#  

Menutup Diri, 2 Ponpes di Bantul Dipantau Aparat

[ad_1]

Bantul, Gatra.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan ada dua pondok pesantren yang menutup diri dan eksklusif di kabupaten tersebut.

 

Ketertutupan itu diduga bakal memicu berkembangnya radikalisme di ponpes tersebut.

 

“Sampai sekarang kami akui masih menemui kesulitan untuk bisa masuk dan berkomunikasi dengan pengelola kedua ponpes tersebut,” jelas Kepala Tata Usaha Kemenag Bantul Basori Alwi di Makodim 0729/Bantul, Selasa (6/4).

 

Eksklusivitas itu menurut Basori bakal memicu berkembangnya paham-paham radikal di ponpes tersebut. Pasalnya, ciri-ciri paling umum seseorang atau lembaga terpapar radikalisme adalah mereka menutup diri.

 

“Orang lain tidak boleh masuk. Dia ingin memahami sendiri dan di situlah menganggap bahwa orang lain yang beda pemahaman dengan dirinya selalu salah,” katanya.

 

Meski tidak menyebut nama dan lokasi dua ponpes itu, Basori memastikan ketertutupan ponpes itu bakal menarik perhatian pihak luar.

 

Saat ini Kemenag sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang dan aparat untuk melakukan pemantauan di ponpes tersebut.

 

Kemenag Bantul juga mendorong masyarakat melakukan moderasi beragama yang berfondasi pada tiga prinsip dasar  yaitu, berimbang, toleran, serta adil.

 

“Hasil dari moderasi beragama ini adalah toleransi. Di mana memahami bagaimana cara beragama, sehingga muncul pemahaman akan perbedaan yang ada di tengah masyarakat,” jelas dia.

 


Reporter: Kukuh Setyono

Editor: Arif Koes


[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *