#  

Oksigen kapal selam yang hilang bisa bertahan 5 hari, jika dihidupkan: Angkatan Laut – TIRAS.id

REDAKSI

[ad_1]

Jakarta (ANTARA) – Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang mendapat pukulan telak dari pandemi COVID-19.

Agar tidak terus menyesali situasi, pemerintah justru memandang pandemi COVID-19 sebagai momentum untuk mempersiapkan sektor ini bangkit dengan melakukan pengembangan ekstensif dan melakukan perbaikan.

Sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), pengembangan sarana penunjang kawasan Danau Toba juga terus diupayakan karena dibandingkan dengan destinasi wisata super prioritas lainnya, seperti Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, Danau Toba. masih membutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung.

Mempercepat pembangunan kawasan Danau Toba juga merupakan komitmen yang tak tergoyahkan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang merupakan putra daerah Toba Samosir.

Pandjaitan terus memantau dan mendukung perkembangan Danau Toba. Setiap beberapa bulan, Menkeu rajin mengunjungi Danau Toba untuk menyaksikan dari dekat kemajuan pengembangan kawasan danau yang terbentuk akibat letusan gunung api super puluhan ribu tahun silam.

Berita Terkait: Untuk tag destinasi super prioritas, Toba membutuhkan dorongan infrastruktur
Berita Terkait: Kisah ulos mencerminkan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia

Dalam kunjungan terakhirnya, perkembangan yang terus berlanjut terlihat pada beberapa proyek pembangunan, seperti pembangunan Dermaga Porsea dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) Balige 3 yang merupakan sekolah kejuruan pariwisata untuk mendukung dan mengembangkan Danau Toba.

Proyek lainnya adalah Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta serta penataan kawasan pantai Bebas Parapat. Kemajuan positif juga terlihat pada calon Creative Hub di Dolok Sipiak serta pekerjaan rehabilitasi jalan di Pesanggrahan Soekarno. Pembangunan di Pelabuhan Ajibata dan Pelabuhan Ambarita juga sedang berlangsung, dan diharapkan dapat beroperasi pada September.

Sementara itu, proyek di Tano Ponggol akan terus diakselerasi, di mana akan dibangun jembatan layang untuk menghubungkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera.

Tol Tebing Tinggi-Serbelawan, Sumatera Utara yang menghubungkan Kualanamu ke Parapat, salah satu akses menuju Danau Toba, akan mampu memangkas waktu tempuh menjadi satu setengah jam.

Rencananya, tol yang akan dibuka pada akhir Desember 2021 itu akan terhubung ke Pematang Siantar. Sedangkan rencana pembangunan jalur Parapat dan Sibolga diharapkan selesai pada tahun 2024.

Ratusan pelajar menampilkan tarian tradisional Batak bernama Tari Cawan dalam acara pembukaan Festival Danau Toba di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (17/9). Festival yang berlangsung hingga 21 September ini menampilkan sejumlah perlombaan budaya dan budaya tradisional Batak. FOTO ANTARA / Edy Regar / IM / pras / 14

Undang Investasi

Pemerintah antara lain menawarkan kesempatan kepada calon investor untuk mengembangkan kawasan Danau Toba.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat beberapa investasi yang bisa dilakukan investor, antara lain hotel bintang empat dan lima di lereng Danau Toba, glam camps, fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), kawasan komersial, dan hiburan dalam dan luar ruangan.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan mengatakan, pemerintah menawarkan investasi di lahan seluas 386,72 hektare di kawasan Danau Toba yang dipegang Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT).

“Tanahnya milik BPODT, jadi bisa digunakan untuk keperluan investasi. Bisa kerja sama BPODT atau bisa beli atau sewa dari BPODT, dan bisa menjalankan usaha sesuai keinginan di Toba,” tandasnya.

Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Pandjaitan juga telah melakukan pendekatan ke beberapa negara potensial, termasuk China.

Menurut Menkeu, China telah merencanakan investasi hingga US $ 10 miliar di Danau Toba.

Pada suatu kesempatan, Pandjaitan pernah mengundang Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk merasakan keindahan panorama Danau Toba sambil hiking dan membahas kerjasama investasi, termasuk dalam proyek pariwisata.

“Investor China, misalnya, sudah berinvestasi di beberapa proyek dan masih akan berinvestasi di kawasan Danau Toba,” kata Pandjaitan.

Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China Zhang Xu Pin sepakat untuk terus melakukan kerja sama internasional guna memfasilitasi pemulihan ekonomi yang terpukul oleh pandemi COVID-19, termasuk mendukung sektor pariwisata.

“Mendorong kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara, terutama dalam mendukung pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Zhang Xu.

Restorasi toilet

Dalam rangka mendukung kawasan pariwisata Danau Toba, pemerintah akan merenovasi fasilitas MCK. Sebagai negara dengan potensi wisata yang sangat luas, kebersihan fasilitas toilet umum menjadi salah satu aspek yang mempengaruhi reputasi pariwisata di negara tersebut.

“Toilet itu penting, karena di tempat wisata, kalau tidak ada toilet, tidak ada air. Tidak ada gunanya,” kata Pandjaitan.

Karenanya, pemerintah fokus pada peningkatan kualitas toilet umum, terutama di lokasi wisata.

Pemerintah juga bekerja sama dengan Mister Loo, startup Swiss yang menawarkan konsep toilet umum yang inovatif.

Sebanyak 25 toilet baru telah dibangun di beberapa lokasi di tempat wisata Danau Toba. Ke 25 toilet tersebut dibangun dari dana CSR beberapa perusahaan dan akan dikelola bersama dengan Mister Loo.

Sejalan dengan arahan peningkatan fasilitas toilet di tempat-tempat wisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berencana membentuk satgas toilet nasional dalam upaya menggenjot pariwisata nasional.

“Kita harus memperbaiki sistem pengelolaan toilet di kawasan wisata agar Indonesia menjadi tujuan utama pariwisata di Asia,” kata Uno.

Satgas Toilet Indonesia (STI), sebuah organisasi kemasyarakatan, juga mendukung rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memperbaiki kondisi toilet di kawasan wisata.

Selain menjaga kebersihan tingkat tinggi di beberapa kawasan wisata, hal lain yang perlu diperhatikan adalah beberapa toilet yang belum memiliki fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas, seperti yang menggunakan kursi roda.

“Kami sudah melakukan studi di lapangan dan menemukan bahwa lima kawasan wisata di Indonesia bisa menjadi pilot project yang mempromosikan Gerakan Komunitas Cinta Toilet Bersih,” ujar Ketua STI Anthoney.

Sebagai salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, pemerintah terus mengupayakan pengembangan dan penataan kawasan Danau Toba, mulai dari aspek kecil, seperti pembangunan toilet hingga investasi dari beberapa negara potensial.

Harapan disematkan untuk memperbaiki destinasi ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ketika pandemi COVID-19 dapat dikendalikan.

Berita Terkait: Menteri meninjau kemajuan pembangunan proyek pariwisata Danau Toba
Berita Terkait: Pandjaitan mengundang Menlu China ke Danau Toba

[ad_2]

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *