[ad_1]
Wahyudi (30), warga Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengatakan, dalam sepekan terakhir suara gemuruh semakin besar. Selain itu, dibandingkan beberapa pekan lalu, intensitas gemuruh juga lebih banyak.
“Suara gemuruh itu hampir setiap hari. Berdasarkan yang saya dengar dalam tiga hari ini lebih tinggi, dan lebih banyak. Cuma kalau kondisi puncak saya kurang tahu, soalnya lebih sering tertutup kabut karena cuacanya seperti ini dan sering hujan,” katanya ditemui di TEA Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (5/1).
Berdasarkan keadaan ini, ia dan warga lainnya pun memilih untuk mengungsi agar lebih aman. Diakuinya, rasa takut itu ada, maka sangat tepat mengikuti anjuran dari pihak pemerintah agar aman di tempat pengungsian saja.
Nur Intan (21), pengungsi lain juga mengaku dalam 3 hari terakhir ini mengamati suara gemuruh semakin besar. Bagi warga yang selama ini tinggal di kawasan atas atau lereng gunung, hal itu sudah bisa dijadikan tolok ukur atau pertanda adanya peningkatan aktivitas di perut Gunung Merapi.
“Gemuruh terus, sekarang setiap hari ada suara dari gunung. Ya, seminggu terakhir ini. Kalau puncak ada beda bentuk sepertinya,” kata dia.
Reporter: Raditia Yoni
Editor: Iwan Sutiawan
[ad_2]
Sumber Berita


















