[ad_1]
ILUSTRASI. Costumer Service melayani nasabah di kantor cabang BCA Tangerang Selatan, Jumat (17/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/17/04/2020.
Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri perbankan tetap membentuk pencadangan pada kuartal pertama 2021. PT Bank Danamon Tbk menyatakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di sekitar Rp 7 triliun pada kuartal pertama 2021.
Direktur Bank Danamon Dadi Budiana menyatakan CKPN itu telah berada pada posisi yang tinggi. Ia menyebut naik Rp 2,5 triliun dibandingkan akhir 2019 lalu. Ia menyatakan hal itu juga dipengaruhi oleh penerapan PSAK 71.
“Ini penyebab kenapa di tahun 2020 lalu, kami punya biaya kredit yang besar yakni Rp 1,5 triliun. Ini untuk tingkatkan CKPN kami, dengan CKPN yang memadai ini, akan kami jaga terus, tentunya dari sisi NPL coverage di level 171% akan dijaga terus seperti yang dinikmati seperti saat ini,” papar Dadi dalam paparan virtual pada Rabu (28/4).
Baca Juga: Bank DKI fokus menjaga kualitas aset
Sedangkan Direktur PT Bank Central Asia Tbk Vera Eve Lim mencermati bahwa perekonomian Indonesia akan membaik tahun ini seiring dengan dimulainya vaksinasi Covid-19. Ia bilang perbankan masih akan tetap melakukan pencadangan sebagai upaya antisipasi kualitas kredit ke depannya sejalan dengan pemulihan ekonomi di tahun 2021.
“Per Maret 2021, BCA membukukan biaya pencadangan sebesar Rp 3,3 triliun, meningkat 50,3% YoY,” ujar Vera kepada Kontan.co.id pada Rabu (28/4).
Di tengah tantangan yang ada, Lanjutnya, BCA tetap optimis bahwa geliat perekonomian di Indonesia akan bangkit kembali seiring dengan pemulihan yang saat ini mulai berjalan. Kendati demikian, hal itu harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan.
Adapun Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan bank secara konservatif membentuk pencadangan (CKPN) yang sesuai untuk menghadapi risiko penurunan kualitas aset serta menghadapi tantangan perekonomian di masa mendatang.
Baca Juga: Merger Bank Syariah Indonesia akan mengubah peta aset bank BUMN?
Itu sebabnya, pada kuartal 1 Tahun 2021, Perseroan tetap membentuk CKPN yang tinggi sebesar Rp 4,81 triliun atau meningkat 127,7% di atas CKPN kuartal 1 tahun 2020 yang sebesar Rp 2,11 triliun.
“Dengan nilai CKPN yang dibentuk tersebut, perseroan melaporkan laba bersih pada kuartal 1 tahun 2021 sebesar Rp 2,39 triliun, dengan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio ditetapkan pada level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 182,4%,” paparnya.
DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
[ad_2]
Sumber Berita


















