Connect with us

Bacaan Pebisnis dan Socialpreneur

Perluas Platform Linux Enterprise  – Red Hat Luncurkan Platform Enterprise Linux Versi Terbaru

Published

on


 

 

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, kini telah memperkenalkan kemampuan dan peningkatan baru pada platform Linux enterprise  dengan menghadirkan Red Hat Enterprise Linux 8.4, sehingga akan  memperluas Red Hat Enterprise Linux sebagai fondasi yang powerful untuk open hybrid cloud, dari datacenter hingga edge.

Red Hat Enterprise Linux 8.4 membangun fondasi dari inisiatif Red Hat Edge dengan container image yang ringan, implementasi pengelolaan edge yang lebih canggih, dan update container secara otomatis.

Red Hat Enterprise Linux 8.4, yang tersedia pada minggu-minggu mendatang ini, akan menyempurnakan peran platform itu sebagai production operating system yang ringan untuk implementasi edge, menambahkan kontainer Linux yang baru, implementasi dan pengelolaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan edge computing.

Menurut laporan “The State of Enterprise Open Source” dari Red Hat, sebanyak 72% pemimpin IT mengharapkan open source dapat mendorong pengadopsian edge computing dalam dua tahun ke depan. “2021 State of the Edge” dari Linux Foundation memprediksi bahwa pada 2025, Internet-of-Things (IoT) atau perangkat terkait edge akan menghasilkan data sebesar setidaknya 90 zettabytes.

Bagi Red Hat, hal itu mengindikasikan bahwa edge computing sebagai footprint dari open hybrid cloud akan semakin dianggap penting pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, panting bagi para CIO dan pemimpin IT untuk melakukan persiapan-persiapan edge computing.

Menurut Stefanie Chiras, senior vice president dan general manager, Red Hat Enterprise Linux Business Unit, Red Hat , Open hybrid cloud tidak terbatas pada datacenter enterprise yang terbatas atau lingkungan public cloud; tapi juga mencakup remote server, mesin canggih, dan perangkat lain yang berada di tempat yang jauh namun terhubung ke jaringan enterprise.

“Kondisi yang terpisah-pisah pada footprint ini berarti bahwa konsistensi menjadi sangat krusial untuk mencapai keberhasilan – Red Hat Enterprise Linux, sebagai tulang punggung bagi inisiatif Red Hat Edge, menyediakan platform yang konsisten, edge-native, dan pintar untuk memenuhi permintaan yang dinamis pada hybrid cloud, dari bare-metal servers hingga cloud dan edge,” ungkap Stefanie Chiras, dalam keteranganya, Senin ( 03/05/2021 ).

Red Hat Enterprise Linux menjadi fondasi produksi bagi industri-industri yang berada dalam daftar Fortune 500 di seluruh dunia, dari institusi keuangan global dan sistem kesehatan hingga ke perusahaan-perusahaan manufaktur terkemuka dan lembaga-lembaga pemerintahan.

Platform ini menggabungkan konsistensi dan kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan hybrid cloud dengan kemampuan untuk mengadopsi open innovation secara bertahap atau sekaligus, sehingga keamanan dan keandalan implementasinya semakin dipercaya. Dengan hadirnya kemampuan tambahan dalam Red Hat Enterprise Linux 8.4, Red Hat memperluas fungsionalitas ini ke implementasi edge.

 

Memperkenalkan Red Hat Edge

Red Hat Enterprise Linux adalah fondasi bagi inisiatif Red Hat Edge, yang bertujuan memperluas kapabilitas portofolio open hybrid cloud Red Hat ke edge, dari telekomunikasi dan transportasi ke mobil smart dan perangkat enterprise. Luasnya teknologi open Red Hat telah menciptakan berbagai teknologi yang edge-ready, mencakup Red Hat Enterprise Linux serta:

  • Red Hat OpenShiftyang meliputi dukungan pada 3-node clusters dan node untuk pekerja remote, sehingga memudahkan implementasi platform Kubernetes enterprise terbaik di industri itu di lokasi yang terbatas ruang dan sumber dayanya.
  • Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetesyang menyajikan kemampuan pengelolaan Kubernetes yang powerful dan fleksibel di seluruh open hybrid cloud dan memperluas kontrol IT yang tersentralisasi dari datacenter ke network edge.
  • Red Hat Ansible Automation Platformuntuk membantu mengautomasi alur kerja yang menyokong software stack di perangkat edge.
  • Red Hat Integrationuntuk menghubungkan aplikasi dan data di seluruh edge dan open hybrid cloud.
  • Red Hat Data Servicesuntuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan data di seluruh edge dan datacenter.

