Connect with us
google.com, pub-3471700597902966, DIRECT, f08c47fec0942fa0

#

Organisasi Satu Pena Dipimpin Kolektif Lima Ketua?

Published

on

Kepada media lebih lanjut Nasir Tamara menyatakan kepada wartawan hanya ada Satupena yang legal. Yaitu yang terpilih dalam Konggres Penulis Indonesia di Solo, April 2017.

Di Satupena yang lain, kongres sudah berjalan dengan tagline: Satupena harus menolak melawan lupa.

“Ada cita-cita yang harus diwujudkan Satupena yang memperjuangkan hak-hak penulis secara profesional,” ujar Endah. Sejak awal digagas, kata Endah, Satupena merupakah wadah yang dipimpin secara kolektif kolegial.

Perubahan kepemimpinan yang terpusat di tangan ketua umum menjadi kolektif kolegial dianggap perlu untuk menjalankan roda perkumpulan secara lebih dinamis dan demokratis.

Advertisement

Masing-masing ketua akan bertanggung jawab terhadap bidang-bidang seperti  Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Bidang Advokasi dan Hukum, Bidang Komunikasi Publik, Bidang Program Kerja dan Kerjasama dan Bidang Pengembangan Sumber Daya.

Tim Caretaker yang menggelar RLBA menyerahkan kepada para pimpinan baru Satupena untuk segera berembug menempatkan para ketua bidang.

Penulis biografi Alberthiene Endah mengusulkan agar Satupena ke depan membentuk apa yang ia sebut sebagai Biro Rumah Kreatif.

“Ini akan jadi usaha profesional di Satupena dan saya sanggup mengurusinya,” kata Alberthiene.

Menurutnya, perkumpulan profesional seperti Satupena yang notebene dihuni oleh para penulis hebat, sudah selayaknya memiliki bagian usaha untuk menggulirkan roda organisasi

Advertisement

Sementara itu,  Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, Nasir Tamara menjelaskan. Rapat Umum Anggota, nama lain dari konggres anggota baru akan diselenggarakan 15 Agutus 2021.

Kepada media lebih lanjut Nasir Tamara menyatakan kepada wartawan hanya ada Satupena yang legal. Yaitu yang terpilih dalam Konggres Penulis Indonesia di Solo, April 2017.

Konggres diagendakan untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan memilih pengurus baru di mana diharapkan akan terjadi regenerasi.

Satupena juga akan membuat tradisi Penghargaan Tahunan untuk 12 Penulis Nasional.

“Penghargaan kepada penulis nasional akan dilakukan setiap tahun. Penghargaan ini akan ikut mendorong kegairahan berkarya, dan menjadi monumen prestasi penulis,” ujar Nasir Tamara.

Advertisement

“Penghargaan dari media atau institusi lain sudah banyak. Tapi penghargaan dari peer grup jauh berbeda. Ini asosiasi penulis yang memberi penghargaan: award dari peer to peer. Dari komunitas penulis kepada penulis yang sudah berkontribusi,” demikian Nasir Tamara.

“Kegiatan Satupena ini bagus”, kata penulis senior Chappy Hakim yang banyak menulis buku-buku strategi militer, dunia dirgantara dan kepemimpinan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *