Connect with us

BERITA ENAM

Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial Diresmikan

Published

on


Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin meresmikan Sentra Kreasi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) milik Kementerian Sosial RI. Sentra Kreasi ATENSI merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan.

“Saya mengapresiasi inisiatif Kementerian Sosial yang mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI bagi eks pemulung dan tuna wisma, melalui kegiatan pemberdayaan kuliner, pertanian hidroponik, peternakan ayam petelur, kerajinan tangan dan daur ulang sampah non organik menjadi barang bermanfaat bagi masyarakat, serta pemberdayaan jasa layanan refleksi, salon kecantikan dan konveksi,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf Amin, program ATENSI bisa menjadi salah satu program strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem (extreme poverty) – masyarakat yang termiskin yang belum terjangkau layanan sosial dasar.

Salah satu program ATENSI yang dijalankan di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, yaitu para penerima manfaat diberikan pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan seperti pelatihan olahan pangan (kuliner), pelatihan budidaya ikan air tawar, pelatihan pengelolaan sampah, pelatihan tanaman hidroponik, pelatihan ternak ayam, pelatihan tanaman media tanah dan pelatihan pembuatan komposter.

Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa upaya lainnya yang telah dilakukan Kemensos yaitu perekaman data kependudukan bagi eks pemulung dan tuna wisma yang belum memiliki KTP merupakan langkah maju dalam pemenuhan hak-hak identitas setiap warga negara. Dilaporkan sebanyak 65 eks pemulung dan tuna wisma telah mendapatkan KTP.

Demikian juga pembuatan buku rekening dan kartu ATM ATENSI bekerja sama dengan Bank Mandiri menunjukkan inklusi keuangan dapat menyentuh pada golongan dengan status sosial ekonomi terbawah. Tercatat sebanyak 7 eks pemulung dan tuna wisma telah mendapat ATM ATENSI dan 53 eks pemulung dan tuna wisma lainnya sedang dalam proses pembuatan rekening.

Kemensos melalui program ATENSI warga telantar dan rentan juga memberikan akses kepada mereka untuk bekerja di perusahaan mitra Kemensos. Sebanyak 5 orang penerima manfaat dari Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi telah bekerja di PT. PP Properti Grand Kamala Lagoon, 41 orang penerima manfaat dari Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) ERBE, LKS Kumala dan LKS Balarenik telah bekerja di PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kemudian 9 orang penerima manfaat dari LKS Bhakti Nurul Iman telah disalurkan ke PT. Elang Mahkota Teknologi dan PT. Otsindo Prima Raya dan 6 orang penerima manfaat LKS Swara Peduli telah disalurkan ke PT. Kamadjaja Logistics.

“Kesempatan kerja yang diberikan bagi eks pemulung dan tuna wisma di perusahaan-perusahaan BUMN selayaknya diikuti oleh perusahaan swasta dan perusahaan BUMN lainnya,” kata Ma’ruf Amin.

Ia berpesan agar LKS – LKS yang selama ini telah bekerja keras di akar rumput diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para pemulung sebagai penggerak kebersihan kota sekaligus menjadi aset ekonomi yang bermanfaat atas kegiatan daur ulang sampah.

“Saya yakin, melalui Program ATENSI ini, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah bersama seluruh stakeholders akan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung, termasuk mereka yang terdampak Covid-19 secara sosial dan ekonomi, dan juga untuk warga masyarakat yang termarjinalkan/terlantar pada umumnya,” kata Ma’ruf Amin.

Dalam laporannya, Mensos menyatakan, bahwa salah satu dampak sosial yang terjadi akibat pandemi Covid-19 adalah banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya.

“Masalah ini kami berikan solusinya dengan membuat Rusunawa untuk tempat tinggal para eks pemulung dan tuna wisma, serta membuka lapangan kerja melalui Sentra Kreasi ATENSI,” kata Risma.

Rusunawa ini akan dibangun di 2 lokasi, yaitu Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi dan Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus Jakarta milik Kemensos. Bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kemensos akan membangun 2 Tower Rusunawa masing-masing 5 lantai dengan daya tampung 100 warga telantar dan kelompok rentan.

Ke depan, rusunwa juga akan dibangun di beberapa Balai Rehsos, yaitu Balai di Solo, Medan, Makassar dan Tanjung Pinang pada tahun 2022 serta Balai di Bandung, Palembang, Denpasar dan Kupang pada tahun 2023.

Acara ini meliputi kegiatan peresmian stand kuliner hasil olahan para penerima manfaat Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, penyerahan kursi roda elektrik bagi penyandang disabilitas fisik serta Kursi Roda Adaptif bagi Penyandang Disabilitas Cerebral Palsy, penempatan tenaga siap kerja bagi eks pemulung, penyerahan bantuan mesin press dan mesin pencacah kepada 5 (lima) LKS Pembina Pemulung dan penyerahan KTP dan Kartu ATM ATENSI kepada eks pemulung dan tuna wisma.

