Jakarta, Gatra.com – Fakta menarik terungkap dalam sidang salah satu terdakwa kasus korupsi investasi Asuransi Jiwasraya, Piter Rasiman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu 16 Juni 2021. Mulai dari JPU yang tak bisa menghadirkan bukti transaksi aliran dana terkait korupsi hingga terungkap fakta jika repurchase agreement (Repo) juga sudah dibayarkan jauh sebelum munculnya kasus rasuah tersebut.
Menanggapi temuan fakta tersebut, pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar, menyebut jika kasus ini bisa saja dihentikan. “Sebab alat bukti yang dapat diajukan sebagai dasar untuk diajukannya sebuah perkara minimal dua alat bukti untuk membuktikan terjadinya tindak pidana korupsi,” kata Fickar kepada wartawan, Jumat (18/6).
Alat bukti yang dimaksud Fickar yakni keterangan saksi, alat bukti surat, keterangan ahli dan atau keterangan tersangka. “Artinya jika hanya ada satu laporan saksi saja tanpa didukung alat bukti lainnya maka penyidikan tidak dapat diteruskan,” ujarnya.
Soal email pun bisa dijadikan alat bukti, lanjutnya, asal ada konfirmasi pembayaran atau transfer lebih dari satu orang. “Bisa jadi alat bukti asal ada email balasan untuk menjadi alat bukti yang sempurna,” ujarnya.
Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, menyebut bahwa bagi pihak yang tidak mengerti dunia investasi pasti menganggap seolah-olah investasi di surat berharga itu berutang dan jika hasilnya tidak memuaskan, maka banyak pelanggaran.
“Padahal kan kalu melihat seperti itu, apapun namanya transaksi pasti ada potensi pelanggaran. Tetapi jangan dianggap bahwa yang namanya transaksi atau investasi itu melanggar. Jadi tidak bisa serta merta kita katakan berinvestasi di surat berharga atau saham itu melanggar hukum. Karena kan yang namanya investasi tidak melanggar hukum, sepanjang berinvestasi sesuai dengan koridornya,” kata Reza.
Ia beralasan, dalam pengelolaan dana itu ada standar operasional prosedur. Hal itu yang harus dilihat lagi oleh pihak Kejaksaan. Jika penanganan kasus ini disamaratakan, maka yang ada investor jadi takut untuk berinvestasi.
☕
Enjoyed this article?
Buy the writer a coffee.
♥
Buy Me a Coffee
Support the creator · E-Wallet
CHOOSE AN AMOUNT
METHOD & DETAILSRp 0
PAY WITH
GoPay
via Gojek app
DANA
via DANA app
OVO
via OVO app
ShopeePay
via Shopee app
All methods above are sent to the same creator e-wallet number.
📲
Transfer via GoPay
Rp 0
SEND TO GOPAY NUMBER
0816-1945-288
Open the Gojek app and choose GoPay Transfer.
Enter the number 0816-1945-288 and the amount shown above.
Add your name as a note (optional) and complete the transfer.
🎉
Thank you!
Your support means a lot and helps keep great content coming.
Begitupun dengan proses penyitaan aset yang tak terkait perkara, Reza mengkhawatirkan akan menjadi preseden buruk buat investor ke depannya. “Kaya tadi misalkan, anggaplah perusahaan A terindikasi terlibat dalam penyelewengan dana Jiwasraya. Nah, orang kan jadi takut untuk buka rekening atau beli produk Reksadananya di manager investasi A ini. Padahal perusahaannya itu enggak ada masalah, jadi pelaku pasar akan khawatir dan takut untuk berinvestasi.”