[ad_1]
Pemerintah hanya menanggung (biaya) pembangunan jembatan sepanjang 2.134 km dari Kabil, Kota Batam, hingga Tanjung Sauh.
Tanjungpinang, Kepulauan Riau (ANTARA) – Pemerintah Indonesia hanya akan memberikan dana sebesar Rp3,4 triliun untuk pembangunan 2.134 km dari jembatan sepanjang 7.685 km yang menghubungkan pulau Batam dan Bintan, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Jumat. .
“Pemerintah hanya menanggung (biaya) pembangunan jembatan sepanjang 2.134 km dari Kabil, Kota Batam, menuju Tanjung Sauh,” ujarnya.
Karena dana tidak mencukupi, pemerintah akan menawarkan proyek pembangunan sisa jembatan sepanjang 5.561 km, mulai dari Tanjung Sauh, Pulau Buau, hingga Bintan, hingga perusahaan swasta, tambahnya.
Dengan demikian, jembatan sepanjang 7.685 km yang disebut-sebut sebagai proyek strategis nasional itu akan dibangun jika investor siap membangun sisa jembatan sepanjang 5.561 km, tambahnya.
“Jembatan itu akan dibangun dengan skema public private partnership,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini mengaku optimistis. bahwa pembangunan jembatan Batam-Bintan akan dimulai pada tahun 2022 atau 2023.
Pemerintah pusat sedang menyelesaikan detail engineering design (DED) jembatan tersebut dan akan menerbitkan tender pembangunannya, tambah Monoarfa, namun menolak membocorkan nilai lelang proyek tersebut.
“Mudah-mudahan pembangunan jembatan bisa dimulai sebelum 2024,” lanjutnya.
Monoarfa yakin jembatan itu akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memperkirakan sekitar tujuh ribu kendaraan melintas di jembatan tersebut setiap hari.
Berita Terkait: Delapan puluh empat kapal asing diusir dari perairan Bintan Indonesia
Berita Terkait: Pulau Bintan menyiapkan protokol kesehatan yang ketat untuk pembukaan kembali pariwisata
[ad_2]
Sumber Berita


















