[ad_1]
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Purwati menyesalkan ketidak disiplinan dalam mematuhi prokes, bahkan di lingkungan kerjanya. Para nakes dari puskesmas terinfeksi Covid-19. Purwati menyebut sumber penularan bisa darimana saja. Namun, terbanyak dipicu aktivitas abat prokes.
“Di luar kegiatan pelayanan tetap harus taat prokes. Hanya saja, masih banyak yang tidak menyadari. Terutama saat makan. Meski maskernya dibuka, jangan sambil mengobrol,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/1).
Aktivitas kerja nakes sudah berisiko tertular penyakit saat menangani pasien. Maka, seluruh aktivitas di tempat kerja juga harus terlindungi. Purwati meminta nakes jangan menganggap enteng hal itu.
Sebagaimana diberitakan, 75% nakes atau setara 32 pegawai di Puskesmas Kerjo terinfeksi Covid-19. Belakangan diketahui, enam nakes di Puskesmas Colomadu 2 juga mengalami kondisi serupa.
“Puskesmas Colomadu 2 hanya rawat jalan saja yang buka. Sejak Senin kemarin pelayanan di rumah bersalin dan IGD tutup. Sedangkan di Puskesmas Kerjo, pekan depan sudah mulai buka rawat jalan. Namun melihat dulu perkembangan dan kesiapan SDM. Prinsipnya kalau sudah negatif, harus memberi pelayanan,” jelasnya.
Prokes ketat wajib diterapkan oleh seluruh nakes maupun pengunjung Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Penularan Covid-19 di Puskesmas dimungkinkan terjadi dari pasien, pembesuk maupun nakes yang masih gemar berkegiatan sosial dengan tidak mematuhi prokes.
Sebelumnya diberitakan, terdapat 32 pegawai Puskesmas Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Akibatnya pelayanan di Puskesmas Kerjo Karanganyar ditutup. Tidak hanya itu Puskesmas Colomadu, Puskesmas Ngargoyoso, Puskesmas Tawangmangu, dan Puskesmas Karangpandan pernah menutup pelayanan kesehatan.
Reporter: Abdul Alim Muhamad Zamzami
Editor: Riana Astuti
[ad_2]
Sumber Berita


