Ma’ruf Amin mengunjungi Sentra Kreasi ATENSI blok kanan yang diisi oleh Cafe Coffee, kuliner dan Disabilitas Netra (Disnet) Band. Wapres juga mengunjungi Sentra Kreasi ATENSI blok kiri yang diisi oleh Galeri Palusi, Sablon dan Desain Grafis Cibinong, Batik Ciprat Temanggung, Kurnia Tailor, Sehat Refleksi, Imel Salon dan Kedai Bang Mail.

Sentra Kreasi ATENSI dibuat dengan tujuan meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan vokasional penerima manfaat, terciptanya lapangan kerja bagi penerima manfaat dan terciptanya tempat perbelanjaan dan kreasi dalam satu kawasan.

Di dalam Sentra Kreasi ATENSI juga terdapat agrowisata lansia, kolam pemancingan, gazebo kuliner, gallery workshop karya penerima manfaat, taman anggur, budidaya tanaman hidroponik, budidaya tanaman porang, budidaya ikan lele, budidaya ayam petelur, pengelolaan kompos (komposter), rusun penerima manfaat dan ternak lalat serta moggot.

Peresmian Sentra Kreasi ATENSI ini dihadiri oleh pejabat dari Kementerian PUPR, Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, para pejabat Eselon I Kemensos RI, Direktur Utama PT. PP Properti, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, PT. Elang Mahkota Teknologi, PT. Kamadjaja Logistics, PT. Otsindo Prima Raya, Ketua Cortezian Indonesia dan para Ketua LKS.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA ENAM

Polisi Meluncurkan Aplikasi Pengaduan Masyarakat

Published

on

By


“Maksimalkan Aplikasi Dumas Presisi dan sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang aplikasi ini.

Aplikasi ini merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah, dan terukur.

.meluncurkan aplikasi pengaduan masyarakat prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan atau Dumas Presisi dalam Rakerwas Itwasum Polri Tahun Anggaran 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Februari 2021.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Sigit meminta kepada jajaran Inspektorat Pengawasan Umum Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi dan merumuskan cara bertindak dalam menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.

“Serap setiap informasi yang disampaikan oleh para narasumber, sebagai upaya memperkaya wawasan serta menyempurnakan strategi, teknis dan cara bertindak di lapangan,” katanya.

Kapolri juga menginstruksikan untuk merajut kerja sama dan sinergitas lintas fungsi dan sektoral, bersama institusi pemerintah, APIP, dan pengawas eksternal independen. Kemudian melakukan pengelolaan dan menemukan solusi terbaik dalam menangani pengaduan masyarakat, serta memanfaatkan masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri.

“Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus,” ucap mantan Kapolda Banten tersebut.

Dalam Rakerwas, Listyo Sigit menyampaikan kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemikiran yang out of the box dalam rangka mengantisipasi kemungkinan penyimpangan yang dilakukan anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

baca juga:  Survei RIDMA Foundation: Masyarakat Menaruh Harapan Presisi Polri (matranews.id)

 



Sumber Berita

Continue Reading

BERITA ENAM

Kiat Jenama Tanah Air Bisa Tetap berkembang.

Published

on

By


Meski pandemi menghimpit banyak sektor perekonomian, bidang fesyen khususnya modest fashion alias busana muslim dinilai tetap berkembang.

Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hanifah Makarim mengatakan, sektor modest fashion salah satu yang tidak terlalu terdampak pagebluk, alasan mengapa tahun ini pemerintah tetap mengadakan program Modest Fashion Founders Fund 2021 agar jenama-jenama Tanah Air bisa tetap berkembang.

Hanifah mengatakan, terjun ke dunia digital merupakan sebuah keharusan di era saat ini. Kalau tidak, pelaku fesyen akan tertinggal dan sulit untuk bisa bersaing. Pemerintah juga senantiasa mendorong para pelaku usaha yang masih mengandalkan usaha luring, belum bergerak ke arah daring.

“Di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ada beberapa kedeputian, kita di sini kerja bersama untuk membuat brand yang masih belum menyentuh online,” jelas Hanifah dalam diskusi daring, Selasa (23/2).

Bantuan yang diberikan meliputi pelatihan untuk memulai pemasaran digital hingga bagaimana ikut berpartisipasi dalam lokapasar demi menjangkau pembeli lebih luas. Pelatihan-pelatihan untuk merambah ke dunia digital dibuat agar pelaku usaha Tanah Air bisa mengandalkan teknologi untuk mendapat pemasukan. Apalagi dia yakin sebagian besar penjualan di era pandemi dilakukan secara daring.

“Ketika kita sudah bisa kembali normal, penjualan offline dan online bisa berjalan berbarengan,” kata Hanifah.

Perancang busana Ria Miranda mengemukakan hal senada, dia berpendapat modest fashion di tengah pandemi lebih berkembang, dilihat dari banyak jenama busana muslim yang bermunculan.

“Perkembangannya pesat,” kata Ria Miranda dalam bincang-bincang daring, Selasa (23/2).

Mampu beradaptasi dengan situasi yang dinamis serta memanfaatkan teknologi digital jadi salah satu kunci keberhasilan pelaku fesyen dalam bertahan di tengah pandemi. Ria Miranda yang karya-karyanya digemari komunitas loyal tetap mempertahankan kedekatan secara daring dengan rutin memanfaatkan platform media sosial maupun konferensi virtual.

Co-Founder #Markamarie & Modest Fashion Weeks Franka Soeria menegaskan, strategi meraih hati konsumen di tengah pandemi berbeda dari sebelumnya.

“Engagement is everything,” kata pakar di bidang modest fashion itu.

Mendekatkan diri dengan konsumen lewat interaksi dan mengobrol secara daring serta memanfaatkan berbagai platform media sosial lebih bisa diterima ketimbang promosi secara eksplisit. Dulu, pengusaha fesyen bisa mengundang ketertarikan lewat foto-foto produk yang cantik nan menarik. Tapi dunia terus berubah dan tren baru kian bermunculan. Maka, Franka menegaskan penting bagi pengusaha untuk memiliki tim yang melek dengan tren serta cara baru.

“Sekarang harus jadi teman (konsumen), baru berjualan lagi, itu cara baru digital. Bukan sekadar jualan, pasang di marketplace, ada banyak cara soft selling,” jelas dia.

Berjualan tidak harus dilakukan secara kaku, ia menegaskan. Ketika memiliki sebuah jenama, pengusaha juga harus memiliki komunitas. Langkah pertama membentuk komunitas adalah berbicara dengan konsumen.



Sumber Berita

Continue Reading

BERITA ENAM

Clubhouse Bocor Ke Situs Web Pihak Ketiga?

Published

on

By


Clubhouse telah mengonfirmasi salah satu penggunanya menyedot audio dari aplikasi obrolan khusus undangan itu, dan membuatnya dapat diakses dari situs web pihak ketiga, meningkatkan kekhawatiran keamanan tentang layanan tersebut.

Juru bicara Clubhouse, dikutip dari The Verge, Selasa, mengatakan bahwa “beberapa ruangan” terpengaruh insiden tersebut, dan bahwa pengguna di balik pelanggaran tersebut telah “diblokir secara permanen.”

Clubhouse mengatakan “pengamanan” telah diberlakukan untuk mencegah hal itu terulang, namun menolak untuk memberikan rincian secara spesifik.

Insiden tersebut menjadi pengingat bagi pengguna Clubhouse untuk berhati-hati dalam berbagi informasi sensitif dalam percakapan yang diadakan melalui aplikasi yang saat ini masih hanya tersedia di iOS itu.

Insiden keamanan terbaru ini terjadi sepekan setelah Clubhouse dikritik karena kerentanan dalam infrastrukturnya.

Sebuah laporan dari Stanford Internet Observatory (SIO) menemukan bahwa nomor ID Clubhouse dan ID ruang obrolan pengguna ditransmisikan dalam teks biasa, yang secara teoritis memungkinkan pengamat luar untuk mengetahui siapa yang berbicara dengan siapa di dalam aplikasi.

Clubhouse juga menggunakan penyedia solusi software komunikasi Agora yang berbasis di Shanghai untuk infrastruktur back-endnya. Sebagai perusahaan China, Agora memiliki kewajiban hukum untuk membantu pihak berwenang China menemukan sumber audio jika dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional, kata SIO.

Menanggapi laporan itu, Clubhouse mengatakan pihaknya berencana untuk menambahkan enkripsi dan pemblokiran tambahan untuk mencegah layanannya melakukan ping ke server yang berbasis di China, dan akan menyewa perusahaan keamanan eksternal untuk meninjau pembaruan tersebut.

Agora mengatakan kepada SIO bahwa perusahaan hanya menyimpan audio atau metadata pengguna bila diperlukan untuk tujuan penagihan dan pemantauan jaringan.

Dalam sebuah pernyataan kepada The Verge, Agora mengatakan “tidak memiliki akses untuk berbagi, atau menyimpan data pengguna akhir yang dapat diidentifikasi secara pribadi,” dan tidak mengarahkan “lalu lintas suara atau video dari pengguna yang bukan berbasis di China” melalui China.



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
  • Sebuah galat telah terjadi, yang kemungkinan berarti umpan tersebut sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Trending