[ad_1]
Di kedalaman Gunung Everest, kasus pertama virus korona telah diidentifikasi di base camp Everest.
Ini menjadi kontroversi atas keputusan Nepal untuk membuka gunung tertinggi di dunia bagi pendaki, padahal akses mendaki Everest ditutup dari sisi Tiongkok. Pendaki asal Norwegia, Erlend Ness, awalnya diduga menderita edema paru-paru, suatu kondisi yang terkait dengan penyakit ketinggian, dan dievakuasi dengan helikopter ke Kathmandu, tempat ia dinyatakan positif terkena virus corona. (PP)
Berita ini sudah disiarkan di radio yang ada di aplikasi dihalaman ini.
[ad_2]
Sumber Berita


















