[ad_1]
Telegrafi – Myanmar kembali ke titik nol dalam perjalanan demokrasinya. Dini hari 1 Februari lalu, militer mengambil alih kekuasaan. Sungguh ironis. Di hari yang mestinya anggota parlemen–salah satu pilar demokrasi–dilantik, dunia menyaksikan tindakan elite militer yang justru bertentangan diametral dengan prinsip demokrasi: kudeta. Pagi itu, militer menahan Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar, […]
[ad_2]
Sumber Berita
Kudeta Militer Myanmar, di Antara Dua Karang


