 

Kontainer Enterprise Linux, Ditingkatkan untuk Edge

Implementasi Edge seringkali amat tergantung pada kontainer Linux agar lebih mudah untuk merancang, memasang, dan menyokong beban kerja di seluruh lokasi yang terpisah-pisah. Red Hat Enterprise Linux 8.4 membantu mempertahankan standarisasi dan control di seluruh image, dimulai dengan melakukan update pada Podman, engine kontainer berbasis open-standard dari Red Hat Enterprise Linux.

Podman memungkinkan pengelolaan kontainer di seluruh open hybrid cloud dari satu titik pusat, baik yang berjalan di datacenter atau di lokasi edge yang jauh, dan memberikan kemampuan untuk melakukan update kontainer secara otomatis, sehingga lebih mudah untuk menjaga stabilitas dan keamanan beban kerja dalam kontainer di edge.

Red Hat Enterprise Linux 8.4 menambahkan fungsi baru pada Image Builder, sebuah tool yang menciptakan image sistem operasi yang customized, mudah diinstal untuk berbagai penggunaan. Untuk berbagai beban kerja edge computing, Image Builder kini mendukung pembuatan media instalasi yang disesuaikan untuk bare metal, yang membantu tim TI mempertahankan fondasi yang sama bahkan di lingkungan edge yang tidak terhubung.

Red Hat Universal Base Image (UBI), konten userspace pada Red Hat Enterprise Linux yang bisa dijalankan di dalam kontainer, juga mendapat peningkatan di dalam rilis terbaru ini. UBI memungkinkan kontainer mempertahankan karakteristik level produksi yang sama dari Red Hat Enterprise Linux, seperti peningkatan keamanan dan efisiensi, di level aplikasi.

Bagi edge computing, UBI kini tersedia di sebuah lightweight (microimage, sehingga sangat ideal untuk merancang aplikasi cloud-native yang dapat didistribusikan ulang dan distandarisasi pada fondasi Linux tingkat enterprise tanpa overhead pada pemasangan kernel secara keseluruhan.

Red Hat Enterprise Linux di Seluruh Open Hybrid Cloud

Red Hat Enterprise Linux 8.4 lebih dari sebuah fondasi bagi edge. Versi terbaru dari platform Linux terkemuka di dunia itu sekarang memiliki tambahan kemampuan baru supaya lebih mumpuni dalam membantu perusahaan-perusahaan merancang, menerapkan, dan mempertahankan strategi hybrid cloud, dari datacenter ke cloud. Fitur-fitur kunci yang ditambahkan meliputi:

  • Lebih fleksibel untuk aplikasi berbasis clouddengan langganan implementasi dan pelaporan yang lebih holistik melalui Red Hat Insights Subscriptions dan dukungan Red Hat Cloud Access yang semakin luas.
  • Sistem konfigurasi dan pengelolaan yang lebih simpel dan otomatismelalui update pada Tracer utility dan Red Hat Enterprise Linux Web Console, menyajikan panduan untuk system patching dan update yang lebih cerdas sehingga dapat mengidentifikasi downtime akibat terjadinya service restart atau reboot pada sistem.
  • Memperluas kemampuan keamanan yang didesain untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan organisasi IT di tingkat hybrid cloud, dengan Red Hat Enterprise Linux System Role for Crypto Policies dan Network-Bound Disk Encryption (NBDE) yang dihadirkan sebagai sebuah kontainer di seluruh lingkungan yang terdistribusi.

Red Hat Enterprise Linux 8.4 juga mendapat manfaat dari tambahan baru yang powerful pada Red Hat Insights, yakni penawaran pengelolaan yang proaktif dari Red Hat, untuk membantu meningkatkan keamanan IT, analisis sistem, dan pengelolaan sistem Red Hat Enterprise Linux. Red Hat Insights tersedia secara default pada semua langganan Red Hat Enterprise Linux, Red Hat OpenShift dan Red Hat Ansible Automation Platform yang masih aktif.

 

 



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bacaan Pebisnis dan Socialpreneur

Gunakan Red Hat Managed Cloud Services – Perusahaan-Perusahaan Terkemuka Berhasil Memangkas Kompleksitas dan Melahirkan Berbagai Inovasi

Published

on

By


 

 

 

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, telah mengumumkan bahwa sejumlah perusahaan terkemuka dari dunia menggunakan layanan managed cloud dari Red Hat untuk membangun, menjalankan, mengelola, dan meningkatkan aplikasi cloud native di seluruh lingkungan hybrid.

Sebagai penawaran yang di-hosting dan sepenuhnya terkelola (fully-managed), layanan ini menyediakan konfigurasi berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan mengalihkan tanggung jawab dan dukungan operasional ke Red Hat.

Sehingga perusahaan besar seperti Andreani, Audi, Japan Research Institute, Pelayo, dan VINCI Energies bisa mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaru, berkembang seiring demand, mengurangi kompleksitas dan biaya, dan mempercepat time-to-value.

Sathish Balakrishnan, Vice President, Hosted Platforms, Red Hat mengatakan, “Kemudahan menggunakan OpenShift sebagai layanan managed cloud merupakan kebutuhan penting bagi pelanggan — tidak hanya agar mereka dapat menjalankan OpenShift di mana saja, tetapi juga untuk mengalihkan keahlian menjalankan OpenShift ke Red Hat saat mereka fokus pada aplikasi bisnis mereka.”

“Dengan layanan managed cloud dari Red Hat, pelanggan dapat mempercepat kemampuan mereka untuk membangun aplikasi generasi berikutnya, apa pun cloud yang mereka gunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut,” ungkap Sathish, Selasa ( 11/05/2021 ).

Dengan layanan managed cloud Red Hat, para pelanggan dapat mempercepat kemampuan mereka untuk membangun aplikasi generasi berikutnya, apa pun cloud yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut.

Layanan managed cloud Red Hat menyediakan Kubernetes yang fully-managed di semua public cloud terkemuka. Hal ini memungkinkan pelanggan dan partner Red Hat dengan cepat merespons perubahan, mempercepat migrasi mereka ke cloud, dan membangun strategi open hybrid cloud — semuanya berbasiskan Red Hat OpenShift, platform Kubernetes perusahaan terkemuka di industri — terlepas dari infrastruktur, cloud, atau staf operasional yang ada.

Red Hat OpenShift Dedicated, Red Hat OpenShift on IBM Cloud, Red Hat OpenShift Service on AWS dan Microsoft Azure Red Hat OpenShift semuanya tersedia secara jointly-managed dan didukung bersama-sama sebagai layanan OpenShift, diakses sebagai penawaran konsol native cloud dari masing-masing penyedia cloud.

Layanan ini dirancang untuk mengurangi biaya operasional dan memungkinkan pelanggan dengan cepat merilis aplikasi yang memberikan value lebih bagi bisnis. Banyak perusahaan terkemuka sudah menemukan keunggulan pendekatan managed services ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, di antaranya:

Andreani: Andreani menyediakan layanan logistik untuk industri farmasi, kosmetik, teknologi, dan telekomunikasi di Argentina dan Brasil. Menghadapi tantangan baru terkait dengan meningkatnya permintaan barang yang dikirim sebagai akibat dari pandemi COVID-19 global, perusahaan beralih ke Red Hat untuk membantu mempercepat rencana transisinya ke cloud.

Andreani menggunakan Microsoft Azure Red Hat OpenShift, layanan OpenShift Red Hat terkelola yang dihadirkan dan didukung bersama oleh Red Hat dan Microsoft. Dengan beralih ke layanan managed cloud, perusahaan dapat meningkatkan operasinya secara efektif untuk memenuhi lonjakan permintaan pengiriman, mengurangi tekanan pada manajemen IT melalui pemantauan dan patching secara otomatis, dan menyederhanakan proses penerapannya.

Sebastián Sarasate, Infrastructure Manager, Andreani Logistics Group mengatakan, “Industri logistik pada umumnya telah melalui transformasi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir karena teknologi telah memainkan peran yang kian penting dalam memenuhi permintaan pelanggan yang terus bertumbuh. Utamanya untuk teknologi cloud. “

“Beralih ke solusi managed cloud telah membuka pintu bagi kami untuk lebih mengubah sistem TI kami menjadi area yang menambah value bisnis. Dengan Azure Red Hat OpenShift, kami dapat mempercepat implementasi layanan baru dan meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas operasional kami, memungkinkan kami untuk melayani dengan lebih baik pelanggan kami di seluruh Argentina dan Brasil,” kata Sebastián. 

Audi: Sebagai partner sentral di semua divisi bisnis Audi Group, Audi IT adalah pendorong utama transformasi digital di perusahaan ini, dan memberikan dukungan di sepanjang rantai proses dalam pengembangan solusi IT yang cerdas, andal, dan lebih aman. Misi tim adalah menjadi yang terdepan dalam memperkaya pengalaman developer, memungkinkan bisnis untuk menskalakan aplikasi mereka tanpa bergantung pada infrastruktur fisik.

Untuk mendukung misi ini, Audi IT bekerja sama dengan Red Hat untuk mengembangkan solusi Kubika O, platform Kubernetes yang fully-managed dengan kapabilitas operator. Solusi ini didasarkan pada Azure Red Hat OpenShift dan Red Hat OpenShift Service on AWS, dan memasok platform, aplikasi, dan project lain dengan titik akhir Kubernetes multitenant sebagai layanan, termasuk Audi Open Source Diagnostics, Group Measurement Data Management, dan CO2 Fleet Emission Optimization Service.

Sebastian Kister, team lead and platform owner, Kubernetes and Public Clouds, Audi AG, mengatakan, “Kami yakin Red Hat memilih posisi unik sebagai perusahaan yang membantu membangun software infrastruktur, menyediakan platform, dan menyediakan paket software. Bekerja dengan beragam mitra telah memungkinkan kami untuk sepenuhnya mengotomatiskan penyediaan beban kerja dan mengadopsi sistem agnostik cloud, memberi kami kemampuan untuk berpindah dengan lebih mulus di antara platform cloud tanpa terikat oleh dependensi operasi dari native system.”

Dengan managed platform, Audi IT telah sepenuhnya mengotomatiskan sistem penyediaan beban kerjanya, dan memperoleh kemampuan untuk berpindah antar platform cloud sesuai kebutuhan tanpa terikat oleh dependensi pengoperasian sistem native. 

Japan Research Institute: Sumitomo Mitsui Banking Corporation Group (SMFG) adalah perusahaan perbankan dan layanan keuangan Jepang yang beroperasi di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.

Untuk mendukung keseluruhan strategi bisnis grup dan memungkinkan transformasi dan pertumbuhan masa depan dengan lebih baik, SMFG dan anak perusahaan IT-nya, Japan Research Institute, bekerja sama dengan Red Hat Consulting untuk mengimplementasikan penawaran layanan managed cloud yang dapat membantu merampingkan operasional dan mempercepat pengembangan dan pendistribusian aplikasi yang baru.

Takdir Chowdhury, chief digital strategist, general manager, Digital Transformation System Department, The Japan Research Institute, Limited, mengatakan, “Dengan Red Hat OpenShift Dedicated sebagai platform pengembangan aplikasi kami, SMFG dan Japan Research Institute dapat dengan cepat memberikan layanan digital baru dan terus memperbaruinya dengan fitur-fitur baru. “

“Kami telah mengadopsi metode pengembangan yang agile sebagai standar untuk memberikan layanan ini, yang memungkinkan kami untuk menawarkan solusi bernilai tambah kepada pelanggan sekaligus juga membantu mempromosikan pertumbuhan grup di masa mendatang dengan dukungan TI,” tambah Takdir.

Grup tersebut mengadopsi Red Hat OpenShift Dedicated yang memungkinkan para developer mereka untuk berfokus pada pemberian value yang lebih besar melalui layanan baru atau yang diperluas, alih-alih menghabiskan waktu untuk mengkonfigurasi dan mengelola infrastruktur pendukung. 

Pelayo: Pelayo adalah perusahaan asuransi bersama di Spanyol dengan lebih dari satu juta pelanggan.  Arsitektur aplikasi monolitik memengaruhi kemampuan perusahaan untuk merespons risiko dan peluang pasar dengan cepat.

Perusahaan mengembangkan strategi cloud yang akan menyediakan arsitektur yang lebih gesit, kemampuan integrasi dan penyebaran berkelanjutan (CI/CD) penuh, dan memungkinkannya untuk lebih mudah tumbuh dan berintegrasi dengan arsitektur data masa depan.

Oscar Rivas Sendin, Head of Architecture, Pelayo, mengatakan, “Ketika kami memulai project transformasi, kami tahu bahwa ini bukanlah hal kecil untuk beralih dari infrastruktur on-premise ke lingkungan hybrid cloud. Ini adalah keputusan yang tidak boleh dianggap enteng, tapi kami percaya bisa terwujud, mengingat dukungan Red Hat dan Microsoft terhadap kami sepanjang waktu, siap dan bersedia memberikan dukungan dan bantuan yang kami butuhkan selama proses berlangsung. Azure Red Hat OpenShift telah memungkinkan kami untuk lebih fokus meningkatkan prioritas bisnis dan berinvestasi di inovasi dengan langkah yang lebih cepat.”

Selain itu, perusahaan ingin menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman inti, dan Kubernetes sebagai platform pengelolaan container-nya. Dengan mempertimbangkan tujuan dan persyaratan ini, perusahaan memilih Microsoft Azure Red Hat OpenShift, yang memungkinkan mereka membawa solusi ke dalam produksi dengan cepat dan dengan dampak minimal pada tim operasinya.

Saat ini, perusahaan memiliki infrastruktur hybrid, menjalankan sistem lawasnya di on-premise, terintegrasi ke dalam lingkungan Azure Red Hat OpenShift yang baru dan telah berhasil mempercepat pemasangan aplikasinya, meningkatkan produktivitas developer, dan meningkatkan skala bisnisnya dengan lebih baik sambil menjaga biaya operasional tetap rendah.

 

 

 



Sumber Berita

Continue Reading

Bacaan Pebisnis dan Socialpreneur

Gelar ‘Bespoke Home 2021’ – Samsung Umumkan Ekspansi Global Jajaran Perangkat Bespoke

Published

on

By


 

 

Samsung Electronics telah membuka Bespoke Home 2021, platform virtual baru yang menampilkan secara global produk-produk Samsung Home Appliances. Event ini menyoroti ekspansi global jajaran kulkas Bespoke dan menjadi isyarat peluncuran global Bespoke Kitchen Package yang akan datang, bersama dengan beragam lifestyle appliance dan solusi IoT terintegrasi terbaru – semua yang dapat membuat hidup di rumah semakin personalized, fleksibel, dan cerdas.

Bespoke Home menandai ekspansi global jajaran produk kulkas Samsung yang dapat dikustomisasi, menjadi platform baru untuk menampilkan portofolio produk Bespoke yang diperluas, termasuk lifestyle appliances dan solusi pintar terbaru.

“Kami bersemangat mengumumkan ekspansi global jajaran Bespoke, menawarkan solusi lifestyle yang komprehensif untuk memberdayakan konsumen yang mengeksplorasi kebutuhan lifestyle mereka yang terus berkembang,” kata JaeSeung Lee, President and Head of Digital Appliances Business, Samsung Electronics, saat pemaparan pada acara Bespoke Home 2021, yang dilakukan secara global lewat kanal Youtube, Selasa ( 11/05/2021 ).

“Sudah menjadi misi kami untuk mengembangkan produk-produk yang dapat membantu konsumen mengelola dan menjalankan hidup mereka dengan lebih baik,” ungkap JaeSeung Lee.

Pada acara tersebut Samsung menghadirkan berbagai rangkaian produk terbarunya yang didukung dengan teknologi smart termasuk AI  dan IoT.

Berbagai  produk tersebut diantarnya :

Kulkas Customizable Hadir ke Global

Jajaran kulkas Bespoke kini menjangkau Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, CIS, Timur Tengah, dan kawasan tertentu di Asia dan Afrika. Bespoke hadir dalam lebih dari 20 warna original dan tujuh sentuhan akhir (finish) di seluruh dunia, menyajikan banyak jumlah kombinasi yang bisa dipilih. Kulkas Bespoke pun hadir dengan ciri khas Samsung yaitu kapasitas besar, kenyamanan, dan performa pendinginan yang mumpuni.

Di Amerika Utara, konsumen bisa memilih mulai dari 4-Door Flex, 1-Door Column, atau 2-Door Bottom-Mount Freezer. Samsung menciptakan berbagai pilihan warna metal yang unik untuk kawasan ini, termasuk Champagne Rose Steel, Navy Steel, dan Matte Black Steel.

Di Eropa, Bespoke tersedia dalam pilihan 1-Door dan Slim 1-Door, serta model Bottom-Mount Freezer dalam pilihan tinggi 1,8 dan 2 meter dengan enam finish yang berbeda serta warna yang beragam, dari classic white hingga warna-warna pastel yang lembut maupun statement color.

Dapur Spesial untuk Anda

Bespoke Kitchen Package terbaru adalah ekspansi global pertama Samsung untuk produk Bespoke di luar kulkas, menerapkan filosofi perangkat yang dapat dikustomisasi ke seluruh bagian dapur dimulai dengan pasar AS dan Eropa. Diluncurkan pada semester kedua tahun ini, penawaran khusus untuk kawasan Amerika Utara akan berpusat pada kulkas flagship Bespoke dan akan diperluas ke kompor, microwave oven, dan mesin pencuci piring Bespoke, yang dirancang dengan look-and-feel yang sama dengan kulkas.

Paket ini memungkinkan konsumen untuk menyatukan atau mix and match estetika dapur mereka dalam warna dan finish favorit, dalam pilihan Matte Black Steel, Navy Steel, Champagne Rose Steel, dan White Glass.

Perangkat yang Langsung Cocok dengan Lifestyle Anda

Samsung juga akan meluncurkan perluasan jajaran produk lifestyle appliance di Amerika Utara dan Eropa tahun ini, termasuk Bespoke AirDresser, Bespoke air purifier, dan Bespoke Jet™ stick vacuum cleaner. Dengan rumah yang kini berfungsi ganda sebagai kantor, gym, dan ruang kelas, perangkat Bespoke Home terbaru ini akan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memberikan lebih banyak fleksibilitas, otomatisasi, dan higienitas.

Lifestyle appliance terbaru yang diluncurkan di Amerika Utara dan Eropa meliputi:

  • Bespoke AirDresser menghadirkan berbagai solusi perawatan pakaian untuk memastikan bahwa pakaian tetap dalam kondisi prima, melakukan ini semua dalam tampilan Bespoke yang sudah di-upgrade. Produk ini diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat pada semester kedua 2021.
  • Bespoke air purifier menyedot udara dari lima arah untuk memurnikan udara dengan cepat dan intensif, bahkan di ruangan yang luas. Sistem pemurnian ultrahalusnya dapat menghilangkan 99,999 persen debu berukuran 0,01µm,* sedangkan 3 Way smart discharge akan mensirkulasi udara bersih ke berbagai arah. Unit ini tersedia dalam berbagai desain dan warna dan diluncurkan di AS pada kuartal ketiga. 
  • Bespoke Jet™ hadir dengan Clean Station™ dan charging station telah terpasang, menawarkan solusi pembersihan yang komprehensif. Begitu aktivitas vacuum selesai, pengguna cukup menempatkan vacuum ini di dock-nya, ia akan mengosongkan tempat debu dan mengisi daya listriknya secara mandiri. Bespoke Jet™ baru ini akan tersedia dalam tiga pilihan warna dan diluncurkan di Amerika Serikat, Eropa, CIS dan Asia Tenggara pada semester kedua 2021.
  • Jet Bot Al+ adalah robot vacuum pertama yang ditopang solusi Intel® Al. Smart vacuum ini memanfaatkan teknologi pengenalan objek serta sensor LiDAR dan 3D untuk mengidentifikasi objek dan menentukan jalur pembersihan yang paling optimal. Jet Bot AI+ juga sudah dilengkapi dengan sebuah kamera dan terintegrasi dengan aplikasi SmartThings untuk mendukung remote home monitoring. Produk ini akan tersedia di Amerika Serikat, Eropa, CIS, dan Asia Tenggara pada semester kedua 2021.

 

Lifestyle appliance terbaru lainnya meliputi: 

  • Bespoke ShoeDresser** memanjakan sepatu favorit Anda supaya tetap segar setelah dipakai. Perangkat ini menghilangkan bau, kelembaban dan mengeringkan sepatu Anda berdasarkan material dan bentuknya, memastikan agar sepatu ini dirawat dengan tepat.
  • Bespoke Cube refrigerator** menyediakan penyimpanan modular untuk berbagai produk selain bahan makanan, seperti anggur, bir, dan produk kecantikan. Perangkat ini cukup senyap untuk ditempatkan di kamar tidur atau di dekat sofa, atau di manapun pengguna memilih untuk menyimpan produk-produk khusus yang perlu berada dalam kondisi dingin.
  • Bespoke water purifier** tersedia dengan keran tunggal atau multiple. Perangkat ini dilengkapi dengan sistem filter empat level dan dapat menyaring hingga 2.500 liter air, yang cukup untuk diminum oleh keluarga beranggotakan empat orang selama setahun. Volume dan suhu air dapat diatur dengan kontrol suara menggunakan Bixby. 

SmartThings Dukung Hidup Terkoneksi Anda

Visi Samsung untuk Bespoke Home juga menekankan connected living melalui Al dan otomatisasi. Samsung SmartThings mendorong visi itu, dengan menyediakan platform manajemen rumah yang tersentralisasi dan mudah dikendalikan oleh para pengguna.

  • SmartThings Cooking menyediakan meal plan dan resep yang dipersonalisasi yang mencerminkan preferensi pengguna dan stok makanan yang ada di dalam kulkas, secara otomatis mengatur suhu dan mode memasak berdasarkan setiap resep dan menerapkannya kepada peralatan memasak yang sudah tersinkronisasi. Layanan ini sudah tersedia di Amerika Utara dan beberapa negara tertentu di Eropa.
  • SmartThings Pet tersinkronisasi dengan perangkat rumah tangga seperti Bespoke air purifier dan Jet Bot Al+ robot vacuum sehingga pengguna bisa memonitor hewan peliharaan saat mereka tidak berada di rumah. Layanan ini akan diluncurkan secara global di Eropa, Amerika Latin, dan Asia pada semester kedua 2021.
  • SmartThings Clothing Care tersinkronisasi dengan Bespoke AirDresser serta smart washer dan smart dryer supaya kegiatan mencuci menjadi lebih efisien. Layanan ini merekomendasikan siklus dan setting untuk perawatan pakaian yang optimal, sehingga pengguna tidak perlu menebak-nebak. Layanan SmartThings Clothing Care saat ini tersedia di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Pembaruan untuk menyambungkan dengan Bespoke AirDresser akan tersedia di Amerika Serikat dan negara Eropa tertentu pada semester kedua 2021.
  • SmartThings Air tersinkronisasi dengan Samsung air purifier dan AC untuk memonitor kualitas udara di dalam dan di luar rumah pengguna secara real time. Perangkat ini diluncurkan di Amerika Serikat pada semester kedua 2021.

 

 



Sumber Berita

Continue Reading

Bacaan Pebisnis dan Socialpreneur

Berbagi Peran Sukseskan Program Vaksinasi di Indonesia – Unilever Indonesia Donasikan  1.400 Kabinet Pendingin

Published

on

By


 

PT Unilever Indonesia, Tbk. donasikan 1.400 unit kabinet pendingin vaksin untuk mendukung kesuksesan program vaksinasi COVID-19 di tanah air. Donasi batch pertama sebanyak 614 unit kabinet pendingin kini sedang dalam proses pendistribusian ke 34 provinsi di Indonesia, dan akan disusul dengan pendistribusian sisanya dalam beberapa bulan ke depan. Dukungan ini merupakan tahap ke-II dari inisiatif #UnileverUntukIndonesia yang diluncurkan tahun lalu, masih membawa semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Perusahaan sejak awal pandemi.

Ira Noviarti, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk., ditemui dalam acara serah terima simbolis kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyatakan, “Untuk dapat keluar dari krisis ini membutuhkan gotong royong semua pihak, dan kami bersyukur dapat terus menjalankan peran mendukung upaya pemerintah Indonesia yang kali ini berfokus pada kesuksesan pelaksanaan vaksinasi. “

“Semoga 1.400 unit kabinet pendingin baru yang kami kontribusikan dapat membantu kelancaran distribusi vaksin dan mengakselerasi langkah kita bersama menuju Indonesia Bangkit,”  ungkap Ira, dalam keterangannya, Selasa ( 11/05/2021 ).

Ira menjel;askan bahwa 1.400 unit kabinet pendingin baru tersebut merupakan bagian dari serangkaian dukungan Unilever Indonesia untuk kesuksesan program vaksinasi yang menjadi fokus pemerintah tahun ini.

“Ada tiga pilar dukungan yang kami sampaikan melalui #UnileverUntukIndonesia tahap II ini yaitu logistik, edukasi masyarakat, dan keselamatan karyawan. Pilar edukasi masyarakat sudah mulai berjalan sejak program vaksinasi lansia diluncurkan, dan akan terus berlanjut selaras dengan tahapan yang akan berjalan. Pilar keselamatan karyawan akan kami komunikasikan sejalan dengan perkembangan program vaksinasi Gotong Royong. Pilar logistik adalah kontribusi kabinet pendingin baru yang kita serah terimakan secara simbolik hari ini,” lanjut Ira.

Saat ini pemerintah terus menggenjot ketersediaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dan salah satu tantangan yang perlu diantisipasi adalah dalam hal penyimpanan. Perlu dipastikan bahwa setiap dinas kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta fasilitas kesehatan memiliki tempat penyimpanan yang mencukupi. Terlebih lagi dengan jumlah vaksin yang menurut rencana akan tersedia dalam volume yang  semakin besar, terutama mulai Juli 2021.

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan, “Implementasi Public Private Partnership atau kemitraan Pemerintah-Swasta sangat dibutuhkan dalam penanganan COVID-19 di masa sekarang ini, utamanya untuk mendorong laju kesuksesan program vaksinasi. Salah satu yang perlu ditindaklanjuti adalah sehubungan dengan penyimpanan di setiap fasilitas kesehatan, tempat penyimpanan harus cukup besar dan mumpuni untuk menjaga kualitas vaksin agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dengan semakin lancar.”

“Kami mengapresiasi donasi kabinet pendingin baru dari Unilever Indonesia yang sangat membantu upaya kami menyiapkan ketersediaan kapasitas penyimpanan vaksin sekaligus memastikan bahwa mutu dan keamanan vaksin juga dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Budi Gunadi.

Selain melalui Kementerian Kesehatan RI, 100 unit kabinet pendingin juga akan didonasikan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, Perusahaan akan membantu dan memonitor proses pengiriman sampai seluruh unitnya diterima dengan baik oleh pihak yang berwenang.

Tahun lalu Unilever Indonesia telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp200 miliar secara bertahap untuk membantu masyarakat Indonesia selama masa pandemi, baik dalam bentuk alat testing, APD, paket makanan untuk nakes, produk-produk sanitasi dan kebersihan,  wastafel untuk cuci tangan, serta dukungan untuk UMKM yang sejalan dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Melalui inisiatif #UnileverUntukIndonesia tahap I, Perusahaan memberikan dukungan nyata bagi 147.000 pedagang warung agar tetap sehat selamat dan dapat tetap berjualan. Hal tersebut dilakukan dengan cara menyumbangkan keuntungan dari transaksi dengan warung-warung tersebut selama tiga bulan, yang disampaikan dalam bentuk paket berisi produk kebersihan serta alat perlindungan diri, dan tambahan modal untuk keberlangsungan usaha.

“Sebagai bagian dari proses evaluasi, kami melakukan survey di awal tahun 2021 terhadap para pedagang warung yang terlibat dalam #UnileverUntukIndonesia tahap I. Alhamdulillah 97 persen setuju bahwa program kami membantu keselamatan dan penghidupan di masa pandemi. Semoga melalui #UnileverUntukIndonesia tahap II kami bisa terus berkontribusi dalam gotong royong untuk Indonesia Bangkit, #MariBerbagiPeran,” pungkas Ira.

 



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
  • Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Trending

Copyright © 2021 Temposiana.com | Beyond Future, Berita Terverifikasi