[ad_1]
Proyek yang saat ini masih dalam proses pengerjaan itu dikerjakan oleh PT Perdana Loka Guna, dampak dari longsor itu terlihat pembukaan ruas tebing semakin melebar dan memakan badan jalan tentu hal tersebut akan berdampak terhadap volume pekerjaan proyek.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi, Bosar Pasaribu, saat dikonfirmasi terkait persoalan akan adanya perubahan volume pekerjaan akibat longsor mengatakan pihaknya akan melakukan pengukuran kembali. “Ya, nanti akan dievaluasi lagi, kan harus dilakukan pengukuran terlebih dulu,” katanya kepada Gatra.com, Rabu (7/4).
Selain itu, terkait kejadian itu, ia menyebut longsor dinding sungai tersebut adalah longsor tambahan yang terjadi 4 April 2021 lalu akibat derasnya arus sungai. “Di lokasi tersebut tahun ini ada pekerjaan penanganan longsor yang telah terjadi tahun lalu. Longsor tambahan ini juga akan dimasukkan dalam penanganan paket tahun ini,” ujarnya.
Saat ditanya apakah sebelumnya tidak diperhitungkan bahwa daerah tersebut rawan longsor? Kembali ia menyebutkan bahwa hal itu sudah diprogramkan penanganannya tahun ini.
“Seperti penjelasan di atas, di lokasi tersebut sudah terjadi longsor tahun lalu dan sudah diprogramkan penanganannya tahun ini,” kata Bosar Pasaribu. Lalu soal perubahan volume akibat longsor? “Nanti dievaluasi, kan harus dilakukan pengukuran terlebih dulu,” jawabnya berdalih.
Pendapat ini berbeda pula dengan apa yang disampaikan kepala Balai Jalan dengan apa yang dikatakan oleh konsultan proyek tersebut, Eka. Ia mengatakan tidak ada perubahan terhadap volume pekerjaannya. “Untuk volume sementara tidak ada perubahan, Hanya perbaikan pada jalur lalu lintas Untuk antisipasi. Dan menambah rambu peringatan,” kata Eka, singkat.
Reporter: Warsun Arbain
Editor: Rohmat Haryadi
[ad_2]
Sumber Berita


















