#  

Strategi Pariwisata dari Teknologi hingga Kolaborasi

[ad_1]

Jakarta, Gatra.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) memiliki daya ungkit terhadap ekonomi yang cukup besar. Hal itu berdasar pada asumsi bahwa sekitar 34 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor ini.

Sayangnya, sektor parekraf terdampak sangat signifikan akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kemenparekraf, tercatat penurunan jumlah wisatawan hingga 70,57% selama periode Januari-September 2020.

“Berarti 1,42 juta lapangan kerja parekraf sudah terdampak pandemi. Tiba-tiba mereka tidak mendapatkan mata pencaharian,” kata Sandi dalam acara webinar KAHMIPreneur, Minggu (3/1).

Oleh karena itu, lanjut Sandi, Kemenparekraf akan fokus untuk menjadikan tahun 2021 sebagai awal kebangkitan sektor pariwisata Indonesia. Targetnya, sektor pariwisata Indonesia bisa menggaet sekitar 4 juta hingga 7 juta wisatawan mancanegara di tahun 2021 ini.

“Target ini pasti akan sangat bergantung dengan keadaan fisik kesehatan. Oleh karena itu, saya selalu kedepankan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat kita harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Dalam upaya mencapai target ini Kemenparekraf memiliki tiga strategi utama. Pertama, memunculkan inovasi-inovasi baru dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), virtual platform, hybrid event, dan lainnya.

“Target pasar yang segmented dan targeted, yang kita arahkan kepada milenial atau generasi Z. Kita akan fokus kepada pariwisata berbasis kualitas, budaya, kearifan lokal, berkelanjutan, dan sehat,” jelas Sandi.

Kedua, adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Pemerintah akan memperkuat pendekatan testing, tracing, dan treatment kepada setiap wisatawan baik wisatawan asing maupun lokal. 

Selain itu, akan dilakukan juga penguatan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di setiap destinasi wisata.

“Langkah ketiga adalah kolaborasi. Pariwisata punya jangkauan lintas sektor. Kita bicara lingkupnya luas, dari infrastruktur kita harus bekerja sama dengan Kementerian PU, untuk koordinasi dengan para kepala daerah kita kolaborasi dengan Kemendagri, transportasi dengan Kemenhub, juga lintas sektor,” ungkapnya.


Reporter: Ryan Puspa Bangsa

Editor: Hidayat Adhiningrat P.


[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *