#  

Yayasan Amal Alumni 13 Siap Menjadikan Cileunyi Wetan Menjadi Desa Emas

[ad_1]

BANDUNG – Pertemuan yang digagas Yayasan Amal Alumni 13 (YAA 13) ke wilayah Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung tertuju pada SLB Autisma Bunda Bening Selaksahati yang berlokasi di jalan Cibiru Beet, Cileunyi Wetan – Bandung, acara digelar di Mushala Yayasan Bunda Bening, Minggu (18/4).

Hadir dalam acara Ketua Dewan Pembina YAA 13 DR. Aries Muftie, SE, SH, MH, Ketua YAA 13 H.M. Gunther Gemparalam, SE, MA, Sekretaris YAA 13 Hilman dan Pembina YAA 13 Ir. Cahyo yang sekaligus didaulat sebagai Gubernur Autism Jabar Bergerak YAA 13. Dalam kunjungan ini disepakati YAA 13 akan mewujudkan Desa Cileunyi Wetan sebagai Desa Ramah Disabilitas dan menjadi Desa Emas.

Ketua Dewan Pembina YAA 13 DR. Aries Muftie, SE, SH, MH mengatakan, ada lima hal yang dapat dilakukan oleh orang luar terutama investor di Desa Cileunyi Wetan antara lain jika belum bisa membantu minimal bantu doa, datang ke lokasi dan menjadi orang tua asuh, dari profesi yang dimiliki harus mengajarkan kepada masyarakat di Desa Cileunyi Wetan terutama kaum disabilitas, bantu kebutuhan desa dan bantu pendirian industri desa.

“Nanti yang melatih tentunya dari anggota Yayasan Amal Alumni 13 dan ini akan menjadi program nasional”. Ujar Aries.

Rencananya, Desa Emas ini akan menempati lahan seluas 11 hektar, yang akan dimanfaatkan untuk peternakan kelinci, burung puyuh, tanaman sayur mayur, padi, dan berbagai komoditi lainnya hingga akan dibangun villa untuk para lansia yang ingin refreshing dimasa tuanya.

Melalui Amara Difa Village, Desa Cileunyi Wetan akan di sulap menjadi Desa Wisata, seperti yang diharapkan Kepala Desa Cileunyi Wetan H. Hari Haryono SH, dalam sambutannya Hari mengatakan, potensi di Desa Cileunyi Wetan cukup luar biasa, kesadaran masyarakat dalam hal gotong royong sudah sangat baik, sudah tersedia wifi di desa bahkan penerimaan masyarakat terhadap Yayasan Autisma Bunda Bening Selaksahati sudah tidak ada pembatas lagi.

“Kami juga memiliki lapangan bola yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Cileunyi Wetan, juga ada pesantren dan rencananya kami akan menjadikan desa ini menjadi desa wisata”. Kata Hari.

Amara sendiri merupakan perpaduan dari Agro, Marine, Art dan Retirement Area, untuk kawasan Agro seperti buah-buahan, herbal, ternak hingga industri olahan, sedangkan Marine seperti peternakan ikan dan lain-lain, Art adalah lokasi untuk kawasan pengrajin dan tempat kulineri serta festive dan yang terakhir adalah Retirement Area, kawasan ini dibatasi infrastruktur terpadu dari kawasan industri agro dan marine namun dekat dengan industri kreatif seperti kawasan nursing home, home care, caregiver facility, daycare, tempat ibadah dan lainnya.

Ketua Yayasan Autisma Bunda Bening Selaksahati, Nining Khonijah atau biasa disapa Bunda Bening mengucapkan rasa syukur yang paling dalam kepada YAA 13 yang bersedia membantu untuk mewujudkan Cileunyi Wetan sebagai Desa Ramah Disabilitas, menurutnya sudah lima kali beliau membangun asrama kaum disabilitas dibeberapa desa, namun lima kali pula mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. “Alhamdulillah, di Desa Cileunyi Wetan ini kami mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat, dan kami diperbolehkan untuk membangun asrama disabilitas disini”. Ujar Bunda.

Gunther Gemparalam menambahkan, YAA 13 akan menjadikan Desa Cileunyi Wetan sebagai Desa Ramah Disabilitas dan menjadi Desa Emas serta menjadi contoh untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) lainnya yang merubah anak-anak disabilitas memiliki kehidupan seperti orang normal lainnya.



Post Views:
3

[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *