Connect with us

Berita

PROPAMI dan Unsyiah bersama-sama membentuk generasi yang kompeten dalam pasar modal

Published

on

PROPAMI dan Unsyiah bersama-sama membentuk generasi yang kompeten dalam pasar modal

Temposiana – Bertempat di Aula Sidang Universitas Syiah Kuala Aceh (10/2/23) telah berlangsung kegiatan penandatangan kesepakatan yang dikemas dalam MoU antara PROPAMI dengan FEB Universitas Syiah Kuala Aceh, penandatangan MoU tersebut merupakan satu upaya kedua pihak untuk berkolaborasi dalam program edukasi dan literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman mahasiswa, dosen dan masyarakat berkaitan dengan industri keuangan khususnya Pasar Modal.

NS. Aji Martono, SHi, CES, CSA, CRA, CRP, C.Me dalam sambutannya mengatakan bahwa Industri keuangan khususnya Pasar Modal saat ini terus bertumbuh dimana dilihat dari jumlah investor yang telah mencapai lebih dari 10,3 juta investor dan lebih dari 830 perusahaan publik yang tercatat dilantai bursa memberikan ruang yang lebar untuk menambah tenaga tenaga terampil dan kemampuan yang kompeten dalam terus menumbuh kembankan industri tersebut hingga kedaerah seperti di Aceh ini.

Kerjasama antara PROPAMI dan Unsyiah ini merupakan langkah besar dalam memperkaya literasi pasar modal bagi para mahasiswa dan masyarakat umum. Kami yakin bahwa melalui kerjasama ini, kedua belah pihak akan dapat memberikan sumbangsih yang signifikan bagi peningkatan literasi pasar modal di Indonesia.”

Kebutuhan akan tenaga terampil dan ahli ini akan dapat terwujud dengan pedulinya insan kampus untuk turut serta menjaga dan memasarkan produk Pasar Modal keseluruh lapisan masyarakat investor Indonesia, untuk itulah kami hadir di Unsyiah dan berkolaborasi.

Advertisement

Dikatakan Aji pula, bahwa industri pasar modal ini dapat berkembang di Aceh bukan saja menambah jumlah investornya, namun juga bagaimana sektor bisnis dan usaha dapat mencari alternatif pendanaan usahanya dipasar modal dengan go publik atau melakukan Initial Publik Offering (IPO) bahkan sektor UMKM yang banyak tersebar seantero Aceh inipun dapat naik kelas karena sektor UMKM juga bisa melakukan penambahan modal kerjanya melalui Urun Dana, sehingga UMKM bisa mendapatkan dana murah dari mekanisme urun dana tersebut.

Sementara Prof Dr. Faisal, SE, M.Si, MA yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Unsyiah menyambut gembira atas kolaborasi tersebut dan mengatakan akan terus berupaya mendorong para mahasiswa dan dosen untuk berperan aktif dalam menjalankan program edukasi dan literasi bersama PROPAMI.

Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia

Potensi Aceh masih cukup besar untuk industri pasar modal sehingga dengan adanya program edukasi dan literasi ini akan memudahkan kami khususnya Universitas Syiah Kuala untuk menyiapkan mahasiswa siap kerja setelah selesainya mereka kuliah apalagi PROPAMI juga datang bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP Pasar Modal), sehingga kolaborasi ini akan menjadi lebih baik lagi, dengan program sertifikasi yang bisa kami sertakan sebagai sertifikasi pendamping ijasah sehingga lulusan Unsyiah pada akhirnya siap memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.

Setelah dilakukan penandatangan MoU antara PROPAMI dan Unsyiah, dilanjutkan dengan pemberian materi dalam Kuliah Tamu yang bertajuk Urgensi Peningkatan Kompetensi Dalam Meraih Sukses Berinvestasi Di Pasar Modal.

Kuliah Tamu yang dimoderatori Fathurahman Anwar, SE. MBA, dosen Unsyiah ini menampilkan narasumber Haryajid Ramelan, Ketua LSP Pasar Modal dan Titis Sosro, Praktisi dan Direktur Eksekutif LSP Pasar Modal dimana keduanya juga merupakan pengurus PROPAMI.

Dalam kuliah tamu tersebut diharapkan para mahasiswa, dosen dan masyarakat investor yang hadir dapat lebih paham pentingnya kompetensi dibidang keuangan dan pasar modal

Advertisement

Program edukasi keuangan dan pasar modal yang dilaksanakan dalam bentuk kuliah tamu tersebut sangatlah penting dan bermanfaat, mengingat masyarakat Aceh masih membutuhkan banyak informasi dan pemahaman tentang dunia keuangan dan pasar modal. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa serta masyarakat Aceh dalam membuat keputusan keuangan yang bijak dan memiliki masa depan finansial yang baik.