[ad_1]
”Bulan Mei dan Juni vaksinnya melimpah. Kemarin baru saja datang,” ucap Gibran, Jumat (7/5).
Selama ini Kota Solo hanya mendapatkan alokasi vaksin jenis Sinovac. Namun, menurut Gibran, Solo juga akan dipasok vaksin ‘Gotong Royong’ buatan dalam negeri dan vaksin Sinovam.
”Selama ini kebetulan Sinovac saja. Kalau Astrazeneca enggak ada. Solo enggak dapat, diambil kota lain,” katanya.
Namun dirinya menekankan bahwa semua jenis vaksin aman untuk disuntikkan pada masyarakat. Semua jenis vaksin yang diberikan ke masyarakat sudah teruji secara klinis. ”Enggak apa-apa, semua aman,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih menambahkan, capaian vaksinasi di Kota Solo sudah melampaui target. Kementerian Kesehatan menargetkan Kota Solo melakukan vaksinasi ke 93.158 orang.
”Saat ini kita sudah ada 105.498 orang yang divaksin. Jumlah ini sudah melampaui target, sudah 113,5 persen,” katanya.
Hanya saja, dari jumlah tersebut, mayoritas didominasi oleh warga yang bekerja di pelayanan publik. Padahal pemerintah pusat menganjurkan warga lanjut usia atau lansia diutamakan.
”Capaian lansia baru 78 persen. Kalau (pekerja) pelayanan publik sudah 120-an persen dari target yang ditentukan. Padahal utamanya untuk lansia,” ujarnya.
Sejauh ini, Kota Solo telah mengajukan permohonan pengiriman vaksin melalui aplikasi dengan jumlah sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Basis pengajuan itu sesuai capaian vaksinasi di daerah masing-masing.
”Jadi memang bukan berdasarkan permohonannya, tapi berdasarkan angka yang sudah terpenuhi,” jelasnya.
Reporter: Novita Rahmawati
Editor: Arif Koes
[ad_2]
Sumber Berita


















