak tokoh masyarakat tidak tahu masalah ini. Kalau tidak tahu maka sebaiknya serahkan saja  kepada lembaga yang mengerti imu dan budaya ilmiah seperti BPOM dan lain-lain.

Jangan memojokkan lembaga ilmiah dengan tuduhan-tuduhan  tentang nasionalisme,  memihak kelompok kepentingan  tertentu yg pasti itu tidak boleh  dilakukan oleh lembaga ilmiah yang berbudaya ilmiah dan penuh tanggung jawab.

Para politisi dan tokoh masyarakat harus bisa menghargai lembaga ilmiah.

Kalau tidak mengerti budaya ilmiah janganlah  menggangu pekerjaan para ilmuwan yang melakukan tugasnya dengan berbudaya ilmiah dgn tanggungjawab

Budaya ilmiah menjadi dasar perilaku para ilmuwan ilmu naural di seluruh dunia.

Negara maju adalah negara yang menggalakkan ilmu dan budaya ilmiah di dalam negaranya.

Apa jadinya negara ini bila para pemimpin dan tokoh masyarakatnya memusuhi atau tidak menghargai lembaga dan institusi keilmuan.

Kalau menganggap lembaga ilmiah  itu menyalah gunakan fungsinya maka laporkan dan diusut  saja tetapi jangan dimusuhi tanpa dasar yang kuat.

Memusuhi lembaga ilmiah mempunyai resiko  jangka panjang  menghambat kemajuan  bangsa dan negara .

[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *