[ad_1]
TEMPO.CO, Jakarta – Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sama sekali belum menyinggung soal rencana reshuffle kabinet seiring dengan rencana pembentukan dua nomenklatur baru kementerian, yakni Kementerian Investasi dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
“Saya dipanggil presiden terakhir tanggal 20 April, Selasa lalu. Presiden tidak ada menyinggung reshuffle. Kami hanya bicara strategi komunikasi mengenai IKN (Ibu Kota Negara),” ujar Fadjroel dalam diskusi daring, Sabtu, 24 April 2021.
Kemarin siang, ujar Fadjroel, ia juga bertemu dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung menanyakan soal nama-nama calon kandidat pengisi dua nomenklatur baru kementerian tersebut. “Pak Seskab mengatakan, belum ada nama masuk. Sementara itu, seperti sudah disampaikan Mensesneg, nomenklatur baru kementerian sementara ini masih menunggu PP yang dibuat Kemensetneg,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Fadjroel, sementara ini istana hanya bisa memastikan akan ada dua menteri pengisi pos baru Kemendikbud-Ristek dan Kementerian Investasi.
“Mengenai kapan dan siapa, Presiden Jokowi sendiri yang akan menyampaikan. Bukan pihak-pihak lain supaya tidak menimbulkan kebingungan dan kegaduhan masyarakat,” tuturnya.
Ihwal beberapa orang yang dipanggil presiden belakangan seperti tokoh NU Witjaksono dan menantu Wakil Presiden Maruf Amin, Muhammad Rapsel Ali, Fadjroel mengaku tidak tahu apakah mereka dipanggil karena masuk dalam kandidat calon menteri atau tidak. “Kita tidak bisa menyimpulkan apakah mereka dipanggil presiden karena masuk kandidat atau tidak. Sebab, itu kan pertemuan internal. Pertemuan yang hanya dihadiri presiden dan yang bersangkutan, atau kadang didampingi Mensesneg dan Seskab. Saya tidak tahu apa yang dibicarakan,” ujar Fadjroel.
DEWI NURITA
Baca: Di Tengah Isu Reshuffle, Nadiem Makarim Unggah Foto Usai Bertemu Megawati
[ad_2]
Sumber Berita


















