[ad_1]
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir, mengatakan 35 orang itu diketahui terpapar Covid-19 ketika seorang remaja masjid mengeluh kurang sehat beberapa hari lalu. Setelah dites, ia dinyatakan positif Covid-19.
“Selanjutnya kami melaksanakan pelayanan tes antigen gratis kepada warga seluruh kampung. Ada seratus orang yang kami cek dan diketahui ada 35 orang yang positif pada Senin (15/3) pagi,” kata Jazir saat dihubungi melalui telepon, Kamis (18/3).
Jazir mengatakan para warga yang positif Covid-19 itu termasuk dua orang lanjut usia atau lansia. Keduanya lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih maksimal.
“Dua orang yang sudah lansia kondisinya perlu perawatan. Kami bawa ke rumah sakit. Sementara yang lainnya tanpa gejala (OTG),” katanya.
Jazir mengatakan para OTG menjalani isolasi di rumah masing-masing. Pihak masjid menyatakan tetap akan mengawasi dan memberi layanan, seperti untuk cek kesehatan dan penyediaan kebutuhan logistik.
“Kami beri bantuan obat-obatan dan monitor setiap hari. Kalau ada yang tidak memungkinkan isolasi di rumah, masjid juga menyediakan rumah untuk isolasi. Fasilitas kontrol kesehatan maupun kebutuhan hidup kami sediakan. Termasuk keluarga yang tidak mampu tapi harus isolasi, biaya ditanggung masjid,” katanya.
Menurut Jazir, temuan warga Jogokariyan positif Covid-19 itu tak bisa disebut klaster masjid. Sebab, para penderita Covid-19 itu hanya sebagian kecil dari jemaah masjid. “Sebagian besar (positif Covid-19) yang jarang ke masjid,” katanya.
Jazir menyebut Covid-19 menular di Jogokariyan bisa dari berbagai sumber. “Ini bukan klaster masjid. Masjid menemukan penyebaran (Covid-19) karena masjid aktif melakukan tes antigen,” katanya.
Jazir berkata aktivitas masjid tetap berjalan seperti biasa meski ada jemaah dan warga di sekitarnya terpapar Covid-19. “Justru masjid harus tetap menjadi tempat berlindung bagi masyarakat kalau ada keluhan,” ucapnya.
Reporter: Ridho Hidayat
Editor: Arif Koes
[ad_2]
Sumber Berita


















